Lionel Messi: Dari Rekor Gol Dunia hingga Nama Bunga di Andes, Sang Legenda Tak Pernah Berhenti Menginspirasi

Foto: Istimewa

Lionel Messi: Dari Rekor Gol Dunia hingga Nama Bunga di Andes, Sang Legenda Tak Pernah Berhenti Menginspirasi

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama Lionel Messi kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena aksi gemilangnya di lapangan hijau, tetapi juga karena sederet peristiwa yang menegaskan statusnya sebagai ikon global. Mulai dari perdebatan sengit soal Ballon d’Or, penghormatan ilmiah berupa penamaan spesies tanaman, hingga cerita hangat dari dapur timnas Argentina, semuanya mengarah pada satu sosok yang tak pernah lepas dari perhatian publik: Lionel Messi.

Di dunia sepak bola, pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, angkat bicara mengenai perbandingan yang kerap dilekatkan pada bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dengan Lionel Messi. Enrique, yang pernah melatih Messi di Barcelona dan meraih treble bersama sang megabintang, menegaskan bahwa membandingkan siapa pun dengan pemain terbaik sepanjang masa adalah hal yang tidak adil. “Ketika Anda membandingkan Messi, pemain terbaik sepanjang masa, dengan pemain lain mana pun, tidak akan ada yang keluar sebagai pemenang,” ujarnya dalam konferensi pers jelang laga melawan Barcelona. Ia pun memuji sikap Yamal yang ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. “Lamine ingin menjadi Lamine Yamal. Dia meningkatkan berbagai aspek permainannya. Dia sangat cerdas,” tambah Enrique. Pernyataan ini sekaligus menegaskan betapa besar bayang-bayang Lionel Messi dalam setiap diskusi tentang talenta muda dunia.

Bukan hanya Enrique, gelandang veteran Chile, Arturo Vidal, juga memberikan pandangannya menjelang malam penganugerahan Ballon d’Or. Vidal secara tegas memilih Lionel Messi sebagai favorit utamanya, disusul Lamine Yamal dan Kylian Mbappé di posisi kedua dan ketiga. “Saya akan memberikannya kepada Leo lebih karena apa yang dia lakukan di Piala Dunia, karena ini mungkin tahun terakhir dia bersaing untuk Ballon d’Or,” kata Vidal dalam siaran langsung di kanal Kick miliknya. Ia menyoroti performa luar biasa Messi yang mencetak delapan gol di turnamen tersebut dan total 21 gol dalam 34 pertandingan Piala Dunia sepanjang enam edisi. “Untuk saya, tidak akan pernah lagi terjadi hal seperti ini. Seorang pemain berusia 39 tahun membuat perbedaan seperti Messi di Piala Dunia akan sangat sulit,” ucapnya kagum. Meski demikian, Vidal mengakui peluang Messi untuk kembali meraih trofi tersebut terbilang “rumit”.

Di sisi lain, dunia sains turut memberikan penghormatan unik. Sebuah tanaman berbunga yang ditemukan di pegunungan Andes, Peru, resmi dinamai Salvia messii untuk menghormati Lionel Messi. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Phytotaxa dan melibatkan peneliti dari Peru serta Argentina, yaitu Paúl Gonzáles, Rolando Uría, dan Jean Capcha Ramos. Tanaman dari keluarga lamiáceas itu tumbuh di lereng berbatu pada ketinggian 2.000 hingga 2.400 meter di atas permukaan laut, di wilayah Lima dan Ica. Yang menarik, kombinasi kelopak putih dan biru muda pada bunga tersebut sangat mirip dengan warna jersey timnas Argentina. Spesies ini tercatat “terancam punah” akibat kebakaran lahan, pembangunan jalan, dan kekeringan. Penamaan ini menambah daftar panjang spesies yang dinamai untuk menghormati Messi, termasuk kadal Liolaemus messii, laba-laba Patagonia Acanthogonatus messii, fosil brakiopoda Discinisca messii, burung kondor purba Vultur messii, dan jamur hutan awan Andes Cercopemyces messii. Pada 2024, Guinness World Records bahkan memberinya penghargaan sebagai pesepakbola dengan spesies terbanyak yang dinamai menurut namanya.

Kisah hangat juga datang dari dapur timnas Argentina. Antonia Farías, salah satu juru masak di kompleks latihan Ezeiza, mengungkap momen spesialnya bersama Lionel Messi. Ia mengenang pelukan emosional dengan sang kapten usai Argentina menjuarai Piala Dunia Qatar 2022. Farías juga membocorkan menu favorit para pemain, seperti sorrentinos al scarparo, milanesa, pascualina, dan tart jamur-keju. “Karena sebagian besar pemain sekarang berada di luar negeri, kulit tart tidak tersedia di sana. Itu keunggulan kami di sini, selalu ada,” tuturnya. Tradisi milanesa napolitana dengan kentang goreng setelah setiap pertandingan pun menjadi simbol penghargaan atas kerja keras para pemain, terlepas dari hasil akhir.

Dari perdebatan Ballon d’Or, penghormatan botani, hingga cerita di balik meja makan, semua bermuara pada satu nama: Lionel Messi. Ia bukan sekadar pesepakbola; ia telah menjadi fenomena lintas bidang yang terus menginspirasi. Baik di lapangan maupun di luar, warisan Lionel Messi tampaknya akan terus hidup, bahkan ketika ia memutuskan gantung sepatu nanti. Sebab, seperti kata Luis Enrique, tidak ada yang bisa menandingi sang pemain terbaik sepanjang masa.