Misi Berat SC Freiburg di Kandang Monaco: Ujian Sesungguhnya di Conference League

Foto: Istimewa

Misi Berat SC Freiburg di Kandang Monaco: Ujian Sesungguhnya di Conference League

Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | SC Freiburg akan menghadapi ujian terberatnya di ajang Conference League musim ini. Pada pertandingan kedua fase liga, tim asuhan Julian Schuster harus bertandang ke markas AS Monaco di Stade Louis II, Kamis (22/10/2026) pukul 21.00 waktu setempat. Laga ini menjadi penentu sejauh mana ambisi SC Freiburg di kompetisi Eropa setelah sukses mengawali kampanye dengan kemenangan dramatis 3-2 atas FK Jablonec.

AS Monaco bukan lawan sembarangan. Klub asal Prancis itu merupakan salah satu kekuatan utama Ligue 1 dan telah menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Paris Saint-Germain 2-1 di Parc des Princes pada pekan ketiga. Meski demikian, pasukan Filipe Luís baru saja menelan kekalahan pertama musim ini, 0-1 dari FC Lorient, yang membuat mereka turun ke peringkat kelima klasemen sementara. Kekalahan itu membuktikan bahwa Monaco tetap bisa dikalahkan, terutama jika SC Freiburg mampu memanfaatkan celah di lini belakang mereka.

Di kubu SC Freiburg, kondisi tim juga tidak jauh berbeda. Kekalahan 1-2 dari Bayer Leverkusen di Bundesliga akhir pekan lalu membuat mereka turun ke posisi ketiga. Meski begitu, Schuster menilai kekalahan tersebut sebagai hasil yang menyakitkan namun tetap menyimpan banyak pelajaran berharga. Dengan pertahanan yang tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Bundesliga, SC Freiburg memiliki modal cukup untuk menyulitkan tuan rumah. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menghadapi organisasi permainan Monaco yang diasuh Filipe Luís, mantan bek Atlético Madrid yang dikenal disiplin taktik dan agresif dalam pressing.

Faktor Paris Brunner dan Kekuatan Monaco

Salah satu nama yang patut diwaspadai SC Freiburg adalah Paris Brunner, talenta muda Jerman yang kini berseragam Monaco. Brunner disebut-sebut memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan kualitasnya di hadapan rekan-rekan senegaranya. Selain itu, Monaco juga diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap. Filipe Luís, yang baru bergabung pada musim panas 2026 dengan kontrak hingga 2028, membawa pengalaman sebagai pemain di bawah asuhan Diego Simeone selama lebih dari 300 pertandingan. Gaya bermain intens dan kompak menjadi ciri khas timnya.

Bagi SC Freiburg, laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi para pemain senior seperti Vincenzo Grifo. Winger asal Italia itu tampil gemilang saat melawan Jablonec dengan mencetak gol pembuka. Pengalaman Grifo di kompetisi Eropa akan sangat dibutuhkan untuk menjaga ketenangan tim di tengah tekanan suporter Monaco. Stade Louis II sendiri berkapasitas 18.520 penonton dan seluruhnya merupakan kursi, sehingga atmosfernya dipastikan akan sangat intimidatif.

Dampak pada Jadwal Padat SC Freiburg

Setelah laga melawan Monaco, SC Freiburg harus langsung bersiap untuk menghadapi Bayern Munich di Bundesliga pada akhir pekan. Duel melawan raksasa Bavaria itu akan menjadi ujian lain bagi ketahanan fisik dan mental skuad asuhan Schuster. Manajemen waktu dan rotasi pemain menjadi kunci agar SC Freiburg tetap kompetitif di dua ajang sekaligus. Belum lagi, tim putri SC Freiburg juga akan menghadapi Werder Bremen dalam lanjutan Frauen-Bundesliga pada 25 Oktober, menunjukkan betapa padatnya agenda klub dalam sepekan ke depan.

Dari sisi strategi, Schuster kemungkinan besar akan mengandalkan formasi defensif solid dengan serangan balik cepat. Kecepatan para pemain sayap SC Freiburg bisa menjadi senjata untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan bek-bek Monaco yang kerap naik membantu serangan. Namun, Monaco memiliki kualitas individu yang mampu membongkar pertahanan rapat, sehingga disiplin posisi menjadi harga mati.

Dukungan Suporter dan Akses Terbatas

Pemerintah Monaco dilaporkan memberlakukan pembatasan ketat bagi para pendukung SC Freiburg yang ingin hadir langsung ke stadion. Aturan ini menjadi perhatian tersendiri bagi suporter yang berencana melakukan perjalanan jauh ke Côte d’Azur. Meski demikian, dukungan tetap bisa disalurkan melalui siaran langsung yang akan disiarkan oleh RTL dan platform streaming RTL+, Sky Sport, serta WOW. RTL menurunkan tim komentator ternama seperti Wolff-Christoph Fuss dan Lothar Matthäus untuk mengiringi jalannya pertandingan.

Dengan segala dinamika yang ada, pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. SC Freiburg datang dengan modal kemenangan perdana di fase liga, sementara Monaco ingin bangkit setelah kekalahan mengejutkan dari Lorient. Kualitas individu dan pengalaman di level Eropa akan menjadi pembeda. Jika SC Freiburg mampu tampil disiplin dan memanfaatkan peluang, bukan tidak mungkin mereka pulang dengan poin penuh.

Secara keseluruhan, laga melawan AS Monaco adalah tolok ukur nyata bagi SC Freiburg. Kemenangan akan membuka jalan menuju babak gugur, sementara kekalahan bukan berarti akhir segalanya, tetapi menjadi cermin bahwa masih ada jarak yang harus ditempuh untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Yang terpenting, SC Freiburg harus tetap tampil dengan identitas permainan mereka: kompak, pekerja keras, dan tak mudah menyerah.