Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Jakarta – Masyarakat kembali dihebohkan dengan beredarnya tautan pendaftaran bantuan sosial (bansos) palsu yang mengatasnamakan program BLT Kesra. Hoaks ini menyebar luas melalui media sosial Facebook dan aplikasi percakapan WhatsApp, menawarkan bantuan uang tunai hingga beras kepada warga yang mengklik tautan tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, tim Cek Fakta Liputan6.com mengumpulkan sejumlah hoaks link pendaftaran bansos yang meresahkan, mulai dari klaim uang tunai Rp 5,4 juta hingga bantuan beras.
Modus penipuan ini biasanya meminta korban mengisi formulir pendaftaran dengan data kependudukan lengkap, seperti NIK, nomor KK, dan nomor rekening. Pelaku kemudian memanfaatkan data tersebut untuk kejahatan siber atau penipuan finansial. Pemerintah melalui Kementerian Sosial menegaskan bahwa penyaluran BLT Kesra tidak pernah melalui tautan pendaftaran daring yang disebar di media sosial. Proses pendaftaran bansos resmi dilakukan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Berikut beberapa hoaks link pendaftaran bansos yang berhasil dihimpun:
- Hoaks Bansos Uang Tunai Rp 5,4 Juta: Beredar di Facebook pada 8 Oktober 2026, klaim ini mencatut Kementerian Sosial dengan iming-iming tanpa perantara dan tanpa antrean. Pendaftar diminta segera mengisi formulir sebelum kuota terpenuhi.
- Hoaks Bansos Beras 10 Kg: Tautan ini menyebar di grup WhatsApp dengan ajakan mendaftar untuk mendapatkan bantuan beras gratis. Korban diarahkan ke situs palsu yang meminta data pribadi.
- Hoaks Bansos dari Program Indonesia Pintar: Pelaku mengaku sebagai petugas resmi dan meminta korban mentransfer sejumlah uang administrasi.
Pakar keamanan siber mengingatkan bahwa ciri-ciri hoaks bansos biasanya menggunakan tautan tidak resmi (bukan domain .go.id), meminta data sensitif, dan menjanjikan bantuan dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi seperti situs Kementerian Sosial atau dinas sosial setempat.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban yang mengalami kerugian materiil akibat hoaks BLT Kesra ini. Namun, potensi penyalahgunaan data pribadi sangat tinggi. Kepolisian mengimbau warga untuk tidak mudah percaya dan segera melaporkan jika menemukan tautan mencurigakan.
Pemerintah terus menggencarkan sosialisasi mengenai penyaluran BLT Kesra yang aman dan transparan. Pastikan Anda hanya mengakses informasi dari sumber terpercaya dan jangan pernah membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Tetap waspada, karena keamanan data adalah tanggung jawab bersama.
Kesimpulan: Maraknya hoaks link pendaftaran bansos BLT Kesra menuntut kewaspadaan masyarakat. Selalu cek fakta sebelum bertindak, dan ingatlah bahwa bantuan sosial resmi tidak pernah meminta data pribadi melalui tautan sembarangan. Lindungi diri dan keluarga dari penipuan dengan tidak mengklik tautan mencurigakan.

