VfL Wolfsburg Gagal ke Peringkat Dua Usai Drama VAR di Bochum, Reese Bersinar tapi Poin Penuh Sirna

Foto: Istimewa

VfL Wolfsburg Gagal ke Peringkat Dua Usai Drama VAR di Bochum, Reese Bersinar tapi Poin Penuh Sirna

Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Ambisi VfL Wolfsburg untuk merebut posisi kedua klasemen 2. Bundesliga harus tertunda setelah hanya mampu bermain imbang 1:1 melawan tuan rumah VfL Bochum dalam laga pekan kesembilan di Stadion Castroper Straße, Jumat malam. Dalam pertandingan yang diguyur hujan deras, VfL Wolfsburg sempat unggul cepat melalui gol spektakuler Fabian Reese, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Hasil ini membuat VfL Wolfsburg tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 16 poin, terpaut dari peluang menyalip posisi dua yang sebenarnya terbuka lebar. Padahal, anak asuh pelatih ini datang dengan modal tujuh poin dari tiga laga terakhir. Kekecewaan terasa kian dalam karena kemenangan yang sudah di depan mata di menit-menit akhir harus dianulir oleh teknologi video assistant referee (VAR).

Gol Cepat Reese Jadi Pembuka Drama

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Fabian Reese mencuri perhatian. Menerima bola di kotak penalti, ia melepaskan voli indah yang tak mampu dijangkau kiper Bochum. Gol keempat Reese musim ini seketika membungkam pendukung tuan rumah dan menjadi pembuka drama panjang di laga tersebut.

Namun, Bochum tidak tinggal diam. Meski sempat terguncang, tim tuan rumah perlahan bangkit dan mulai menguasai jalannya pertandingan. Berkan Taz menjadi motor serangan yang terus merepotkan lini belakang VfL Wolfsburg. Umpan-umpan terobosannya berulang kali menciptakan peluang, meski penyelesaian akhir Bochum masih belum menemui sasaran hingga turun minum.

Klaiber Selamatkan Bochum, VAR Batalkan Kemenangan Wolfsburg

Memasuki babak kedua, tekanan Bochum kian intens. Hasilnya datang pada menit ke-63 lewat Sean Klaiber yang mencetak gol pertamanya untuk klub berjuluk Die Unbeugsamen itu. Sundulan terarahnya mengubah kedudukan menjadi 1:1 dan membangkitkan semangat 21.515 penonton yang memadati stadion.

Drama sesungguhnya terjadi di masa injury time. Kento Shiogai sempat membuat pendukung VfL Wolfsburg bersorak setelah bola hasil sepakannya masuk ke gawang Bochum pada menit keempat tambahan waktu. Namun, kegembiraan itu sirna seketika ketika wasit melakukan peninjauan VAR dan mendapati adanya handball dalam proses terciptanya gol. Wasit pun menganulir gol tersebut, dan skor bertahan imbang.

Tekanan untuk Rösler Belum Usai

Di kubu Bochum, satu poin ini setidaknya mengakhiri rentetan tiga kekalahan beruntun. Meski demikian, posisi pelatih Uwe Rösler masih belum sepenuhnya aman. Sebelum laga, ia sempat menanggapi isu tekanan jabatannya dengan tenang. “Kami para pelatih selalu berada di bawah tekanan. Seorang pelatih harus bisa hidup dengan itu dan saya sudah cukup lama di dunia ini untuk menanganinya dengan baik,” ujarnya kepada Sky.

Sementara itu, bagi VfL Wolfsburg, hasil ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju tiket promosi tidak akan mulus. Statistik menunjukkan tim tamu masih terlalu rapuh ketika menghadapi tekanan lawan di babak kedua, sebuah catatan yang wajib segera dibenahi jika ingin bersaing di papan atas hingga akhir musim.

Persaingan Papan Atas Kian Ketat

Kegagalan VfL Wolfsburg meraih tiga poin membuka peluang bagi klub-klub lain untuk menyalip mereka di klasemen. Dalam laga lain, Darmstadt 98 juga gagal memetik kemenangan usai bermain 0:0 melawan FC St. Pauli, memperpanjang krisis mereka di dasar tabel. Sementara itu, di kompetisi putri, Bayern München terus menorehkan rekor dengan 50 pertandingan Bundesliga tanpa kalah, sebuah catatan yang justru dimulai sejak kekalahan terakhir mereka dari VfL Wolfsburg pada Oktober 2024.

Dengan hasil ini, VfL Wolfsburg dituntut bangkit pada laga berikutnya. Kualitas individu seperti Fabian Reese sudah terbukti menjadi pembeda, tetapi konsistensi kolektif sepanjang 90 menit tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Jika mampu menjaga fokus hingga peluit akhir, target kembali ke Bundesliga bukan mustahil untuk diraih.