Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Drama luar biasa tersaji di Stadion ikonik Maracanã, Rio de Janeiro, pada laga leg kedua semifinal Copa Sudamericana 2026. Dalam duel bertajuk vasco vs boca juniors, tim tamu Boca Juniors berhasil mencuri kemenangan 3-1 atas Vasco da Gama, sekaligus membalikkan agregat menjadi 3-2 dan memastikan tiket ke partai puncak. Kemenangan ini terasa istimewa karena Boca sempat tertinggal lebih dulu secara agregat setelah kalah 0-1 di La Bombonera pada leg pertama.
Pertandingan vasco vs boca juniors berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Boca yang datang dengan misi mengejar ketertinggalan langsung menekan pertahanan tuan rumah. Hasilnya, baru empat menit laga berjalan, Lautaro Di Lollo berhasil mencetak gol melalui sundulan kepala memanfaatkan situasi bola mati. Gol tersebut langsung menyamakan kedudukan agregat dan membangkitkan semangat para pemain serta sekitar 4.000 suporter Xeneize yang memadati tribun Maracanã.
Vasco da Gama yang tampil di hadapan sekitar 60 ribu pendukungnya sendiri berusaha bangkit. Namun, tekanan demi tekanan yang mereka lancarkan justru membuka celah bagi Boca. Pada menit ke-34, Miguel Merentiel memanfaatkan kesalahan lini belakang Vasco dan melakukan serangan balik cepat. Dengan tenang ia melewati penjaga gawang dan menaklukkan gawang kosong, membuat skor menjadi 2-0 untuk Boca dan unggul agregat 2-1.
Memasuki babak kedua, Vasco da Gama keluar dengan semangat baru. Pelatih Rodolfo Arruabarrena memasukkan Marino Hinestroza untuk menambah daya gedor. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-66 melalui sepakan José Luis Rodríguez dari dalam kotak penalti. Gol tersebut membuat kedudukan agregat kembali imbang 2-2 dan memaksa pertandingan bergulir semakin menegangkan. Stadion Maracanã bergemuruh, dan aroma perpanjangan waktu hingga adu penalti mulai tercium.
Namun, sepak bola selalu punya cerita dramatis. Ketika laga seakan menuju babak tambahan, Leandro Paredes yang baru masuk sebagai pemain pengganti meski tengah dibekap cedera otot, tampil sebagai pahlawan. Pada menit ke-88, gelandang berpengalaman itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan kiper Vasco. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 bagi Boca dan membungkam seluruh pendukung tuan rumah. Kemenangan ini juga menjadi balasan sempurna atas kekalahan tipis di leg pertama.
Bagi Vasco da Gama, kekalahan ini tentu meninggalkan luka mendalam. Marino Hinestroza, yang masuk di babak kedua, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya rasa ini sangat tidak adil bagi kami dan para penggemar. Kami pantas mendapatkan lebih,” ujarnya kepada SBT Brasil. Ia juga menyoroti kurangnya konsentrasi di awal pertandingan. “Kami seharusnya bisa memulai pertandingan seperti cara kami bermain di babak kedua. Ini semifinal, dan kami sedikit kehilangan fokus. Kami mencoba berkali-kali, tapi sayangnya kami kalah karena gol di menit terakhir,” tambahnya.
Dengan hasil ini, Boca Juniors melaju ke final Copa Sudamericana 2026 dan akan menghadapi Atlético Mineiro. Klub Brasil itu memastikan diri ke final setelah menyingkirkan Montevideo City Torque dengan agregat 3-2, meski kalah 0-2 di leg kedua. Pertandingan vasco vs boca juniors memang telah usai, tetapi gaungnya akan terus dikenang sebagai salah satu laga paling dramatis di kompetisi ini. Final akan digelar di Stadion Metropolitan Roberto Meléndez, Barranquilla, Kolombia, pada 21 November 2026 mendatang. Boca Juniors pun bertekad untuk menuntaskan misi meraih gelar juara, sementara Atlético Mineiro tentu tidak akan menyerah begitu saja. Duel vasco vs boca juniors telah menjadi pembuka jalan bagi Boca menuju kejayaan, dan kini seluruh dunia menantikan siapa yang akan angkat trofi.

