Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Pertandingan FC Seoul vs Jeju United dalam lanjutan K League 1 2026/2027 berlangsung sengit di Stadion Piala Dunia Seoul, Sabtu (10/10/2026). Tuan rumah FC Seoul sukses mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Jeju United, sebuah hasil yang krusial dalam perburuan gelar juara. Laga FC Seoul vs Jeju United ini menjadi sorotan karena kedua tim tampil agresif sejak awal.
Babak pertama berjalan ketat. FC Seoul harus kehilangan gelandang kunci Lee Seung-mo akibat cedera pada menit ke-39, digantikan Son Jeong-beom. Meski mendominasi, tuan rumah belum mampu mencetak gol hingga turun minum. Jeju United yang mengandalkan serangan balik cepat beberapa kali merepotkan pertahanan Seoul.
Memasuki babak kedua, FC Seoul langsung mengambil inisiatif. Moon Seon-min membuka keunggulan pada menit ke-46, memanfaatkan kelengahan lini belakang Jeju. Gol tersebut membangkitkan semangat tuan rumah. Namun, Jeju United tidak tinggal diam. Mereka merespons dengan memasukkan Kwon Gi-min dan Lee Gun-hee. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-72 melalui gol Lee Gun-hee, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Patryk Klimala muncul sebagai pahlawan. Striker asal Polandia itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-78, membawa FC Seoul unggul 2-1. Gol tersebut merupakan gol ke-14 Klimala di K League musim ini, sekaligus menegaskan statusnya sebagai top skor sementara. Kemenangan ini membuat FC Seoul semakin kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin dari 31 pertandingan, unggul jauh dari pesaing terdekat.
Pelatih FC Seoul, Kim Ki-dong, menyambut baik hasil ini. Ia mengaku bangga atas perjuangan pemain yang mampu mengatasi tekanan. “Kami berhasil melewati ancaman kekalahan beruntun. Kemenangan ini sangat berarti,” ujarnya dalam konferensi pers. Kim Ki-dong juga menyoroti cedera yang dialami Lee Seung-mo. “Hasil pemeriksaan menunjukkan cedera pada sisi medial lutut. Kami harus kehilangan dia untuk waktu yang lama,” tambahnya.
Dengan tambahan tiga poin, FC Seoul kini hanya membutuhkan tujuh poin lagi dari tujuh laga tersisa untuk memastikan gelar juara pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Pelatih Kim Ki-dong pun menargetkan rekor 21 kemenangan seperti musim 2016. “Kemenangan ke-20 ini belum cukup. Lebih baik jika kami bisa mencapai 21 atau 22 kemenangan,” tegasnya.
Sementara itu, Jeju United harus menerima kekalahan yang memutus rekor tak terkalahkan mereka dalam lima laga terakhir. Meski demikian, pelatih Kim Ki-dong tetap mengapresiasi kualitas Jeju. “Mereka tim solid dengan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Itulah mengapa mereka berada di posisi empat,” pujinya. Jeju United kini menempati peringkat keempat dengan 46 poin.
Kemenangan FC Seoul vs Jeju United ini juga menjadi bukti kedalaman skuad tuan rumah. Meski kehilangan Lee Seung-mo, mereka mampu tampil solid. Kombinasi Moon Seon-min dan Patryk Klimala di lini depan menjadi ancaman serius bagi lawan. Jeju United sendiri tampil disiplin, namun kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.
Bagi publik sepak bola Korea Selatan, laga FC Seoul vs Jeju United selalu menyajikan tensi tinggi. Kedua tim memiliki sejarah rivalitas yang ketat. Kemenangan ini memperlebar jarak FC Seoul dari kejaran tim peringkat kedua, yang sebelumnya sempat menipis. Pelatih Kim Ki-dong mengakui bahwa tekanan psikologis sempat menghantui pemain, namun mereka mampu mengatasinya dengan baik.
Secara keseluruhan, pertandingan FC Seoul vs Jeju United menjadi momen penting bagi FC Seoul dalam upaya meraih gelar juara. Dengan performa konsisten dan mentalitas juara, FC Seoul semakin dekat menuju tangga juara. Jeju United masih memiliki peluang untuk finis di posisi yang lebih baik, tetapi kekalahan ini menjadi pukulan telak. Sepak bola Korea Selatan kembali menyajikan drama yang menarik, dan FC Seoul vs Jeju United akan dikenang sebagai salah satu laga penentu musim ini.

