Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Apple resmi memasuki pasar smart display melalui kehadiran apple homeview, perangkat layar pintar pertamanya yang dirancang sebagai pusat kendali rumah dan hiburan keluarga. Perangkat ini menjadi jawaban atas rumor panjang soal “HomePad” yang selama ini dinantikan penggemar ekosistem Cupertino. Dengan layar persegi berukuran 7 inci, apple homeview hadir sebagai perpaduan antara speaker HomePod dan layar sentuh yang dapat dikendalikan melalui suara maupun sentuhan.
Meski berstatus pendatang baru, apple homeview langsung berhadapan dengan raksasa pasar, Amazon Echo Show 8. Perbandingan keduanya pun menjadi sorotan. Apple membanderol perangkat ini seharga 299 dolar AS, atau sekitar 100 dolar lebih mahal dibanding Echo Show 8 generasi keempat yang dijual 199,99 dolar AS. Harga premium itu memang sejalan dengan reputasi Apple, tetapi menimbulkan pertanyaan besar: apakah konsumen bersedia membayar lebih untuk perangkat generasi pertama yang layarnya justru lebih kecil?
Dari sisi tampilan, apple homeview mengandalkan panel 1.088 x 1.088 piksel dengan teknologi True Tone yang menyesuaikan kecerahan dan suhu warna sesuai cahaya ruangan. Layar persegi ini membuat foto dan widget terlihat mencolok. Namun, untuk menonton konten video, layar persegi kurang ideal dibanding layar persegi panjang milik Echo Show 8 yang berukuran 8,7 inci. Amazon unggul dalam hal konsumsi media, sementara Apple menawarkan estetika yang lebih rapi dan elegan.
Soal desain, apple homeview tampil dalam dua varian, yakni versi meja dengan dudukan membulat dan versi dinding tanpa dudukan. Warna yang ditawarkan meliputi Silver, Starlight, Rose Pink, dan Space Gray untuk versi meja, serta Silver dan Space Gray untuk versi dinding. Apple juga menyematkan kamera 12MP, sedikit di bawah kamera 13MP milik Echo Show 8. Menariknya, apple homeview tidak memiliki tombol fisik sama sekali, berbeda dengan Echo Show 8 yang masih menyediakan tombol volume serta tombol penonaktifan kamera dan mikrofon.
Pada sektor audio, versi meja apple homeview dibekali dua driver full-range, woofer yang mengarah ke bawah, serta dua passive radiator dengan teknologi pembatalan gaya. Perangkat ini mendukung audio spasial dan menyesuaikan kualitas suara berdasarkan lingkungan sekitar. Versi dinding kehilangan woofer dan passive radiator karena keterbatasan ruang. Pengujian awal menunjukkan suara yang kaya dan bass yang mengesankan untuk ukuran perangkat sekecil itu, meski penilaian final masih menunggu pengujian menyeluruh.
Keunggulan apple homeview yang paling menonjol terletak pada integrasi lintas perangkat melalui Siri AI. Asisten ini mampu menarik konteks dari iPhone, Apple Watch, dan perangkat Apple lainnya, misalnya memulai lagu yang disebut dalam percakapan pesan atau memetakan rute dari bandara berdasarkan informasi tiket di email. Fitur resep masakan juga dinilai lebih lengkap, dengan pengatur waktu bawaan dan kemampuan mengirim resep dari iPhone ke layar hanya dengan sekali ketuk.
Meski demikian, apple homeview belum sepenuhnya unggul. Ekosistem rumah pintar Apple masih lebih terbatas dibanding Amazon yang didukung perangkat Ring dan Blink serta puluhan gadget pihak ketiga. Standar interoperabilitas Matter perlahan menutup celah ini, ditambah kemitraan Apple dengan LG dan Schneider untuk menghadirkan perangkat rumah pintar yang kompatibel. Selain itu, dukungan aplikasi pihak ketiga pada apple homeview masih sangat terbatas, hanya aplikasi yang juga berjalan di CarPlay.
Menariknya, Apple dikabarkan tengah menyiapkan versi yang lebih ambisius. Menurut laporan jurnalis Mark Gurman, model dengan kode J595 akan membawa layar sekitar 9 inci yang dipasang pada lengan robotik berputar 360 derajat. Perangkat ini disebut mampu mengenali suara pengguna dan berputar ke arah lawan bicara, memudahkan panggilan video dan interaksi dengan Siri di ruang bersama. Nama seperti HomeView Max, HomeView Ultra, atau HomeView 360 masih sebatas spekulasi, dengan perkiraan peluncuran antara 2027 dan 2028.
Kehadiran apple homeview menandai langkah awal Apple di kategori yang selama ini dikuasai Amazon dan Google. Perangkat ini unggul dalam desain, integrasi ekosistem, dan kecerdasan lintas perangkat, tetapi masih tertinggal dalam hal harga, ukuran layar, dan keluasan kompatibilitas rumah pintar. Bagi pengguna setia Apple yang menginginkan pusat kendali rumah yang mulus terhubung dengan iPhone dan Apple Watch, perangkat ini menawarkan daya tarik tersendiri. Namun bagi konsumen yang mengutamakan nilai dan fleksibilitas, Echo Show 8 masih menjadi pesaing berat. Persaingan ini pada akhirnya akan menguntungkan pengguna, karena mendorong inovasi lebih cepat di pasar smart display yang selama ini relatif stagnan.

