Maarten Paes, Penjaga Gawang yang Bawa Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

Foto: Istimewa

Maarten Paes, Penjaga Gawang yang Bawa Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Nama maarten paes kembali menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia menorehkan sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, itu menjadi salah satu sosok penting di balik kokohnya pertahanan Garuda sejak fase grup hingga akhirnya mengakhiri puasa gelar selama 35 tahun.

Partai puncak yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, berlangsung dramatis. Indonesia dan Thailand harus melewati waktu normal dan perpanjangan waktu dengan skor imbang sebelum akhirnya Garuda menang melalui adu penalti 4-2. Pelatih John Herdman memainkan dua kiper berbeda sepanjang turnamen, dengan maarten paes mengawal dua laga awal dan Emil Audero tampil di dua laga akhir.

Dua Clean Sheet dan Delapan Penyelamatan

Kontribusi maarten paes terlihat jelas pada fase grup. Ia dipercaya menjaga gawang Indonesia saat menghadapi Singapura dan Malaysia. Melawan Singapura, ia mencatatkan clean sheet dalam kemenangan 2-0. Ujian lebih berat datang ketika Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-36 akibat kartu merah Thom Haye, namun Paes tampil gemilang dengan delapan penyelamatan hingga laga berakhir 0-0.

Dua clean sheet tersebut menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk melaju ke fase berikutnya. Statistik mencatat, performa Paes di bawah mistar menjadi salah satu kunci mengapa lini belakang Garuda sulit ditembus lawan.

Pesan Emosional Jelang Partai Puncak

Jelang laga final, maarten paes sempat membagikan pesan emosional melalui akun LinkedIn pribadinya. Ia menyebut kesempatan meraih trofi bersama Indonesia di hadapan pendukung sendiri sebagai momen yang sangat berarti dalam kariernya. Pesan itu menjadi gambaran betapa besar hasratnya memberi gelar bagi skuad Garuda.

Meski tidak tampil di final, kontribusi Paes tetap diakui. Laman resmi Ajax Amsterdam bahkan menyoroti keberhasilannya dalam laporan berbahasa Belanda berjudul “Paes wint FIFA ASEAN Cup met Indonesie”. Klubnya menyatakan Paes segera kembali bergabung setelah tugas negara selesai.

Peran Emil Audero di Laga Penentuan

Di sisi lain, Emil Audero menjadi penentu di laga final. Meski kebobolan dua gol dari Thailand yang dicetak Iklas Sanron dan Peeradol Chamrasamee, ia melakukan satu penyelamatan emas di injury time ketika sontekan tumit Faarhan berhasil ditepisnya. Bola kemudian diamankan Vickery yang mengoper lambung ke Verdonk, lalu diteruskan ke Egy dan Ole sebelum dituntaskan Baker untuk mencetak gol kesembilan.

Pada babak adu penalti, Emil menunjukkan kelasnya sebagai kiper berpengalaman. Kiper berusia 29 tahun itu sukses menepis tendangan Nattapong Sayriya dan mengantar Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Nadeo Argawinata yang tak henti memberi dukungan dari bench juga menjadi bagian dari kesuksesan trio kiper ini.

Reaksi Para Kiper Usai Juara

Emil Audero menuliskan ucapan terima kasih kepada suporter, staf kepelatihan, dan semua pihak yang bekerja di balik layar. “Apa yang kita lakukan dalam hidup akan bergema di keabadian. SEJARAH dibuat! Ini adalah hari bersejarah, JUARA!” tulisnya di Instagram.

Sementara itu, maarten paes menuliskan pesan singkat penuh makna. “ASEAN Cup Winners,” tulisnya di Instagram dengan foto saat dirinya dan rekan setim mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Ungkapan itu menjadi penanda berakhirnya dahaga gelar Skuad Garuda.

Bukan Hanya Soal Pemain Keturunan

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah menegaskan bahwa hasil bagus timnya bukan semata karena andil pemain keturunan seperti Justin Hubner, Jay Idzes, hingga maarten paes. Menurutnya, hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi dan 0-0 melawan Australia adalah buah kerja keras seluruh anggota tim, termasuk pemain lokal seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, dan Witan Sulaeman.

“Semua pemain melakukan dengan sangat bagus, tidak hanya pemain naturalisasi. Semua anggota tim sejauh ini melakukan yang terbaik,” kata Shin dalam sesi jumpa pers. Pernyataan itu menegaskan bahwa kesuksesan Garuda adalah hasil kolektif, bukan sekadar nama-nama besar di atas kertas.

Kesimpulan

Kisah maarten paes bersama Timnas Indonesia menjadi bukti bahwa konsistensi dan kerja keras mampu mengubah sejarah. Dua clean sheet dan delapan penyelamatan di fase grup, ditambah kontribusi Emil Audero di laga final, membawa Garuda mengakhiri puasa gelar 35 tahun. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya milik para pemain di lapangan, tetapi juga milik seluruh pendukung dan mereka yang bekerja di balik layar. Kini, tantangan berikutnya menanti: menjaga momentum agar prestasi ini bukan sekadar puncak sesaat, melainkan awal dari era kejayaan sepak bola Indonesia.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

Sumber Berita: detikSport, detikSepakbola, ANTARA, Suara.com, JawaPos.com, Instagram Emil Audero, Laman Resmi Ajax