Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Pertemuan chelsea vs tottenham di Stamford Bridge akhir pekan ini bukan sekadar laga biasa dalam lanjutan Premier League. Derbi London ini selalu menyimpan cerita, mulai dari rivalitas di lapangan, urusan taktik kedua pelatih, hingga kisah para tokoh yang pernah singgah di kedua klub. Laga chelsea vs tottenham kali ini diprediksi berlangsung sengit, mengingat Chelsea tengah memburu kemenangan ketiga beruntun, sementara Tottenham berusaha membangun momentum setelah meraih kemenangan perdana mereka musim ini.
Di bawah arahan Xabi Alonso, Chelsea tampil sebagai tuan rumah yang diunggulkan. Alonso akan merasakan atmosfer sesungguhnya dari rivalitas chelsea vs tottenham untuk pertama kalinya, setelah sebelumnya hanya memimpin tim dalam laga pramusim di Sydney. Ia pun memperkirakan Stamford Bridge akan bergemuruh saat kedua tim melangkah keluar lapangan menjelang pertandingan.
Di kubu Tottenham, Roberto De Zerbi berupaya memanfaatkan kemenangan atas Coventry City sebagai titik balik. Meski demikian, tantangan berat menanti, sebab rekor Spurs di Stamford Bridge terbilang buruk. Chelsea dalam tiga dekade terakhir hampir selalu berada di atas rival sekotanya itu dalam hal prestasi di lapangan.
Keputusan Lini Belakang dan Absennya Kiper Utama
Alonso menghadapi sejumlah keputusan penting, terutama di lini belakang. Emiliano Martinez dipastikan absen sekitar sebulan setelah mengalami patah rahang dalam kemenangan 2-0 atas Everton pekan lalu. Sang kiper asal Argentina telah menjalani operasi, sehingga Mike Penders, yang tampil menggantikannya di Stadion Hill Dickinson, akan dipercaya mengawal gawang untuk sementara waktu.
Di sektor pertahanan, Acheampong tampil impresif dan tampaknya telah menggeser posisi Wesley Fofana sebagai pilihan utama di sisi kanan formasi tiga bek. Sementara itu, Lacroix dipuji Alonso atas adaptasinya dan diperkirakan kembali mengisi pos tengah dalam formasi tiga bek Chelsea.
Bayang-Bayang Mourinho dan Kenangan Dele Alli
Rivalitas chelsea vs tottenham juga tak lepas dari nama Jose Mourinho, sosok yang pernah menangani kedua klub. Mourinho menikmati dua periode di Chelsea dengan meraih gelar Premier League, namun masa baktinya di Tottenham jauh dari kata sukses. Ia mengaku tak memiliki koneksi emosional dengan Spurs, sebagian karena laga-laga berlangsung saat pandemi Covid-19 ketika stadion hampir selalu kosong.
“Saya memiliki hubungan yang sangat istimewa dengan semua klub yang pernah saya latih, kecuali satu,” ujar Mourinho. “Masa saya di Tottenham bertepatan dengan periode Covid. Tidak ada koneksi manusia. Stadion hampir selalu kosong.”
Di sisi lain, nama Dele Alli masih lekat dalam ingatan para penggemar. Mantan gelandang Tottenham itu menjadi momok bagi Chelsea pada era Mauricio Pochettino, termasuk saat mengantar Spurs meraih kemenangan pertama mereka di Stamford Bridge pada 2018 setelah penantian 28 tahun. Kini, Dele, yang telah lebih dari setahun tanpa klub, beralih ke dunia siaran langsung di Twitch dan kemungkinan hanya akan menyaksikan laga chelsea vs tottenham dari jauh.
Ketimpangan Pendapatan di Balik Lapangan
Di luar urusan lapangan, ada persoalan finansial yang menarik dicermati. Stadion Tottenham yang dibuka pada 2019 menjadi keunggulan tersendiri bagi Spurs. Data menunjukkan pendapatan hari pertandingan Chelsea sebesar 87 juta poundsterling pada 2024-25, jauh di bawah Tottenham yang mencapai 126 juta poundsterling. Spurs juga dapat menggelar hingga 30 acara non-sepak bola berkapasitas penuh, termasuk laga NFL dan konser, yang turut menyumbang pendapatan komersial 277 juta poundsterling, dibandingkan Chelsea yang sebesar 200,9 juta poundsterling.
Kesenjangan sekitar 115,1 juta poundsterling tersebut memaksa Chelsea lebih efisien dalam hal rekrutmen dan penjualan pemain. Klub telah mengumpulkan lebih dari 1 miliar poundsterling dari penjualan pemain sejak pergantian kepemilikan empat tahun lalu, termasuk rekor dunia 519 juta poundsterling pada musim panas ini. Tanpa kompetisi Eropa musim ini, keputusan Chelsea mengizinkan Shakhtar Donetsk menggunakan Stamford Bridge untuk laga Liga Champions menjadi salah satu cara menutup kekurangan pendapatan tiket.
Pertandingan chelsea vs tottenham kali ini pun menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Chelsea ingin melanjutkan tren positif dan menegaskan dominasi atas rival sekota, sementara Tottenham berambisi mencuri poin di kandang lawan untuk membangkitkan kepercayaan diri. Dengan sejarah panjang, torehan emosional para tokoh, serta perbedaan kondisi kedua tim, derbi ini dipastikan menyajikan pertarungan yang layak dinantikan.

