ACL Elite Memanas: Brace Gemilang dan Ambisi Gamba Osaka Wujudkan Momentum Kebangkitan

Foto: Istimewa

ACL Elite Memanas: Brace Gemilang dan Ambisi Gamba Osaka Wujudkan Momentum Kebangkitan

Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Kompetisi ACL Elite 2026/2027 kembali menyajikan drama sepak bola antarklub Asia yang memikat. Matchday kedua menjadi panggung bagi sejumlah penyerang tajam yang mencetak brace, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi klub-klub yang tengah berjuang memperbaiki posisi mereka di klasemen. Dari gemilangnya trisula penyerang di Timur Tengah hingga tekad Gamba Osaka untuk bangkit, persaingan di ACL Elite semakin menghangat dan menarik untuk disimak.

Pada matchday kedua ACL Elite, tiga pemain mencuri perhatian dengan torehan dua gol masing-masing. Marcos Guilherme menjadi pahlawan kemenangan tandang Johor Darul Ta’zim atas Pohang Steelers dengan skor 2-0. Bermain di kandang lawan, JDT memanfaatkan situasi setelah kapten Pohang, Min-kwang Jeon, menerima kartu merah pada masa injury time babak pertama. Guilherme membuka keunggulan pada menit ke-49 lewat umpan matang Shahab Zahedi, lalu menutup pesta gol pada menit ke-89 usai menyambar bola muntah di depan gawang.

Tak kalah impresif, Houssine Rahimi memborong dua gol saat Al-Ain tampil dominan dan menaklukkan Al-Quwa Al-Jawiya 4-1. Penyerang asal Maroko itu mencetak gol pertamanya pada menit ke-23 berkat umpan Matias Palacios, kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-43 melalui assist sang kakak, Soufiane Rahimi. Sementara itu, Sardar Azmoun menjadi bintang kemenangan Shabab Al-Ahli atas raksasa Saudi Pro League, Al-Ittihad, dengan skor 2-1. Mantan penyerang AS Roma dan Bayer Leverkusen tersebut mencetak dua gol cepat pada menit ke-7 dan ke-16 melalui skema serangan balik yang mematikan.

Di belahan Asia lainnya, Gamba Osaka berusaha membangun momentum setelah meraih kemenangan comeback 3-1 atas Newcastle Jets di ajang ACL Elite. Laga tersebut menjadi pertandingan kedua dari sembilan pertandingan resmi berturut-turut bagi Gamba, sekaligus laga tandang pertama mereka di turnamen ini. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, Gamba berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Tsuchida. Kemenangan itu diwarnai kontribusi Adams yang memberikan dua assist serta performa apik Nakano di lini depan dan belakang.

Pelatih Gamba Osaka, Myojin, menegaskan pentingnya pertandingan melawan Shimizu untuk mempertahankan momentum positif ini. Saat ini Gamba berada di posisi ke-18 klasemen dan harus menyiapkan mental untuk tiga pertandingan liga ke depan dengan sikap menang. Shimizu sendiri dikenal memiliki pertahanan solid dengan hanya kebobolan sembilan gol dalam sembilan pertandingan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan Myojin.

Pemain Gamba, Nakatani, menyatakan pentingnya tidak kebobolan gol pembuka dalam pertandingan nanti. Kehadiran Welton dan Adams diharapkan memberikan lebih banyak opsi serangan. Gamba pun dituntut belajar dari kemenangan melawan Newcastle Jets dan tidak mengulangi kesalahan yang sama saat bertemu Shimizu. Di kubu lawan, pelatih Shimizu, Yoshida, memiliki taktik jelas dan mengandalkan kekuatan fisik OH Se Hun untuk menekan pertahanan lawan. Bagi Gamba yang sempat mengalami empat kekalahan beruntun dan belum mencetak gol, laga ini sangat krusial untuk menjaga fokus serta mengangkat mental tim.

Di sisi lain, performa klub-klub Asia Tenggara turut memberi warna persaingan ACL Elite dan kompetisi di bawahnya. Kemenangan 1-0 Persib Bandung atas Viettel FC di ACL Two membawa berkah bagi Liga Indonesia. Peringkat Super League naik ke posisi ke-9 Wilayah Timur regional Asia, menggeser Liga Kamboja dengan selisih poin tipis. Tambahan 3.450 poin membuat total nilai Super League dalam pemeringkatan AFC 2027 mencapai 27.259 poin, berpotensi mengangkat posisi Indonesia dua tingkat dari peringkat ke-19 menjadi ke-17, melampaui Kamboja dan Bahrain. Capaian ini membuka peluang lebih besar bagi klub Indonesia untuk tampil di kompetisi bergengsi seperti ACL Elite pada musim-musim mendatang.

Regulasi AFC menetapkan bahwa perolehan poin kompetisi pada musim berjalan berpengaruh terhadap pembagian kuota kompetisi Asia untuk dua musim berikutnya. Artinya, performa Persib dan Borneo FC sepanjang musim 2026/2027 akan menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah wakil Indonesia yang berhak tampil di kompetisi antarklub Asia, termasuk peluang menuju play-off ACL Elite.

Secara keseluruhan, matchday kedua ACL Elite memperlihatkan bahwa persaingan di level tertinggi sepak bola antarklub Asia semakin ketat. Brace dari Marcos Guilherme, Houssine Rahimi, dan Sardar Azmoun membuktikan bahwa kualitas individu tetap menjadi pembeda, sementara tekad Gamba Osaka mencerminkan semangat pantang menyerah tim-tim yang ingin bangkit dari keterpurukan. Bagi para penggemar sepak bola Asia, kompetisi ini menjanjikan drama dan kejutan hingga matchday-matchday berikutnya.

Tags: