Al-Nasr Cetak Sejarah Dunia, Ronaldo Makin Dekat ke Gerbang 1.000 Gol

Foto: Istimewa

Al-Nasr Cetak Sejarah Dunia, Ronaldo Makin Dekat ke Gerbang 1.000 Gol

Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Klub alnasr kembali menjadi sorotan dunia sepak bola. Pada laga tandang pekan ke-11 Liga Arab Saudi, alnasr sukses mengalahkan Al-Faizali dengan skor 3-1, sekaligus memecahkan rekor dunia yang bertahan hampir satu abad. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan tonggak sejarah baru bagi klub yang bermarkas di Riyadh tersebut.

Bintang utama alnasr, Cristiano Ronaldo, terus mempertegas statusnya sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa. Gol yang ia lesakkan pada menit ke-49 menjadi gol ke-982 sepanjang karier profesionalnya. Dengan demikian, megabintang asal Portugal itu kini hanya berjarak 18 gol dari angka magis 1.000 gol, sebuah pencapaian yang sangat jarang diraih pesepak bola mana pun.

Jalannya pertandingan berlangsung menarik sejak awal. Al-Faizali sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol Al-Khamdan pada menit ke-4. Namun alnasr tidak tinggal diam. Ronaldo menyamakan kedudukan pada menit ke-49, sebelum Bonongda sempat memperkecil keadaan pada menit ke-66. Angelo kemudian memastikan kemenangan alnasr lewat golnya pada menit ke-79.

Yang paling mencuri perhatian, alnasr resmi memecahkan rekor dunia untuk gola beruntun terpanjang di kompetisi liga nasional. Sebelumnya, rekor dipegang River Plate dari Argentina yang mencetak gol dalam 96 pertandingan liga berturut-turut pada periode 1936-1939. Kini, alnasr telah mencetak gol dalam 97 pertandingan Liga Arab Saudi secara beruntun, memastikan nama mereka terukir dalam buku sejarah sepak bola dunia.

Rekor tersebut tentu bukan perkara mudah. Konsistensi alnasr dalam mencetak gol di setiap laga menunjukkan kualitas lini serang yang mumpuni, ditopang oleh sosok Ronaldo yang masih tajam meski usianya tidak lagi muda. Statistik ini juga menegaskan bahwa alnasr bukan hanya klub dengan ambisi besar, tetapi juga tim yang mampu menjaga performa secara berkelanjutan.

Saat ini, alnasr berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi 25 poin. Posisi tersebut tentu masih terbuka untuk digeser, mengingat kompetisi masih panjang. Selanjutnya, alnasr akan menjalani laga bergengsi di ajang Liga Champions Asia dengan menjamu Al-Wasl dari Uni Emirat Arab pada 26 Oktober mendatang. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi alnasr untuk kembali menunjukkan dominasinya di level kontinental.

Di sisi lain, nama alnasr juga bergema di belahan dunia lain. Di Libya, klub dengan nama serupa, Al-Nasr dari Bengasi, baru saja memulai babak baru bersama pelatih asal Gran Canaria, Víctor Afonso. Pelatih berusia 55 tahun itu resmi menandatangani kontrak pekan ini setelah hampir sebulan mencapai kesepakatan awal. Ia kini menetap di kota di Afrika Utara tersebut sambil menunggu kedatangan stafnya dari Las Palmas.

Afonso bukan sosok sembarangan. Ia pernah menangani Al-Tao Saudi Club di Arab Saudi, baik tim cadangan maupun tim utama, serta Lincoln Red di Gibraltar. Di Spanyol, ia tercatat pernah menukangi Las Palmas Atlético, Atlético de Madrid B, dan UD Tamaraceite. Prestasinya termasuk gelar juara Tercera División bersama Las Palmas Atlético pada 2013 dan juara liga Gibraltar bersama Lincoln Red pada 2020.

Al-Nasr Libya sendiri didirikan pada 1954 dan merupakan salah satu dari tiga klub besar di Bengasi, dengan rivalitas kuat melawan Al-Ahly. Klub ini telah tiga kali juara liga, tiga kali menjuarai Piala Libya, dan sekali meraih Piala Super. Di kancah kontinental, mereka tercatat tampil dalam 10 edisi kompetisi, dengan pencapaian terbaik mencapai semifinal Recopa Afrika 1985 sebelum tersingkir oleh Al-Ahly dari Mesir.

Dengan sederet rekrutan anyar seperti penyerang Duckens Nazon, gelandang bertahan Hamidou Traoré, dan gelandang tengah Firas Sekkouhi, Afonso diharapkan mampu membawa Al-Nasr Libya tampil lebih kompetitif. Kompetisi liga baru saja dimulai, dan pada laga pembuka Al-Nasr bermain imbang 1-1 di kandang Al-Batnan SC. Debut Afonso dijadwalkan berlangsung Kamis di Stadion 28 Maret yang berkapasitas lebih dari 50 ribu penonton, dengan Wefaq Ajdabiya sebagai lawan.

Dari Riyadh hingga Bengasi, nama alnasr memang memiliki daya tarik tersendiri. Sementara alnasr Arab Saudi menorehkan rekor dunia dan terus mendorong Ronaldo menuju 1.000 gol, alnasr Libya memulai lembaran baru bersama pelatih berpengalaman. Keduanya menunjukkan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang menyatukan ambisi, sejarah, dan semangat kompetisi.

Bagi pecinta sepak bola, perjalanan alnasr Arab Saudi bersama Ronaldo akan menjadi tontonan menarik hingga akhir musim. Akankah angka 1.000 gol terwujud, dan mampukah alnasr mempertahankan konsistensi golnya? Yang jelas, sejarah telah tercipta, dan nama alnasr kini tercatat dalam deretan pencapaian terbesar dunia sepak bola.