Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Laga levante vs sevilla yang digelar di Stadion Ciutat de València memang berakhir dengan skor dramatis 3-3, namun yang paling menyita perhatian publik sepak bola Spanyol bukanlah hasil akhirnya, melainkan rentetan insiden yang terjadi di dalam dan di luar lapangan. Pertandingan yang berlangsung pada Senin malam tersebut menjadi sorotan setelah wasit Adrián Cordero Vega mencatat sejumlah kejadian penting dalam laporan pertandingannya, mulai dari ekspulsi pemain hingga hujan botol dari tribun penonton.
Insiden puncak dalam laga levante vs sevilla terjadi pada menit ke-95, saat Isaac Romero mencetak gol ketiga Sevilla yang membuat tim tamu berbalik unggul 3-2. Selebrasi Romero dengan gestur meminta penonton lokal diam memicu kemarahan suporter tuan rumah. Ribuan botol plastik, gelas, dan benda lain dilemparkan ke arah area selebrasi para pemain Sevilla.
Dalam laporan resminya, Cordero Vega menulis bahwa aficionados klub tuan rumah yang diidentifikasi melalui warna jersey mereka melontarkan berbagai benda tanpa mengenai siapa pun. Wasit asal Cantabria itu menyebut pihaknya langsung menerapkan langkah pertama dari Protokol Pelemparan Benda, dan pertandingan dilanjutkan tanpa insiden lanjutan. Namun, rekaman video yang beredar di media sosial membantah sebagian keterangan tersebut, karena terlihat jelas setidaknya satu botol menghantam kerumunan pemain Sevilla, dan botol lain mengenai kaki Juan Iglesias setelah memantul di lapangan.
Ekspulsi Isaac Romero dan Kontroversi Kartu Kuning
Romero sendiri harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua. Wasit menilai gestur menutup mulut dengan jari telunjuk sebagai bentuk provokasi terhadap penonton. Menariknya, Cordero Vega mengakui adanya kesalahan penulisan menit pada laporan tersebut, dan menyatakan kartu kuning kedua sebenarnya diberikan pada menit ke-95, bukan menit ke-90 seperti tercatat awal.
Pelatih Sevilla, Luis García, mengungkapkan bahwa dirinya turut menjadi korban pelemparan botol pada akhir pertandingan. Ia mendesak pihak berwenang untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan, baik yang terjadi di Valencia, Sevilla, maupun stadion mana pun. Insiden dalam laga levante vs sevilla ini menambah panjang daftar masalah disipliner yang melibatkan suporter sepak bola Spanyol.
Denda Rp10 Juta untuk Levante Picu Perdebatan
Komite Kompetisi menjatuhkan sanksi berupa denda maksimal 602 euro atau sekitar Rp10 juta kepada Levante UD atas pelanggaran ringan terkait gangguan ketertiban pertandingan. Hukuman ini dijatuhkan berdasarkan Pasal 117 Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Besaran denda tersebut langsung menuai protes dari kalangan pendukung Sevilla yang menilai ada ketidakadilan dalam penerapan sanksi.
Perbandingan pun muncul dengan kasus yang menimpa Sevilla pada musim lalu. Saat itu, Sevilla dijatuhi sanksi penutupan sebagian stadion selama tiga pertandingan serta denda 45.000 euro atau sekitar Rp765 juta akibat insiden dalam laga derbi melawan Real Betis. Meski akhirnya denda direduksi menjadi 6.000 euro dan penutupan tribun Gol Norte dibatalkan oleh Tribunal Administratif del Deporte (TAD), perbedaan besaran hukuman tetap menjadi perdebatan hangat.
Sebagai pembanding, Real Betis hanya dikenai denda 300 euro ketika suporternya melempar dua botol plastik ke lapangan dalam derbi putaran kedua musim lalu. Perbedaan penanganan ini mempertegas ketidakseragaman penerapan aturan dalam laga-laga yang melibatkan levante vs sevilla dan tim-tim lain di kompetisi yang sama.
Bentrokan Suporter Sebelum Pertandingan
Ketegangan dalam laga levante vs sevilla sejatinya sudah terasa sejak siang hari. Sekitar lima puluh ultras Levante berpakaian hitam dan menutupi wajah mendatangi kelompok suporter radikal Sevilla di jalan samping stadion. Kedua kubu saling melempar kursi dan botol, bahkan sebagian menggunakan tongkat dalam baku hantam yang berlangsung sekitar dua menit.
Beberapa menit setelah keributan, kendaraan patroli Kepolisian Nasional tiba di lokasi, namun para pelaku sudah membubarkan diri. Insiden ini menambah catatan kelam pertemuan kedua tim yang seharusnya menjadi panggung sepak bola berkualitas.
Dampak bagi Kedua Klub
Bagi Levante, denda 602 euro terasa ringan dibandingkan kerusakan citra yang harus ditanggung. Sementara Sevilla, meski tidak dikenai sanksi dalam laga ini, kembali diingatkan akan sejarah sanksi berat yang pernah mereka terima. Publik menuntut RFEF meninjau ulang standar penilaian insiden agar konsisten di semua pertandingan.
Secara keseluruhan, laga levante vs sevilla menjadi cerminan persoalan klasik dalam sepak bola modern: semangat kompetisi yang tinggi kerap dibarengi perilaku suporter yang melampaui batas. Tanpa penegakan aturan yang adil dan seragam, kepercayaan terhadap integritas kompetisi akan terus tergerus.

