Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satu langkah utama yang tengah disiapkan adalah program Siapkan Pembasahan 1 650 Hektare Gambut di Kalsel, yang menjadi bagian dari strategi terpadu penanganan Karhutla. Program ini difokuskan pada kawasan gambut rawan terbakar dengan cara menaikkan muka air Sungai Martapura agar lahan kembali basah.
Rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, usai memimpin apel penanganan Karhutla di Pos Lapangan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Minggu (11/10/2026) pagi. Menurut Hanif, pembasahan gambut menjadi kunci untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan risiko kebakaran.
“Jadi di tempat kita berdiri hari ini, ini kita akan rendam. Jadi kita telah bekerja sama dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) untuk menaikkan air Sungai Martapura untuk merendam kembali,” ujarnya, dikutip dari Media Center Kalsel.
Langkah Siapkan Pembasahan 1 650 Hektare Gambut di Kalsel ini meniru pendekatan yang sebelumnya berhasil diterapkan di kawasan Gunung Damar dan Liang Anggang. Dengan pasokan air yang cukup, lahan gambut diharapkan tetap lembap sehingga tidak mudah terbakar.
Kolaborasi Lintas Sektor
Penanganan kawasan gambut ini melibatkan personel TNI, Polri, serta jajaran unit usaha yang beroperasi di Kalsel. Pengerahan lintas sektor ini bertujuan memperkuat kemampuan penanganan di lapangan. Dukungan peralatan juga disiapkan melalui pengerahan mobil tangki air. Korem 101/Antasari menyediakan 15 unit, sedangkan pihak swasta menambah sekitar 30 unit untuk mendukung operasi.
Selain pembasahan gambut, pemerintah juga menyiapkan penanganan terhadap lahan persawahan bekas panen atau gagal panen. Sisa tanaman yang berpotensi menjadi bahan bakar kebakaran akan dibalik menggunakan peralatan pertanian, dengan target penyelesaian dalam satu minggu. Upaya ini merupakan bagian dari strategi penanganan yang lebih terfokus dan melibatkan banyak pihak. Sekitar 350 dunia usaha diminta berkontribusi langsung melalui personel maupun peralatan.
Target dan Harapan
Pemerintah berharap seluruh langkah tersebut dapat dijalankan secara terkoordinasi selama satu minggu ke depan, dengan penyesuaian berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Pola penanganan terpadu di Kalsel diharapkan menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi kerawanan Karhutla, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Dengan inisiatif Siapkan Pembasahan 1 650 Hektare Gambut di Kalsel, pemerintah menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi Karhutla. Pembasahan gambut tidak hanya mencegah kebakaran, tetapi juga menjaga ekosistem gambut yang rentan. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi semua pihak dan pemantauan berkelanjutan.
Langkah Siapkan Pembasahan 1 650 Hektare Gambut di Kalsel juga menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan lingkungan. Diharapkan, upaya ini dapat mengurangi titik panas dan kabut asap yang sering melanda wilayah tersebut.
Sebagai penutup, program pembasahan gambut seluas 1.650 hektare ini merupakan terobosan penting dalam mitigasi Karhutla. Dengan dukungan semua pihak, target penanganan dapat tercapai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Kalimantan Selatan.
Penulis: Syaifullah, Oktavianus A
Editor: Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Kanal Kalimantan
