Mengenal Sahabat KBC Kemenag, Aplikasi Survei Nasional di Balik Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Foto: Istimewa

Mengenal Sahabat KBC Kemenag, Aplikasi Survei Nasional di Balik Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Kalimantan Update – 18 Oktober 2026 | Kementerian Agama Republik Indonesia terus menggencarkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah, dan kini hadir sahabat kbc kemenag sebagai aplikasi pendukung evaluasi program tersebut. Aplikasi ini menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai cinta, toleransi, dan kepedulian tertanam dalam proses pembelajaran di madrasah seluruh Indonesia. Guru dan murid yang terpilih sebagai responden diminta mengisi evaluasi melalui platform digital yang telah disiapkan oleh operator madrasah masing-masing.

Kurikulum Berbasis Cinta sendiri merupakan pendekatan pendidikan yang digagas Kemenag untuk menanamkan nilai-nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. Pendekatan ini dilatarbelakangi masih adanya sikap intoleran, kebiasaan saling menyalahkan, serta kebencian terhadap orang lain karena perbedaan keyakinan. Melalui KBC, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perubahan sikap peserta didik. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, sehingga KBC bukan mata pelajaran baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang membentuk peserta didik yang toleran, humanis, cinta tanah air, dan peduli lingkungan.

Lima Pilar Panca Cinta sebagai Landasan

Implementasi KBC bertumpu pada lima pilar atau Panca Cinta. Kelima pilar tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber spiritualitas, cinta kepada ilmu untuk mendorong pembelajaran sepanjang hayat, serta cinta kepada diri sendiri dan sesama yang menumbuhkan empati, kolaborasi, dan kerukunan. Selanjutnya, terdapat cinta lingkungan yang menanamkan kesadaran merawat alam sebagai ciptaan Tuhan, serta cinta tanah air yang mendorong nasionalisme, toleransi, dan persatuan.

Dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Perspektif QS. Ali ‘Imran [3]: 31”, KBC ditekankan sebagai upaya membangun ruh cinta kepada Allah, keteladanan Rasulullah, serta kepedulian terhadap sesama dan alam. Nilai-nilai itu diharapkan membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan tanggung jawab sosial maupun ekologis.

Peran Sahabat KBC Kemenag dalam Evaluasi Nasional

Aplikasi sahabat kbc kemenag digunakan untuk mendukung evaluasi penerapan KBC di madrasah. Guru dan murid yang terpilih perlu login menggunakan akun yang telah disiapkan oleh admin atau operator madrasah. Adapun langkah penggunaannya adalah sebagai berikut:

  1. Buka situs resmi Sahabat KBC melalui tautan madrasah.kemenag.go.id/sahabatkbc/login.
  2. Siapkan kartu akun yang diberikan oleh operator madrasah.
  3. Masukkan username dan password sesuai informasi pada kartu akun.
  4. Setelah berhasil masuk, periksa dasbor untuk melihat menu dan jadwal pengisian evaluasi.

Bagi responden yang belum mendapatkan username dan password, disarankan menghubungi operator madrasah terlebih dahulu. Partisipasi dalam survei nasional ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap penguatan budaya pendidikan di madrasah. Sebagai contoh, Madrasah Aliyah Negeri 2 Parigi mengikutsertakan dua guru dan 16 siswa dari kelas X dan XI, yang setara dengan 5 persen dari total guru dan siswa, untuk memberikan tanggapan sesuai kondisi dan pengalaman pendidikan mereka.

Penguatan Karakter hingga Indonesia Emas 2045

Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang turut mendorong penguatan implementasi KBC di lingkungan madrasah. Sekretaris DPW Perkumpulan Guru Inpassing Nasional Provinsi Banten, Fahru Rijal, menjelaskan bahwa KBC merupakan inisiatif pendidikan karakter yang dikembangkan Kemenag RI melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025. Menurutnya, KBC bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan “ruh” atau nilai esensial yang melengkapi dan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran serta kegiatan pembelajaran yang sudah ada.

Penerapan KBC bertujuan memperkuat karakter peserta didik sekaligus merespons berbagai persoalan sosial, seperti perundungan dan intoleransi. Pendekatan ini juga diharapkan membangun generasi yang berkarakter, toleran, dan memiliki kepedulian sosial dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Lebih dari itu, KBC mendorong perubahan pola pikir dalam pembelajaran melalui keteladanan guru dan interaksi positif sehari-hari, dengan mengedepankan compassionate teaching atau pembelajaran yang mengutamakan kasih sayang, kepedulian, dan pemahaman terhadap peserta didik, bukan pendekatan yang mengandalkan hukuman maupun perlakuan kasar.

Kehadiran sahabat kbc kemenag menjadi kunci untuk memastikan program ini berjalan sesuai arah. Data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi kebijakan pendidikan Islam yang lebih tepat sasaran. Dengan melibatkan guru dan murid secara langsung, ekosistem madrasah pun didorong untuk berpartisipasi aktif dalam peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai penutup, Kurikulum Berbasis Cinta bersama aplikasi sahabat kbc kemenag menunjukkan komitmen Kemenag dalam menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, dan emosional peserta didik. Kolaborasi antara kebijakan, teknologi evaluasi, dan partisipasi warga madrasah menjadi langkah nyata membangun generasi madrasah yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak mulia, toleran, dan bertanggung jawab terhadap sesama serta lingkungan.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Kemenag, Radar Banten, Akurat.co, Bisnisia.id