Kalimantan Update – 08 Oktober 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap Mulai November-Desember 2026. Artinya, awal musim hujan di Provinsi Kalimantan Selatan tidak akan berlangsung serentak di seluruh wilayah. Sebagian daerah diprakirakan mulai diguyur hujan pada November, sementara sebagian lainnya baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
Prediksi tersebut disampaikan Yosef Luky Dwi Prasetya dari BMKG dalam konferensi pers daring bertajuk prediksi musim hujan 2026/2027 Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026). Paparan disusun berdasarkan analisis Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I Kalsel yang memetakan awal musim hujan, sifat musim, puncak musim, hingga durasi musim hujan di seluruh kabupaten dan kota.
Awal Musim Hujan Terbelah Dua Wilayah
Hasil analisis Staklim Kelas I Kalsel menunjukkan bahwa 49,3 persen wilayah Kalsel diprediksi memasuki awal musim hujan pada November 2026. Sementara itu, 50,7 persen wilayah lainnya diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Kondisi ini menegaskan bahwa Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap Mulai November-Desember dan tidak terjadi secara bersamaan.
Dibandingkan kondisi normal periode 1991–2020, awal musim hujan tahun ini cenderung mengalami keterlambatan. Sebanyak 64,5 persen wilayah Kalsel diprediksi mundur tiga dasarian atau lebih, 27,7 persen wilayah mundur satu dasarian, dan 7,8 persen wilayah mundur dua dasarian. Keterlambatan ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada pola tanam, ketersediaan air, serta risiko kebakaran hutan dan lahan.
El Niño dan IOD Positif Jadi Pemicu
Kombinasi kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap mundurnya awal musim hujan di sejumlah wilayah. Meski demikian, sifat musim hujan 2026/2027 di Kalsel secara keseluruhan diprakirakan normal pada 100 persen wilayah. Artinya, dari sisi sifat musim, curah hujan diprediksi berada dalam kategori normal dibandingkan rata-ratanya.
Puncak Musim Hujan Bergeser
Untuk puncak musim hujan, wilayah Kalsel paling banyak diprediksi mengalami puncak pada Januari 2027, yakni 56,4 persen wilayah. Sebanyak 36 persen wilayah diprediksi mencapai puncak pada Desember 2026, sedangkan 4,7 persen pada Maret 2027 dan 2,9 persen pada Mei 2027.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, puncak musim hujan diprediksi mundur satu bulan pada 53,1 persen wilayah Kalsel, sama dengan normal pada 40,5 persen wilayah, dan maju satu bulan pada 6,3 persen wilayah. Adapun durasi musim hujan diprediksi berkisar 19–21 dasarian pada 46,6 persen wilayah, 22–24 dasarian pada 50,4 persen wilayah, serta 25–27 dasarian pada 2,9 persen wilayah Kalsel.
| Parameter | Prediksi |
|---|---|
| Awal musim hujan November 2026 | 49,3 persen wilayah |
| Awal musim hujan Desember 2026 | 50,7 persen wilayah |
| Puncak musim hujan Januari 2027 | 56,4 persen wilayah |
| Sifat musim hujan normal | 100 persen wilayah |
Antisipasi Kekeringan hingga Banjir
Dengan adanya potensi keterlambatan awal musim hujan, masyarakat dan pemerintah daerah diminta tetap mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla, terutama pada September-Oktober. Pada saat musim hujan mulai berlangsung, kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi banjir dan longsor.
BMKG merekomendasikan sejumlah langkah antisipasi lintas sektor:
- Pertanian: penyesuaian jadwal tanam serta pemilihan varietas tanaman dengan siklus tanam lebih pendek.
- Sumber daya air: pemanfaatan air hujan dengan meningkatkan kapasitas tampung, mengoptimalkan sistem drainase, dan konservasi air.
- Kesehatan: mengantisipasi peningkatan penyakit yang berkaitan dengan genangan air melalui pemberantasan sarang nyamuk dan larvasidasi.
- Kebencanaan: memperkuat kesiapan evakuasi dan sistem drainase menghadapi periode awal hingga puncak musim hujan.
Warga diimbau memantau informasi cuaca terkini dari BMKG secara berkala. Dengan begitu, Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap Mulai November-Desember dapat dihadapi dengan persiapan yang matang, baik di level rumah tangga maupun pemerintah daerah.
Kesimpulan
Prediksi Musim Hujan Kalsel Datang Bertahap Mulai November-Desember 2026 menuntut kewaspadaan semua pihak. Meski sifat musim diprakirakan normal, keterlambatan awal musim hujan akibat El Niño dan IOD positif berpotensi memperpanjang periode kering sekaligus memindahkan puncak hujan ke Januari 2027. Kolaborasi antara BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko kekeringan, karhutla, banjir, hingga longsor di Kalimantan Selatan.
Penulis: Syaifullah | Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo

