Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno memimpin langsung jalannya upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar khidmat di halaman Masjid Agung Al Mukarram Kuala Kapuas, Kamis (22/10/2026). Dalam momentum Bupati Kapuas Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut, ia menegaskan bahwa santri kini dituntut tampil lebih dari sekadar penjaga tradisi keagamaan, melainkan juga harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi demi ikut menentukan arah masa depan bangsa.
Membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Bupati Wiyatno menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut dinilai menegaskan posisi strategis santri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Perjuangan Santri Berlanjut Sesuai Tantangan Zaman
“Santri tidak boleh merasa kecil dan membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa,” tutur Bupati Wiyatno di hadapan peserta upacara.
Ia pun mengajak para santri untuk memperkuat ilmu agama sekaligus memperluas wawasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berdaya saing, tetapi juga memiliki integritas serta karakter yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Bupati menilai pesantren memiliki peran strategis melalui tiga pilar utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga peran tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi pesantren yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Apresiasi atas Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren
Bupati Wiyatno juga menyampaikan apresiasi atas pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Kebijakan tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan kelembagaan dan peran pesantren di tanah air.
Upacara dalam rangka Bupati Kapuas Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, alim ulama, pimpinan pondok pesantren, hingga ratusan santri.
Usai upacara dan doa bersama, Bupati Wiyatno menyerahkan secara simbolis ijazah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah kepada perwakilan santri. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Kementerian Agama untuk memperluas akses pendidikan dan memberikan pengakuan atas kualifikasi pendidikan para santri.
Dukungan Nyata bagi Pendidikan Santri
Langkah penyerahan ijazah kesetaraan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan para santri memperoleh hak pendidikan yang setara, tanpa harus meninggalkan tradisi pesantren yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan keagamaan. Dengan demikian, santri dapat melanjutkan jenjang pendidikan maupun memasuki dunia kerja dengan bekal kualifikasi yang diakui secara resmi.
Melalui peringatan Bupati Kapuas Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, pemerintah daerah berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa masa depan bangsa juga bertumpu pada generasi pesantren. Santri diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mengambil bagian dalam kemajuan Indonesia.
Peringatan Hari Santri tahun ini menjadi pengingat bahwa dengan bekal ilmu, akhlak, dan keberanian beradaptasi, santri memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perubahan. Sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang religius, berkarakter, dan siap bersaing di era global.
Sebagai penutup, rangkaian kegiatan Bupati Kapuas Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata. Lebih dari itu, momentum ini menjadi titik tolak bagi penguatan peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berakhlak mulia, menguasai teknologi, dan berkontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

