PSIS Semarang Babak Belur di Medan, Alarm Bahaya Menyala di Papan Atas Championship

Foto: Istimewa

PSIS Semarang Babak Belur di Medan, Alarm Bahaya Menyala di Papan Atas Championship

Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Kekalahan menyakitkan harus diterima PSIS Semarang pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027. Bertandang ke Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (25/10/2026) malam, Laskar Mahesa Jenar dipaksa menyerah 1-2 dari tuan rumah PSMS Medan. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi PSIS Semarang yang tengah berjuang menjaga posisi di papan atas klasemen sementara Grup A.

Kekalahan tersebut membuat PSIS Semarang gagal menambah poin dan harus rela turun ke peringkat kelima dengan koleksi 10 poin dari tujuh pertandingan. Sementara itu, PSMS Medan semakin menunjukkan taringnya. Tambahan tiga angka membawa tim berjuluk Ayam Kinantan melesat ke posisi kedua dengan 14 poin, hanya terpaut empat angka dari pemuncak klasemen PSPS Pekanbaru yang mengoleksi 18 poin.

Jalannya Pertandingan

Laga berlangsung sengit sejak menit awal. PSMS Medan mengambil inisiatif menyerang, namun sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat yang dibangun pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro. Bahkan, tim tamu hampir membuka keunggulan melalui serangan balik pada menit keempat. Felipe Cadenazzi, yang pernah menjadi bagian dari PSMS musim lalu, melepaskan ancaman yang berhasil diamankan kiper Rudi N Rajak.

Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-22. Raihan Utama yang mendapatkan ruang di luar kotak penalti melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh yang gagal dijangkau penjaga gawang PSIS. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSMS. Menjelang berakhirnya babak pertama, Ikhsan Chan memberikan assist untuk gol kedua yang dicetak Javier Siverio.

Namun, keunggulan dua gol itu harus dipertahankan dengan perjuangan lebih berat. Javier Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. Unggul jumlah pemain, Mahesa Jenar mencoba meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang gagal dimaksimalkan menjadi gol. Situasi semakin sulit ketika pemain PSIS Semarang, Riski Dwi, juga harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-82.

PSIS baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Ridwan pada menit 90+8. Gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim tamu dari kekalahan.

Pujian Eko Purdjianto untuk Mental Pemain

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, bersyukur atas kemenangan tersebut. Meski demikian, ia mengakui timnya kembali menghadapi persoalan kartu merah yang memengaruhi strategi permainan.

“Terima kasih, yang pasti kita syukuri lagi. Tapi terjadi lagi kartu merah di babak pertama. Luar biasa perjuangan pemain dengan susah payah mempertahankan keunggulan 2-0,” ungkap Eko seusai pertandingan.

Laga yang disaksikan lebih dari lima ribu penonton itu turut diwarnai kartu merah bagi pelatih PSMS Medan. Meski bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-39, Ayam Kinantan tetap mampu mengamankan tiga poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.

Evaluasi Lini Serang PSIS

Kehadiran Felipe Cadenazzi diharapkan menjadi titik balik bagi lini serang PSIS Semarang pada kompetisi musim ini. Didatangkan untuk menggantikan Rafinha, penyerang asal Argentina tersebut membawa harapan besar berkat pengalaman dan rekam jejaknya sebagai pencetak gol di sepak bola Indonesia.

Cadenazzi bukan nama asing bagi pencinta sepak bola Tanah Air. Sebelum bergabung dengan PSIS, pemain berusia 35 tahun itu pernah memperkuat Borneo FC Samarinda dan PSMS Medan. Saat membela Borneo FC pada Liga 1 2023/2024, ia membukukan 15 gol. Bersama PSMS Medan di Championship 2025/2026, ia mencetak 12 gol dari 20 penampilan.

Dengan postur sekitar 1,91 meter, Cadenazzi berpotensi memberikan dimensi berbeda dalam permainan PSIS, terutama ketika tim mengandalkan umpan silang, bola panjang, dan duel udara. Akan tetapi, dalam dua laga bersama PSIS Semarang, penyerang target man itu belum mampu memecah telur. Reputasi masa lalu tidak otomatis menjamin keberhasilan di klub baru. Cadenazzi tetap harus membangun koneksi dengan rekan-rekannya dan menyesuaikan diri dengan ritme permainan tim.

Hasil Pahit di Tingkat Akademi

Kabar kurang sedap juga datang dari tim muda. PSIS Semarang U-20 harus menelan dua kekalahan beruntun dari Persis Solo U-20 pada EPA ONE U-20 2026/2027 Grup B. Persis menang 4-1 saat bertandang ke Lapangan Wisesa PSIS Training Ground, Sabtu (24/10/2026), lalu kembali menaklukkan tuan rumah 3-0 sehari kemudian. Dengan agregat 7-1, Persis semakin kukuh di puncak klasemen dengan 16 poin dari enam pertandingan tanpa terkalahkan.

Kesimpulan

Kekalahan dari PSMS Medan menjadi alarm bahaya bagi PSIS Semarang yang kini tertahan di peringkat kelima Grup A. Persoalan produktivitas gol, adaptasi penyerang baru, hingga inkonsistensi performa tim muda menjadi pekerjaan rumah besar bagi Widodo Cahyono Putro dan jajarannya. Jika tidak segera dibenahi, posisi Mahesa Jenar di papan atas berpotensi terus tergerus pada pekan-pekan berikutnya.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber: Radar Semarang, VIVA Medan, Antara

Suasana pertandingan sepak bola PSIS Semarang