Blamage VfB Stuttgart: Kekalahan Memalukan dari Gladbach Bikin Krisis di Ländle

Foto: Istimewa

Blamage VfB Stuttgart: Kekalahan Memalukan dari Gladbach Bikin Krisis di Ländle

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Laga vfb vs mönchengladbach pada pekan ketujuh Bundesliga berakhir dengan kejutan besar. VfB Stuttgart, yang bermain di kandang sendiri, harus menelan kekalahan 2-3 dari Borussia Mönchengladbach, tim yang sebelumnya belum meraih satu poin pun dan datang dengan enam kekalahan beruntun. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Stuttgart yang kini berada di posisi ke-14 dengan hanya enam poin dari tujuh pertandingan, hanya berjarak satu poin dari zona degradasi.

Pertandingan yang digelar di MHPArena, Stuttgart, Jumat (23/10/2026) malam waktu setempat, sebenarnya dimulai dengan baik bagi tuan rumah. Ermedin Demirovic membawa VfB unggul cepat pada menit kelima setelah memanfaatkan kesalahan kiper Gladbach, Moritz Nicolas. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Gladbach, yang tampil dengan tekad baja meski kehilangan sepuluh pemain karena cedera, perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan sebelum akhirnya berbalik unggul dan menutup laga dengan kemenangan 3-2.

Kekalahan ini memicu kritik pedas dari berbagai pihak. Mantan pemain Timnas Jerman, Dietmar Hamann, yang kini menjadi pengamat Sky, tidak segan mengkritik performa VfB. Menurut Hamann, para pemain Stuttgart seperti Deniz Undav dan Angelo Stiller sudah tidak tampil dengan 100 persen setelah beberapa musim sukses. “Mereka sudah kalah lima kali. Dua kemenangan yang mereka raih pun melawan Köln di kandang dan Paderborn di mana ada sedikit keberuntungan. Yang paling mencolok adalah pernyataan pelatih Hoeneß yang mengatakan Gladbach berjuang dan bekerja keras untuk kemenangan itu,” ujar Hamann.

Hamann menambahkan bahwa pernyataan Hoeneß tersebut merupakan sindiran halus kepada timnya sendiri. “Itu seperti tamparan bagi para pemain bahwa setelah dua-tiga tahun yang luar biasa, final Piala, juara Piala, dan sekarang bermain di Liga Champions, mungkin mereka berpikir bisa tampil dengan 5 atau 10 persen lebih rendah. Tapi itu tidak bisa dilakukan, bahkan melawan tim juru kunci yang belum pernah menang atau meraih poin,” tegasnya.

Pelatih VfB Stuttgart, Sebastian Hoeneß, mengakui kekalahan ini sebagai cerminan realitas pahit. “Faktanya, setelah pertandingan ini, kami jelas tidak berada di posisi yang kami inginkan di Bundesliga. Saya ingin berbicara tentang performa. Itu jelas tidak cukup,” kata Hoeneß dengan nada kecewa. Ia juga menyoroti kurangnya intensitas timnya dibandingkan Gladbach. “Terlihat jelas bahwa mereka benar-benar bekerja keras. Kami kalah dalam hal lari, mereka menempuh 128 kilometer, enam kilometer lebih banyak dari kami,” tambahnya.

Hoeneß menekankan bahwa para pemain harus menyadari situasi sulit ini. “Realitas ini harus masuk ke kepala. Saya merasa setiap orang di ruang ganti telah memahami bahwa ini bukan situasi normal,” ujarnya. Sementara itu, penyerang Demirovic juga mengakui bahwa timnya sedang tidak baik-baik saja. “Saya pikir akan bodoh jika kami tidak menyadarinya. Setiap orang di tim harus tahu bahwa di Bundesliga siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Jika kami menyadari itu, semuanya akan membaik,” kata pemain asal Bosnia itu.

Kemenangan ini menjadi oase bagi Gladbach yang masih tertahan di dasar klasemen. Pelatih Alexander Blessin mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya. “Kami benar-benar melampaui 100 persen dan memberikan segalanya. Kemenangan ini tidak sepenuhnya tidak layak, meskipun sempat menegangkan,” ujar Blessin. Ia juga menyoroti momen krusial ketika Robin Hack melakukan tekel penyelamatan di kotak penalti sendiri yang memicu kegembiraan di bangku cadangan. “Saya tidak tahu apakah VfB sedikit mengendurkan tekanan atau kami lebih baik dalam bertahan, tetapi kami semakin menemukan permainan dan mencetak gol penyeimbang. Itu memberi dampak besar, kami merasakan tim ini hidup,” tambahnya.

Kekalahan ini juga menjadi rekor negatif yang nyaris tercipta bagi Gladbach. Jika kalah, mereka akan menjadi tim pertama dalam sejarah Bundesliga yang tidak meraih poin setelah tujuh pertandingan. Namun, semangat juang yang tinggi berhasil menghindarkan mereka dari catatan buruk tersebut. Bagi Stuttgart, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah sebelumnya tampil impresif di Liga Champions dengan menahan imbang Atlético Madrid 1-1. Direktur Olahraga VfB, Fabian Wohlgemuth, menyebut kekalahan ini sebagai “titik terendah” dan sinyal jelas bagi semua pihak bahwa tim perlu pembenahan serius.

Dengan hasil ini, tekanan semakin meningkat pada Hoeneß dan skuadnya. Laga berikutnya di DFB-Pokal melawan tim yang belum disebutkan akan menjadi ujian berat. Sementara itu, Gladbach berharap kemenangan ini menjadi titik balik untuk bangkit dari keterpurukan. Pertarungan di Bundesliga semakin panas, dan vfb vs mönchengladbach akan selalu dikenang sebagai momen ketika tim juru kunci mempermalukan raksasa yang sedang goyah. Kekalahan ini juga menegaskan bahwa dalam sepak bola, tidak ada tim yang bisa diremehkan, terlebih di kompetisi seketat Bundesliga. Kini, Stuttgart harus segera berbenah jika tidak ingin terus terpuruk, sementara Gladbach berusaha mempertahankan momentum untuk keluar dari zona merah. Laga vfb vs mönchengladbach menjadi pelajaran berharga bahwa kerja keras dan mentalitas juara lebih penting daripada sekadar nama besar.