Burna Boy Persembahkan Socrates Award untuk Bukayo Saka di Ballon d'Or 2026

Foto: Istimewa

Burna Boy Persembahkan Socrates Award untuk Bukayo Saka di Ballon d’Or 2026

Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Malam puncak Ballon d’Or 2026 di London Palladium menjadi saksi momen bersejarah bagi sepak bola Inggris dan Afrika. Bintang Arsenal asal Inggris keturunan Nigeria, Bukayo Saka, resmi menerima socrates award atas dedikasinya dalam kerja kemanusiaan dan kegiatan amal. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh musisi Nigeria pemenang Grammy, Burna Boy, yang menjadi seniman Nigeria pertama yang mempersembahkan trofi di ajang Ballon d’Or.

Socrates award sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan oleh France Football bersama Peace and Sport kepada pesepak bola aktif yang menggunakan pengaruh, sumber daya, dan posisi publiknya untuk mendukung tujuan sosial serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Nama penghargaan ini diambil dari legenda sepak bola Brasil, Socrates. Sebelum Saka, sejumlah nama besar pernah menerimanya, antara lain Sadio Mane, Vinicius Junior, Jenny Hermoso, dan Luis Enrique.

Momen Penyerahan yang Penuh Makna

Burna Boy diundang ke atas panggung oleh pembawa acara Kate Scott dan legenda Arsenal, Thierry Henry. Dalam kesempatan itu, ia sempat berbicara tentang akademi sepak bola yang ia dirikan beberapa tahun lalu sebagai bentuk kontribusi bagi budaya sepak bola di Nigeria. Ia berharap suatu hari nanti bisa kembali ke panggung Ballon d’Or untuk melihat salah satu pemain binaannya meraih penghargaan tertinggi sepak bola dunia.

Setelah itu, Burna Boy mengumumkan Bukayo Saka sebagai peraih socrates award 2026. Penampilan Burna Boy di London terjadi hanya beberapa jam setelah ia tampil memukau di pertunjukan paruh waktu NFL Paris 2026 di Stade de France, pada laga antara Pittsburgh Steelers dan New Orleans Saints.

Kerja Amal Saka di Balik Trofi

Saka diakui atas kerja sama amalnya dengan BigShoe, sebuah organisasi yang memberikan bantuan medis kepada anak-anak yang membutuhkan. Melalui dukungannya, ia telah membantu anak-anak memperoleh akses pengobatan yang mengubah hidup, termasuk operasi untuk memulihkan penglihatan. Pada 2022, ia bermitra dengan BigShoe dan mendanai 120 operasi medis untuk anak-anak di Kano, Nigeria.

Saat menerima penghargaan, Saka membacakan surat dari seorang anak laki-laki yang menyebutkan bahwa berkat inisiatif sang pemain, sekolahnya menerima papan tulis sehingga ia dan teman-temannya bisa belajar menulis. “Saya ingin berterima kasih kepada France Football karena telah memberi saya kesempatan untuk berada di sini. Saya berharap dapat terus menyoroti isu-isu yang dekat di hati saya,” ujar Saka. “Saya bekerja banyak dengan keluarga saya dan dengan lembaga amal bernama BigShoe, dan kami berusaha melakukan yang terbaik untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki peluang atau sumber daya yang sama seperti kami.”

Penghargaan ini menegaskan bahwa socrates award menjadi simbol tumbuhnya peran kemanusiaan dalam dunia sepak bola. Saka, yang kini menjadi salah satu pilar utama Arsenal dan timnas Inggris, membuktikan bahwa kontribusi di luar lapangan sama pentingnya dengan prestasi di atas rumput hijau.

Kemeriahan Ballon d’Or 2026

Malam itu bukan hanya milik Saka. Penyerang Bayern Munich dan kapten timnas Inggris, Harry Kane, memenangkan Ballon d’Or 2026 dan menjadi pemain Inggris pertama yang meraihnya sejak Michael Owen pada 2001. Kane mencetak 73 gol dalam 65 penampilan sepanjang musim 2025-26, termasuk 61 gol untuk Bayern yang meraih gelar ganda domestik. Sementara itu, gelandang Spanyol Alexia Putellas meraih Ballon d’Or Wanita ketiganya, menyamai rekor mantan rekan setimnya di Barcelona, Aitana Bonmati.

Sejumlah penghargaan lain juga diberikan, antara lain Pelatih Terbaik Putra untuk Luis de la Fuente, Pelatih Terbaik Putri, Klub Terbaik untuk Paris Saint-Germain, Klub Wanita Terbaik untuk Barcelona, serta Yashin Award untuk kiper terbaik yang diraih Unai Simon. Acara ini menjadi edisi ke-70 Ballon d’Or dan untuk pertama kalinya digelar di ibu kota Inggris.

Penutup

Penganugerahan socrates award kepada Bukayo Saka menjadi pengingat bahwa sepak bola memiliki kekuatan lebih dari sekadar kompetisi. Melalui kepedulian terhadap anak-anak di Afrika dan berbagai inisiatif sosial lainnya, Saka menunjukkan bahwa pesepak bola modern dapat menjadi agen perubahan. Malam di London Palladium itu pun mencatat sejarah baru, baik bagi Saka, Burna Boy, maupun bagi dunia sepak bola yang semakin menempatkan nilai kemanusiaan di jantung permainan.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: France Football, BBC Sport, Anadolu Agency, Solacebase, Fakti.bg

Suasana upacara Ballon d'Or 2026 di London