iPhone 18 Pro Kembali Jadi Sorotan: Fitur Kamera 'Pro' Dianggap Kurang Pro oleh Fotografer Profesional

Foto: Istimewa

iPhone 18 Pro Kembali Jadi Sorotan: Fitur Kamera ‘Pro’ Dianggap Kurang Pro oleh Fotografer Profesional

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Peluncuran iPhone 18 Pro kembali memicu diskusi hangat di kalangan penggemar teknologi dan fotografer profesional. Apple memang membenamkan peningkatan signifikan pada modul kamera perangkat ini, termasuk fitur pengaturan aperture manual yang menjadi pertama kalinya hadir di jajaran iPhone. Namun, sejumlah pengguna profesional menilai bahwa fitur tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi kelas ‘Pro’.

Dalam sebuah utas di Reddit, seorang pengguna mengeluhkan perilaku kontrol aperture baru Apple. Menurutnya, penggunaan aperture di atas f/1.48 kerap menimbulkan efek sun star atau flare berlebihan pada objek yang memantulkan cahaya tajam. Efek ini, yang oleh sebagian orang disebut mirip dengan flare ala film Star Trek era J.J. Abrams, dianggap mengganggu estetika foto profesional. Staf BGR yang menguji perangkat juga mengonfirmasi pengalaman serupa.

Meski demikian, tidak semua pengguna merasakan hal yang sama. Sebagian pengguna Reddit berpendapat bahwa efek tersebut justru memberikan kesadaran baru tentang karakteristik aperture, dan kebanyakan pengguna iPhone 18 Pro mungkin tidak akan menyadarinya dalam pemakaian sehari-hari. Namun, bagi fotografer yang sering memotret dengan kontrol manual, efek flare ini tetap menjadi catatan penting.

Keterbatasan lain yang disorot adalah absennya kontrol ISO pada aplikasi Camera bawaan iPhone 18 Pro. Padahal, Apple telah menambahkan beberapa toggle baru untuk shutter speed, white balance, dan histogram. Ketiadaan kontrol ISO ini dinilai mengurangi fleksibilitas fotografer dalam mengatur eksposur secara presisi.

Menjawab celah tersebut, aplikasi pihak ketiga Halide merilis pembaruan 3.2 bertepatan dengan peluncuran iPhone 18 Pro. Halide menawarkan kontrol aperture variabel dari f/1.48 hingga f/4.0, fitur Aperture Priority yang secara cerdas memilih shutter speed dan ISO terbaik, serta kontrol manual penuh untuk ISO, shutter speed, dan aperture. Pengembang Halide dalam blog resminya menyatakan bahwa aplikasi ini hadir untuk memberikan pengalaman kamera yang lebih sesuai bagi fotografer profesional.

Sementara itu, lanskap iPhone tahun depan juga mulai terkuak. Laporan dari media Jepang menyebutkan bahwa Apple berencana merilis model iPhone 18 pada musim semi dan model edisi 20 tahun pada musim gugur 2027. Strategi ini disebut sebagai upaya Apple memperluas jangkauan pasar dan merayakan tonggak sejarah iPhone. Meski demikian, detail spesifikasi dan nama resmi model tersebut masih menjadi spekulasi.

Kombinasi antara inovasi kamera yang kontroversial dan rencana rilis model baru menunjukkan bahwa Apple terus berupaya mempertahankan posisinya di pasar smartphone premium. Namun, kritik dari kalangan profesional menjadi sinyal bahwa ekspektasi terhadap perangkat berlabel ‘Pro’ semakin tinggi. Apple dituntut untuk tidak hanya mengejar fitur baru, tetapi juga memastikan pengalaman pengguna yang mulus dan fungsional.

Dengan harga premium, iPhone 18 Pro diharapkan mampu menjawab kebutuhan fotografer profesional. Kehadiran aplikasi seperti Halide memang menjadi solusi sementara, tetapi idealnya Apple sendiri yang menyediakan kontrol lengkap di aplikasi bawaannya. Ke depan, persaingan di segmen kamera smartphone akan semakin ketat, dan Apple perlu mendengarkan masukan komunitas profesional untuk terus berinovasi.

Tags: