Inter Milan Comeback Dramatis di Injury Time, Fiorentina Tertunduk di San Siro

Foto: Istimewa

Inter Milan Comeback Dramatis di Injury Time, Fiorentina Tertunduk di San Siro

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pertandingan pekan kedelapan Liga Italia antara intermilan dan Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/10/2026), menyajikan drama luar biasa. Sempat tertinggal hingga menit ke-65, tuan rumah Inter Milan bangkit dan mencetak dua gol di masa injury time untuk menang 2-1. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan intermilan di Serie A sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dengan 22 poin dari delapan laga, unggul selisih gol atas Lazio yang mengoleksi poin sama.

Fiorentina sebenarnya tampil disiplin dan sempat unggul lebih dulu melalui gol Alex Jimenez pada menit ke-65, memanfaatkan assist Nicolò Fagioli. La Viola, yang dilatih Paolo Vanoli, bermain bertahan dengan rapat dan mengandalkan serangan balik. Kiper David de Gea beberapa kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menggagalkan tembakan Nicolò Barella dari luar kotak penalti pada menit ke-15. Namun, petaka datang di penghujung laga.

Pada menit 90+1, Marcus Thuram menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan Andy Diouf. Gol tersebut membangkitkan semangat para pemain intermilan. Hanya berselang enam menit, tepatnya menit 90+7, Piotr Zielinski yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-78, mengeksekusi penalti dengan tenang untuk memastikan kemenangan dramatis bagi Nerazzurri. Pelatih Cristian Chivu melakukan beberapa perubahan taktik, memasukkan Dimarco, Sučić, Zielinski, dan Lavelli, yang terbukti efektif mengubah jalannya pertandingan.

Kemenangan ini menjadi bukti mentalitas pantang menyerah intermilan. Meski mendominasi penguasaan bola, tuan rumah sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Fiorentina. Statistik menunjukkan Inter melepaskan beberapa tembakan, namun baru berbuah gol di menit-menit akhir. Sementara itu, Fiorentina harus puas tetap di posisi ke-18 dengan empat poin, semakin terpuruk di zona degradasi.

Di luar lapangan, kabar tentang negosiasi kontrak Federico Dimarco turut mewarnai dinamika intermilan. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, pemain sayap kiri Italia itu menuntut gaji sekitar 7,5 juta euro per musim untuk memperpanjang kontraknya, menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi kedua setelah Lautaro Martinez (9 juta euro). Manajemen Inter di bawah Oaktree masih bersikap hati-hati dan bersedia menaikkan gaji, tetapi tidak akan melebihi batas tertentu. Klub berencana mengaktifkan klausul perpanjangan hingga 2028 dengan gaji sekitar 5,2 juta euro sebelum akhir tahun.

Dengan hasil ini, intermilan semakin kokoh di puncak klasemen dan menjaga asa meraih scudetto musim ini. Fiorentina di sisi lain harus segera berbenah untuk keluar dari jurang degradasi. Drama di San Siro menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan baru benar-benar usai setelah peluit panjang berbunyi.