Viktoria Plzen di Ujung Tanduk: Kekalahan dari Pardubice Bikin Kovač Murka, Ada Apa di Baliknya?

Foto: Istimewa

Viktoria Plzen di Ujung Tanduk: Kekalahan dari Pardubice Bikin Kovač Murka, Ada Apa di Baliknya?

Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Krisis performa yang melanda Viktoria Plzen kian menemukan titik nadir. Setelah tumbang di ajang Liga Europa, tim asuhan Radoslav Kovač itu kembali menelan pil pahit di pentas domestik. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Doosan Arena, Viktoria Plzen takluk 1-2 dari FK Pardubice dalam laga pekan ke-12 Chance Liga, Minggu (25/10/2026) malam waktu setempat. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi tim berjuluk Západočeši untuk merangsek ke papan atas klasemen.

Pertandingan yang digelar dalam kondisi hujan itu berlangsung dramatis. Plzen sebenarnya tampil dominan di awal laga, namun kegagalan memanfaatkan peluang justru berbuah petaka. Mantan bek Plzen yang kini membela Pardubice, Dávid Krčík, ikut berperan dalam terciptanya gol pembuka. Pada menit ke-22, Victor Samuel membuka keunggulan tim tamu setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Gol itu menjadi pukulan psikologis bagi tuan rumah yang tampak kehilangan arah.

Petaka bagi Viktoria Plzen berlanjut menjelang akhir babak pertama. Dari situasi sepak pojok, Christophe Kabongo justru mencetak gol bunuh diri yang membuat Pardubice unggul 2-0. Ironisnya, Kabongo sempat memiliki peluang emas untuk menebus kesalahannya di akhir babak pertama, tetapi sundulan maupun sepakannya masih membentur mistar gawang. Hingga turun minum, Plzen tertinggal dua gol tanpa balas.

Memasuki babak kedua, Kovač melakukan tiga pergantian sekaligus untuk mengubah jalannya pertandingan. Upaya itu sempat membuahkan hasil pada menit ke-49. Amar Memič memperkecil kedudukan setelah memanfaatkan umpan matang dari Merchas Doski. Gol tersebut membangkitkan asa tuan rumah, namun sayangnya tidak berlanjut menjadi gol penyama. Sebaliknya, Pardubice nyaris menambah keunggulan melalui peluang emas Mahuta pada menit ke-75, yang berhasil digagalkan kiper Florian Wiegele.

Kegagalan Viktoria Plzen meraih poin penuh membuat pelatih Radoslav Kovač tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam konferensi pers usai laga, ia menyebut kekalahan ini sebagai yang terburuk selama ia menangani tim. Kovač menyoroti minimnya mentalitas dan pengorbanan para pemainnya di atas lapangan. Menurutnya, hanya segelintir pemain yang mau berjuang lebih untuk klub.

“Ini adalah kekecewaan terbesar selama saya di Plzen. Terutama di babak pertama. Anda punya pemain bertalenta, tetapi semuanya kembali pada seberapa besar hati yang Anda berikan. Beberapa pemain tidak mampu melakukan sesuatu yang ekstra. Itu yang membuat saya terpuruk,” ujar Kovač dengan nada kecewa, seperti dilansir media setempat.

Kovač juga menepis anggapan bahwa timnya kehilangan sosok bek tangguh seperti Krčík yang dilepas ke Pardubice pada awal musim. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah diambil dan ia lebih memilih menyoroti buruknya performa tim secara keseluruhan. “Saya tidak mempersoalkan apa yang sudah terjadi. Saya kecewa dengan penampilan kami sendiri,” tegasnya.

Kekalahan ini menambah catatan buruk Viktoria Plzen di kompetisi domestik. Sepanjang musim gugur ini, mereka sudah tujuh kali kebobolan minimal dua gol dalam satu pertandingan. Di kandang sendiri, Plzen tercatat sudah tiga kali menelan kekalahan dari tujuh laga, jumlah yang sama dengan total kekalahan kandang mereka sepanjang musim lalu. Situasi ini jelas mengancam posisi Kovač, meski ia menyatakan tidak takut kehilangan pekerjaannya.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi pelatih Pardubice, Jan Trousil, yang merupakan mantan asisten di Plzen hingga September lalu. Pardubice kini menunjukkan tren positif dengan meraih empat kemenangan dari lima laga terakhir di liga. Sementara itu, bagi Plzen, kekalahan ini menjadi alarm bahwa masalah pertahanan dan mentalitas harus segera dibenahi jika ingin bersaing di papan atas.

Selanjutnya, Viktoria Plzen akan menghadapi jadwal padat. Mereka akan melakoni laga di ajang Piala MOL sebelum bertandang ke markas FC Banik Ostrava pada 1 November mendatang. Laga melawan Ostrava akan menjadi ujian berat sekaligus peluang bagi Kovač dan anak-anak asuhnya untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki nyali untuk bangkit dari keterpurukan.

Dengan performa yang naik-turun dan rentetan hasil buruk, masa depan Viktoria Plzen di bawah arahan Radoslav Kovač kini menjadi sorotan. Pertanyaan besar pun muncul: akankah manajemen klub tetap memberi kepercayaan kepada pelatih asal Slowakia itu, ataukah akan ada perubahan besar di kursi pelatih demi menyelamatkan musim yang mulai berjalan di jalur yang salah? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti, Plzen harus segera menemukan kembali identitas permainan mereka sebelum terlambat.