Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | MADRID — Laga Atlético Madrid vs Deportivo di Estadio Riyadh Air Metropolitano pada Sabtu (24/10/2026) berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi tuan rumah. Gol tunggal Julián Álvarez pada menit ke-48 menjadi pembeda dalam pertandingan jornada ke-10 LaLiga Spanyol tersebut. Kemenangan ini membawa Atlético Madrid memangkas jarak menjadi dua poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen sementara, jelang laga El Clásico melawan Real Madrid di Camp Nou, Minggu (25/10/2026).
Pertandingan Atlético Madrid vs Deportivo berjalan alot sejak awal. Tim asuhan Diego Simeone mendominasi penguasaan bola di paruh pertama, namun kesulitan menembus rapatnya pertahanan Deportivo La Coruña. Gol baru tercipta setelah turun minum berkat kerja sama apik Alejandro Grimaldo yang mengirim umpan matang, diselesaikan dengan tenang oleh Álvarez.
Selepas pertandingan, penyerang asal Argentina itu menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar Atlético Madrid atas pernyataannya selama Piala Dunia 2026. Saat itu, Álvarez mengutarakan keinginannya hengkang ke Barcelona meski masih terikat kontrak. Pernyataan tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan aficionados Los Colchoneros.
“Saya ingin meminta maaf kepada suporter kami atas kata-kata saya selama Piala Dunia. Itu adalah kesalahan saya, baik dari cara penyampaian maupun momennya. Saya memahami kemarahan mereka. Sebagai penggemar, saya juga akan marah, apalagi mengingat bagaimana mereka selalu mendukung saya selama ini,” ujar Álvarez kepada Movistar.
Álvarez juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus mengalir dalam beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras dan meningkatkan performa bersama tim. “Sekarang saya harus fokus bekerja, terus berkembang bersama seluruh tim yang juga telah mendukung saya. Kita punya hal-hal penting yang harus diraih bersama,” tambahnya.
Gol ke gawang Deportivo menjadi yang pertama bagi Álvarez dalam delapan bulan terakhir, sekaligus gol kedua secara beruntun setelah melalui paceklik panjang. Momen tersebut disambut sorakan meriah dari tribun Metropolitano, menandakan rekonsiliasi antara sang pemain dan pendukung.
Di sisi lain, Deportivo La Coruña nyaris menyamakan kedudukan pada detik-detik akhir pertandingan. Kevin Sánchez mendapat peluang emas di depan gawang kosong, namun tembakannya justru melebar ke arah kiper Atlético. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Atlético Madrid vs Deportivo bertahan.
Dari kubu tuan rumah, gelandang muda Meksiko Obed Vargas kembali harus puas duduk di bangku cadangan. Ia sama sekali tidak diturunkan oleh Simeone dalam laga ini, meski tim sedang menghadapi jadwal padat di LaLiga dan Liga Champions. Situasi ini memunculkan spekulasi tentang masa depan Vargas, yang disebut-sebut akan hengkang pada bursa transfer musim dingin.
Kemenangan atas Deportivo membuat Atlético Madrid mengoleksi 25 poin dari 10 pertandingan dan menempati posisi kedua klasemen sementara LaLiga. Sementara itu, Barcelona yang akan menghadapi Real Madrid masih memimpin dengan keunggulan dua poin. Persaingan di papan atas pun semakin memanas.
Dalam pertandingan lain, Rayo Vallecano takluk 0-3 dari Elche tanpa insiden berarti, berbeda dari laga kandang sebelumnya yang sempat dihentikan akibat protes suporter. Sementara itu, pelatih Espanyol, Manolo González, semakin tertekan setelah timnya kalah 1-2 dari Racing de Santander.
Bagi Atlético Madrid, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Gol dan permintaan maaf Álvarez menjadi simbol pemulihan hubungan antara pemain dan klub, sekaligus modal berharga menghadapi rangkaian laga krusial berikutnya. Laga Atlético Madrid vs Deportivo akan dikenang sebagai momen kebangkitan La Araña di hadapan publik sendiri.
Dengan performa yang mulai menanjak, Simeone berharap Álvarez dapat terus konsisten mencetak gol dan menjadi ujung tombak tim dalam perburuan gelar LaLiga musim ini. Sementara itu, Deportivo La Coruña harus segera bangkit dari kekalahan ini untuk memperbaiki posisi di klasemen.

