Arda Güler Cetak Revolusi di Real Madrid, Mourinho Ubah Peran dan Panggung El Clasico Menanti

Foto: Istimewa

Arda Güler Cetak Revolusi di Real Madrid, Mourinho Ubah Peran dan Panggung El Clasico Menanti

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama Arda Güler kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Spanyol setelah tampil gemilang dalam kemenangan 4-1 Real Madrid atas Sevilla di Santiago Bernabeu. Gelandang muda asal Turki itu tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga tampil sebagai pengatur serangan yang mengubah wajah permainan Los Blancos menjelang laga besar El Clasico melawan Barcelona.

Perubahan peran Arda Güler tak lepas dari keputusan pelatih José Mourinho yang mulai menempatkannya di jantung lini tengah. Strategi itu pertama kali diuji saat Real Madrid bangkit dramatis melawan Roma di ajang Liga Champions. Tertinggal 3-1 hingga menit ke-83, Madrid berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-3, dan Arda Güler yang masuk di babak kedua menyumbang dua asis krusial. Mourinho kemudian mempertahankan formula tersebut saat menjamu Sevilla, dengan memasang Arda Güler berduet bersama Aurélien Tchouaméni di lini tengah.

Kepercayaan itu dibayar tuntas. Pada menit ke-30, Arda Güler membuka keunggulan lewat sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti memanfaatkan umpan Yan Diomande. Gol tersebut menjadi pembuka pesta gol Madrid yang dilengkapi dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Diomande, sementara Sevilla hanya mampu membalas melalui Manuel Bueno. Tribun Bernabeu pun memberikan standing ovation ketika Arda Güler ditarik keluar pada menit ke-78, sebuah penghormatan yang jarang diberikan kepada pemain muda.

Statistik menunjukkan betapa dominannya kontribusi Arda Güler dalam laga itu. Ia tercatat menyentuh bola 74 kali, melepaskan tiga umpan kunci, menciptakan tiga peluang besar, serta menuntaskan 59 dari 63 umpan sukses. Ia juga melakukan dua tekel, lima penguasaan bola yang direbut, dan memenangi empat dari lima duel perorangan. Data ESPN memperkuat gambaran bahwa gelandang berusia muda ini kini menjadi mesin utama permainan Madrid.

Media Spanyol tak pelit pujian. Harian Marca menurunkan manajemen berjudul ‘Güler, Madrid’i değiştiriyor’ atau ‘Güler mengubah Madrid’, sementara AS menyebut Arda Güler telah membawa revolusi di lini tengah Real Madrid. Menurut ulasan AS, kehadiran Arda Güler sebagai playmaker membuat wajah tim berubah total, menghadirkan kembali keteraturan dan kualitas permainan yang sempat hilang.

Namun, kemenangan itu tak luput dari kontroversi. Sevilla menuntut kartu merah untuk Arda Güler atas insiden benturan dengan Peque sebelum gol pertama tercipta. Pelatih Sevilla Luis Garcia Plaza menyerang keputusan VAR, sementara bek kanan Juan Iglesias menilai keputusan wasit menentukan jalannya pertandingan. Di sisi lain, Mourinho membela anak asuhnya dengan menyatakan tidak pernah melihat satu pun rekaman yang membuktikan tuduhan tersebut. Sevilla bahkan mengangkat isu ini melalui akun resmi dan situs klub dengan judul tajam ‘Sikut, itu saja’.

Terlepas dari polemik, performa Arda Güler menjadi sinyal kuat bahwa ia siap mengambil peran lebih besar di Real Madrid. Dengan El Clasico melawan Barcelona yang sudah di depan mata, pertanyaan yang kini bergulir adalah apakah peran baru Arda Güler di lini tengah akan bertahan lama, atau hanya bagian dari kejutan taktis Mourinho sesaat. Yang jelas, Madrid kini memiliki sosok yang mampu mengubah arah permainan dari tengah lapangan.

Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Arda Güler menjadi kunci utama perjalanan Real Madrid mengejar gelar musim ini. Publik Bernabeu telah memberi isyarat jelas: mereka ingin melihat lebih banyak aksi gelandang muda itu di starting eleven, bukan sekadar sebagai pemain pengganti.