Al Ahli Panen Kontroversi di Liga Champions Asia: Menang 3-1, Trincão Bersinar, tetapi Insiden Botol Air dan Cedera Abu Al-Shamat Jadi Sorotan

Foto: Istimewa

Al Ahli Panen Kontroversi di Liga Champions Asia: Menang 3-1, Trincão Bersinar, tetapi Insiden Botol Air dan Cedera Abu Al-Shamat Jadi Sorotan

Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Al Ahli kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola Asia. Klub raksasa Arab Saudi itu sukses mengalahkan Al Wasl dari Uni Emirat Arab dengan skor 3-1 pada laga kedua fase liga AFC Champions League Elite 2026/2027 di Stadion Zabeel, Dubai, Senin malam. Namun, kemenangan al ahli tidak datang tanpa drama. Laga yang mempertemukan dua tim dengan pemain berdarah Portugal ini diwarnai ketegangan, cedera serius, hingga insiden pelemparan botol air ke arah pemain yang tengah diangkut dengan tandu.

Francisco Trincão menjadi bintang lapangan bagi al ahli. Mantan pemain Sporting CP itu membuka keunggulan melalui assistnya pada menit ke-20. Umpan sepak pojoknya dari sisi kanan disambut sundulan Ibanez yang tidak mampu dihalau kiper Al Wasl. Keunggulan al ahli bertahan hingga menjelang turun minum, sebelum Pedro Malheiro menyamakan kedudukan pada menit 45+3. Malheiro yang juga eks pemain Portugal melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti, meski kiper al ahli sebenarnya bisa berbuat lebih baik.

Pada babak kedua, Trincão kembali menunjukkan kelasnya. Menit ke-58, ia memanfaatkan bola rebound dan menyelesaikan peluang dengan cara elegan, membawa al ahli kembali unggul 2-1. Gol tersebut menjadi bukti ketajaman pemain yang pernah memperkuat tim nasional Portugal itu. Al Wasl yang diperkuat mantan penyerang FC Porto, Mehdi Taremi, berusaha mengejar, tetapi pertahanan al ahli tetap solid. Pada menit 90+1, Firas memanfaatkan kesalahan marking dan menutup laga dengan gol ketiga, memastikan al ahli membawa pulang tiga poin penuh.

Sayangnya, pertandingan ini tercoreng oleh insiden tidak sportif. Saleh Abu Al-Shamat, winger al ahli, harus meninggalkan lapangan dengan cedera sekitar 30 menit sebelum pertandingan usai. Insiden bermula dari perselisihan dengan pemain Al Wasl, Adrielson Silva. Keduanya terlibat adu mulut dan gestur, sebelum Silva terlihat memukul kepala Abu Al-Shamat yang membuat pemain al ahli itu jatuh ke tanah. Wasit tidak mengeluarkan kartu merah untuk kedua pemain, memicu protes dari kubu al ahli.

Ketegangan memuncak ketika Abu Al-Shamat diangkut dengan tandu. Sejumlah oknum suporter dilaporkan melemparkan botol air ke arah pemain yang sedang cedera tersebut. Insiden ini terekam kamera dan viral di media sosial, memicu kecaman luas. Banyak pihak mempertanyakan standar keamanan pemain dan perilaku penonton dalam laga sekelas Liga Champions Asia. Sebelum kick-off, tensi sudah memanas setelah laporan bahwa suporter Al Wasl mencemooh saat lagu kebangsaan Arab Saudi dikumandangkan.

Di sisi lain, hasil ini membawa al ahli mengoleksi empat poin dari dua laga, sementara Al Wasl masih belum meraih poin. Kemenangan ini juga mempertegas posisi al ahli sebagai salah satu kandidat kuat di fase liga. Pelatih dan pemain al ahli diharapkan tetap fokus menghadapi laga-laga berikutnya, meski bayang-bayang insiden cedera Abu Al-Shamat dan kritik terhadap kepemimpinan wasit masih menghantui.

Kontroversi di laga al ahli versus Al Wasl menjadi pengingat bahwa sepak bola Asia masih menghadapi tantangan besar dalam hal sportivitas, keamanan, dan pengelolaan pertandingan. AFC sebagai otoritas tertinggi diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk meninjau rekaman insiden dan memberi sanksi tegas jika diperlukan. Tanpa langkah nyata, kejadian serupa berpotensi terulang dan merusak citra kompetisi.

Bagi al ahli, fokus kini beralih ke pertandingan berikutnya. Kemenangan atas Al Wasl menjadi modal berharga, tetapi konsistensi dan disiplin di dalam maupun luar lapangan akan menjadi kunci. Sementara itu, dunia sepak bola menanti respons resmi dari AFC dan federasi terkait terkait insiden yang mencoreng nama baik al ahli dan kompetisi secara keseluruhan.

Tags: