Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global di TEI 2026

Foto: Istimewa

Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global di TEI 2026

Kalimantan Update – 15 Oktober 2026 | Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan komitmennya untuk mendorong hilirisasi produk desa agar mampu menembus pasar global. Hal ini disampaikannya saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026). Menurut Yandri, pameran perdagangan internasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing produk olahan desa di kancah dunia. “Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada para pelaku usaha desa dan masyarakat luas.

Dalam kunjungannya ke area pameran, Yandri menyempatkan diri mencicipi sejumlah inovasi pangan lokal asal Fakfak, Papua Barat. Produk yang diperkenalkan mencakup perpaduan sagu dan buah merah Papua serta manisan pala. Ia menilai pengolahan bahan pangan lokal tersebut menunjukkan potensi besar desa dalam menghasilkan produk bernilai tambah. Apresiasi pun disampaikan kepada para pelaku usaha dari daerah tersebut. “Ini merupakan produk dari Fakfak, Papua Barat. Luar biasa inovasinya dalam melakukan hilirisasi. Tadi ada sagu dicampur Buah Merah Papua, enak sekali dan bagus. Ada juga manisan pala,” ujar Yandri.

Lebih lanjut, Yandri menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk desa. Dengan hilirisasi, produk desa tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengangkat perekonomian desa dan mengurangi kesenjangan dengan perkotaan. “Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global” menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional.

Trade Expo Indonesia ke-41 sendiri merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh berbagai negara. Pameran ini menjadi wadah bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk produk desa, untuk dipromosikan ke pasar global. Yandri berharap agar produk hilirisasi desa dapat terus dikembangkan dan dipasarkan secara lebih luas. Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat desa untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan produk desa.

Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk desa. Menurutnya, inovasi seperti yang dilakukan oleh pelaku usaha dari Fakfak harus diapresiasi dan dijadikan contoh bagi daerah lain. “Kami akan terus mendorong agar semakin banyak desa yang mampu menghasilkan produk olahan berkualitas,” tambahnya. Ia juga berjanji akan memberikan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan bagi pelaku usaha desa.

Sejumlah produk desa yang dipamerkan dalam TEI ke-41 antara lain kerajinan tangan, makanan olahan, minuman herbal, dan produk tekstil. Beberapa di antaranya telah menembus pasar ekspor ke negara-negara seperti Malaysia, Singapura, dan Jepang. Hal ini menunjukkan bahwa produk desa memiliki daya saing yang tidak kalah dengan produk dari daerah perkotaan. “Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global” menjadi slogan yang menggema di seluruh area pameran.

Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terus berupaya meningkatkan kapasitas desa melalui berbagai program. Salah satunya adalah program Dana Desa yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif. Yandri mengajak seluruh kepala desa dan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. “Jangan takut untuk berinovasi dan mencoba hal baru. Desa kita kaya akan sumber daya alam dan budaya yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi,” pesannya.

Selain itu, Yandri juga menyoroti pentingnya digitalisasi pemasaran. Menurutnya, produk desa harus mampu bersaing di era digital dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial. Ia berencana menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memberikan pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha desa. Dengan begitu, produk desa dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Dalam sesi dialog dengan pelaku usaha, Yandri mendengarkan berbagai keluhan dan masukan. Beberapa di antaranya adalah kendala akses permodalan, sertifikasi produk, dan distribusi. Yandri berjanji akan menindaklanjuti hal tersebut dengan kementerian dan lembaga terkait. “Kami akan memfasilitasi agar produk desa dapat memenuhi standar internasional, sehingga bisa diterima di pasar global,” ujarnya.

Acara Trade Expo Indonesia ke-41 ini juga dihadiri oleh sejumlah duta besar dan perwakilan negara sahabat. Mereka menunjukkan minat yang besar terhadap produk-produk desa yang dipamerkan. Beberapa bahkan menyatakan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dagang. Hal ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha desa untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Dengan semangat “Yandri Dorong Hilirisasi Produk Desa Tembus Pasar Global”, diharapkan semakin banyak produk desa yang mampu bersaing di pasar internasional. Hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat desa. Pemerintah akan terus mendukung melalui kebijakan dan program yang berpihak pada desa. Mari kita dukung bersama upaya ini demi kemajuan ekonomi nasional yang berkeadilan.