Real Sociedad Terus Melaju: Kemenangan Keempat Beruntun Bawa Los Txuri-Urdin ke Pintu Eropa

Foto: Istimewa

Real Sociedad Terus Melaju: Kemenangan Keempat Beruntun Bawa Los Txuri-Urdin ke Pintu Eropa

Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Gelombang euforia menyelimuti sepak bola Spanyol, khususnya bagi para penggemar sociedad di Basque, setelah Real Sociedad menorehkan kemenangan keempat secara beruntun di ajang LaLiga EA Sports. Dalam laga jornada ke-10 yang digelar di Estadio Municipal de Anoeta, Minggu (25/10/2026) malam waktu setempat, tuan rumah menundukkan Levante dengan skor 2-1. Kemenangan ini mengukuhkan posisi klub berjuluk Los Txuri-Urdin di peringkat kelima klasemen, hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Bagi publik sociedad lokal, hasil ini menjadi suntikan moral menjelang derbi Basque yang selalu dinanti.

Dua gol kemenangan Real Sociedad lahir di babak pertama. Orri Óskarsson membuka keunggulan pada menit ke-5, sebelum Turrientes menggandakan skor pada menit ke-26. Levante sempat memperkecil kedudukan, namun tidak mampu menyamakan skor hingga peluit panjang. Óskarsson pun dinobatkan sebagai MVP alias pemain terbaik pertandingan berkat kontribusinya yang menentukan.

Jalannya Pertandingan: Dominasi di Babak Pertama

Sejak menit awal, anak asuh pelatih Real Sociedad tampil agresif. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat lini belakang Levante kerap kehilangan bola di area sendiri. Gol cepat Óskarsson menjadi buah dari keberanian tim tuan rumah menekan sejak awal. Turrientes menambah keunggulan lewat aksi individunya yang tenang di depan gawang. Meski demikian, babak kedua berjalan lebih alot. Levante sempat memberikan perlawanan sengit dan menciptakan beberapa peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat mereka pulang tanpa poin.

Pelatih Levante, Luis Castro, mengakui keunggulan lawan. “Kami tahu mereka punya pemain berkualitas. Hari ini mereka membuat sangat sedikit kesalahan dalam membangun serangan. Kami sempat menciptakan satu atau dua peluang, tetapi mereka lebih banyak. Hasil ini adil,” ujarnya usai laga. Ia juga menyoroti pentingnya agresivitas di area penalti. “Memiliki bola saja tidak cukup. Kami harus lebih berani masuk ke kotak penalti, melakukan tembakan dan umpan silang. Pengalaman seperti ini akan membuat kami tumbuh,” tambahnya.

Dari kubu Levante, Iván Romero menyampaikan rasa kecewa. “Rasa pahit karena tidak membawa pulang apa pun. Babak pertama berjalan menyenangkan dengan banyak peluang. Setelah kebobolan gol kedua, kami tidak tampil seperti yang diinginkan. Kami tahu ini lapangan yang sulit,” tuturnya. Ia menilai timnya kehilangan momentum setelah gol kedua Real Sociedad. “Kuncinya ada pada duel-duel individu. Mereka lebih banyak menang duel, dan itu yang membuat kami kesulitan,” ujarnya.

Kontribusi dan Rotasi Pemain

Luis Castro juga menjelaskan alasan menarik Brugué yang telah bermain tiga laga beruntun. “Ia memiliki sedikit masalah. Jika terus dibiarkan, ada risiko cedera. Víctor tampil sangat baik, ia masuk dengan bagus dan menciptakan dua atau tiga aksi di sisi sayap,” jelasnya. Sementara itu, pengamat menilai performa Oyarzabal dan Sarr layak mendapat pujian tersendiri. Keduanya dianggap sebagai motor serangan yang membuat tempo permainan sociedad tetap tinggi, terlebih setelah tim baru kembali dari perjalanan panjang ke Norwegia.

Kemenangan ini juga tidak lepas dari manajemen waktu yang baik di masa injury time. Real Sociedad tampil tenang mengelola sisa pertandingan, meski hanya mendapat tambahan waktu dua menit. Para pendukung di Anoeta menyambut gembira hasil tersebut, mengingat jadwal padat yang harus dilalui tim.

Makna Lebih dari Sekadar Tiga Poin

Bagi komunitas sociedad Basque, sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan identitas kultural yang menyatukan generasi. Kemenangan beruntun ini memperkuat harapan bahwa klub bisa kembali bersaing di kompetisi Eropa. Posisi kelima dengan koleksi poin yang terus bertambah menjadi sinyal positif bagi stabilitas tim. Kini perhatian beralih ke derbi melawan Athletic Club, laga yang selalu menyita perhatian seluruh sociedad di wilayah tersebut.

Dengan modal empat kemenangan beruntun, Real Sociedad membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci. Levante, di sisi lain, harus segera berbenah jika ingin menjauh dari papan bawah. Laga ini menjadi pengingat bahwa di LaLiga, kualitas individu dan keberanian mengambil risiko di area lawan kerap menjadi pembeda antara tim yang naik dan tim yang tertahan.

Secara keseluruhan, pertandingan di Anoeta menyajikan sepak bola menyerang yang menghibur. Gol cepat, tekanan tinggi, dan duel-duel ketat menjadi bumbu utama. Bagi Real Sociedad, tiga poin ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kepercayaan diri yang terus tumbuh. Sementara bagi Levante, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki efektivitas serangan. Publik sociedad menantikan apakah momentum ini berlanjut di derbi berikutnya.