Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Rumah Tasya Farasya yang selama ini menjadi sorotan publik ternyata menyimpan persoalan serius. Beauty influencer kondang tersebut mengungkap bahwa rumah mewahnya mengalami kerusakan struktur di sejumlah titik, dengan estimasi biaya perbaikan awal yang mencapai angka fantastis, yakni Rp5 miliar hingga Rp6 miliar. Pengakuan ini disampaikan Tasya melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 25 Oktober 2026, dan langsung menjadi perbincangan hangat warganet.
Informasi mengenai kondisi rumah Tasya Farasya terungkap saat ia berdiskusi langsung dengan Wiryawan, Direktur Utama PT Chandra Mitra Strukturindo (CMS), selaku kontraktor baru yang memeriksa bangunan tersebut. Dalam percakapan yang diunggah ke media sosial, Tasya tampak terkejut ketika mendengar perkiraan biaya perbaikan. Angka miliaran rupiah itu disebut baru mencakup pekerjaan struktur bangunan saja, belum termasuk pembenahan interior maupun tahap penyelesaian akhir.
“Rp 5-6 miliar itu baru strukturnya doang karena luas tanahnya kan hampir 3.000 meter persegi,” ujar Wiryawan dalam video tersebut.
Sejumlah Temuan Kerusakan pada Struktur Bangunan
Hasil pemeriksaan kontraktor baru menemukan sejumlah masalah teknis pada rumah Tasya Farasya. Salah satu temuan yang paling mencolok adalah masih adanya kayu bekisting yang tertinggal di beberapa bagian bangunan. Bekisting merupakan cetakan sementara yang digunakan untuk membentuk beton saat proses pengecoran, dan umumnya dilepas setelah beton mengeras. Namun, material tersebut disebut masih tertanam dan kondisinya sudah membusuk di dalam bangunan.
Selain itu, kontraktor juga melakukan pengujian mutu beton menggunakan metode non-destructive testing (NDT), termasuk hammer test, untuk mengevaluasi kondisi beton tanpa merusak struktur secara langsung. Dalam dokumen as-built, mutu beton tercatat K-300. Namun hasil pemeriksaan di beberapa titik menunjukkan angka yang tidak sesuai dengan dokumen tersebut.
“Mutu yang ditulis di situ adalah K-300 ya. Ini beberapa ada yang masuk, ada yang enggak masuk,” jelas sang kontraktor.
Utang Mantan Suami Capai Rp37,15 Miliar
Persoalan rumah Tasya Farasya rupanya bukan satu-satunya beban yang harus ditanggungnya. Pada hari yang sama, Tasya juga mengungkap rekapitulasi dana senilai Rp37,15 miliar yang seharusnya dikembalikan oleh mantan suaminya, Ahmad Assegaf. Rincian tersebut dibagikan melalui Instagram Story dengan judul “Rekapitulasi Dana yang Seharusnya Dikembalikan”.
Berdasarkan tabel yang dibagikan, total dana mencapai Rp37.152.697.164 dan mencakup empat pos utama, di antaranya dana pribadi sebesar Rp8,14 miliar serta dana perusahaan brand makeup miliknya, MOP, yang tercatat Rp13,21 miliar. Tasya pun meluapkan kekesalannya karena harus menanggung pembayaran utang ke bank.
“Ini aja kaga di ganti samsek, malah gue yg bayar ke bank,” tulisnya.
Dugaan persoalan keuangan ini sebenarnya sudah mencuat sejak proses perceraian mereka. Pada November 2025, kuasa hukum Tasya sempat mengungkap dugaan penggelapan dana perusahaan bernilai puluhan miliar rupiah yang berkaitan dengan periode 2021–2022. Keduanya resmi bercerai pada November 2025, namun persoalan di antara mereka ternyata belum berakhir.
Pilih Pikirkan Anak, Tak Laporkan ke Polisi
Meski memiliki dasar untuk menempuh jalur hukum, Tasya memilih menahan diri. Melalui media sosial Threads pada Senin, 26 Oktober 2026, ia mengungkapkan alasan tidak menjadikan mantan suami dan keluarganya sebagai tersangka. Baginya, masa depan kedua anaknya adalah pertimbangan utama.
“The only reason gue ga jadiin lu, dan keluarga lu napi adalah gue mikirin anak2 gue,” tulis Tasya.
Di tengah konflik yang kembali mencuat, Tasya juga harus menghadapi tudingan warganet yang menilainya semakin mencari perhatian setelah bercerai. Kendati demikian, ia tetap fokus pada upaya memperbaiki kondisi rumah Tasya Farasya dan menyelesaikan persoalan yang ada.
Sebagai seorang publik figur, Tasya juga sempat membagikan pandangannya soal karakter pasangan yang sebaiknya dihindari dalam pernikahan. Ia mengingatkan perempuan agar mewaspadai tanda-tanda red flag, seperti gaslighting, ketergantungan tidak sehat pada ibu, hingga sikap menghindari tanggung jawab keluarga. Pengalaman pribadinya menjadi pelajaran berharga yang dibagikannya kepada publik.
Kesimpulan
Persoalan yang membelit Tasya Farasya menunjukkan bahwa perceraian tak selalu mengakhiri konflik. Kerusakan struktur rumah Tasya Farasya yang menelan biaya perbaikan hingga Rp6 miliar, ditambah beban utang mantan suami senilai Rp37,15 miliar, menjadi ujian berat bagi sang influencer. Namun, keputusannya untuk tidak menempuh jalur pidana demi masa depan anak-anak menunjukkan kedewasaan seorang ibu. Publik pun menantikan kelanjutan dari kisah ini, terutama terkait penyelesaian tanggung jawab finansial dan perbaikan hunian mewahnya.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Mistar.id, IDN Times, IPOL.ID, VIVA, iNews.id

