Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Dunia fantasi Narnia kembali menjadi perbincangan hangat setelah Netflix merilis trailer perdana film terbaru garapan sutradara Greta Gerwig, Narnia: The Magician’s Nephew. Film yang diadaptasi dari novel prekuel karya C.S. Lewis ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 Februari 2027, sebelum akhirnya tersedia di layanan streaming Netflix pada 2 April 2027. Antusiasme publik terlihat dari 76 juta penayangan trailer dalam lima hari pertama di kanal YouTube Sony Pictures, meski tak sedikit pula yang menyoroti sejumlah perubahan besar dari versi buku.
Berbeda dari film-film Narnia sebelumnya yang berlatar Perang Dunia II, versi Gerwig memindahkan setting cerita dari tahun 1900-an ke era 1950-an. Keputusan ini memicu diskusi di kalangan penggemar, mengingat alur utama The Lion, the Witch and the Wardrobe yang seharusnya terjadi saat Perang Dunia II akan bergeser ke tahun 1990-an jika mengikuti logika kronologi baru. Meski demikian, pihak produksi belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan perubahan zaman tersebut.
Selain itu, sejumlah elemen penting dalam dunia Narnia juga mengalami modifikasi. Kekuatan Jadis, Sang Ratu Salju, digambarkan berbeda dari versi buku, begitu pula dengan tampilan dunia asal Jadis serta hutan di antara dunia-dunia. Bahkan proses penciptaan Narnia oleh Aslan disebut telah mengalami penyesuaian kreatif yang cukup signifikan. Perubahan-perubahan ini sontak memicu perdebatan di media sosial, terutama di kalangan penggemar berat karya C.S. Lewis.
Kontroversi terbesar justru datang dari pemilihan Meryl Streep sebagai pengisi suara Aslan, sang singa yang dalam karya Lewis dimaknai sebagai representasi Kristus. Sebagian komunitas Kristen konservatif menilai keputusan ini sebagai bentuk provokasi. Kolumnis Seth Udinsky dalam tulisannya di The Christian Post menyebutnya sebagai “taktik musuh Tuhan untuk merusak simbol-simbol Kekristenan”, bahkan menuding Gerwig telah mengubah karakter Aslan menjadi “transgender” berdasarkan gambar promosi singa dengan kumis berwarna pelangi. Hingga berita ini diturunkan, Gerwig belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut.
Di sisi lain, trailer film ini juga menuai pujian berkat sinematografi psychedelic yang memukau dan penggunaan lagu ikonik “Stairway to Heaven” dari Led Zeppelin. Lagu tersebut dikenal sangat jarang diizinkan untuk digunakan dalam film, dan menurut laporan, Gerwig secara pribadi menemui Robert Plant dan Jimmy Page untuk mendapatkan restu. Keduanya disebut setuju setelah menonton cuplikan film.
Deretan nama besar turut memeriahkan jajaran cast Narnia: The Magician’s Nephew. Carey Mulligan dikonfirmasi memerankan ibu Digory, sementara Daniel Craig akan tampil sebagai paman Digory dan Emma Mackey sebagai Jadis. Kombinasi bintang papan atas ini menambah ekspektasi tinggi terhadap proyek ambisius Netflix tersebut.
Namun, di balik gemerlap produksi, beredar rumor bahwa film ini turut menjadi penyebab hengkangnya Dan Lin dari jabatannya sebagai kepala divisi film Netflix. Laporan dari Cosmic Book News dan insider Jeff Sneider menyebutkan bahwa Lin tidak setuju dengan anggaran sebesar 280 juta dolar AS yang membengkak jauh dari kebijakan produksi berbiaya menengah yang ia terapkan. Ketegangan dengan Gerwig, yang juga mendorong perilisan di bioskop, disebut menjadi pemicu utama. Produksi film ini pun dikabarkan sempat menghadapi berbagai kendala, termasuk respons negatif dari audiens uji coba yang memaksa dilakukan sejumlah penyesuaian.
Terlepas dari kontroversi yang menyelimuti, Narnia: The Magician’s Nephew tetap menjadi salah satu rilisan paling dinanti tahun 2027. Film ini akan menjadi pembuka bagi rencana franchise Narnia yang lebih luas di bawah naungan Netflix, dengan Gerwig sendiri telah dikonfirmasi akan menggarap film keduanya. Bagi para penggemar setia Narnia, perjalanan kembali ke dunia sihir yang penuh makna ini tentu menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan.

