Kacang Tanah Komoditas Potensial, Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU

Foto: Istimewa

Kacang Tanah Komoditas Potensial, Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU

Kalimantan Update – 24 Oktober 2026 | Kacang Tanah Komoditas Potensial Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU menjadi sorotan setelah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, H Syamsir Rahman, bersama Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Hero Setiawan meninjau sekaligus melaksanakan syukuran panen kacang tanah di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Selasa (20/10/2026) siang. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata perhatian pemerintah provinsi dan daerah terhadap keberhasilan petani sekaligus upaya mendorong pengembangan komoditas kacang tanah sebagai alternatif tanaman pangan di Kabupaten HSU.

Dalam kesempatan itu, Kepala DPKP Kalsel menyampaikan apresiasi kepada para petani Desa Pinangkara yang telah berhasil menanam dan memanen kacang tanah dengan hasil yang menggembirakan. Menurutnya, capaian tersebut patut menjadi contoh bagi daerah lain karena menunjukkan bahwa lahan yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi lahan produktif yang mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Syamsir Rahman menegaskan kembali pentingnya pengoptimalan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan agar ditanami dengan tanaman produktif, baik tanaman pangan maupun hortikultura. Komoditas kacang tanah dinilai sebagai salah satu upaya pemanfaatan lahan sekaligus memperkaya koleksi keanekaragaman komoditas pertanian di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, ketahanan pangan daerah tidak hanya bergantung pada satu atau dua jenis tanaman saja, tetapi didukung oleh beragam komoditas yang saling melengkapi.

“Kacang tanah memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, karena itu kita akan jadikan ini sebagai sentra hortikultura,” katanya di hadapan para petani dan tamu undangan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Kacang Tanah Komoditas Potensial Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari arah kebijakan pengembangan pertanian yang lebih luas di provinsi ini.

Ia berharap keberhasilan panen di Desa Pinangkara dapat diikuti oleh kelompok tani lainnya di wilayah HSU maupun daerah lain di Kalimantan Selatan. Menurutnya, keberhasilan satu desa seharusnya menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain untuk mencoba mengembangkan komoditas serupa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan iklim setempat.

Sementara itu, Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap pertanian di Kabupaten HSU. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran langsung Kepala Dinas Pertanian provinsi ke desa tersebut, yang dinilai sebagai bentuk dukungan moral dan teknis bagi para petani.

“Di sini kami atas nama masyarakat Desa Pinangkara, masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bapak Gubernur, hingga kehadiran langsung bapak Kepala Dinas Pertanian provinsi ke desa ini,” kata Hero Setiawan.

Ia juga mengajak para petani untuk terus berinovasi dan memanfaatkan dukungan yang diberikan pemerintah guna meningkatkan hasil panen dan nilai jual produk pertanian. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar produk yang dihasilkan tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasar sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

Rangkaian kegiatan syukuran panen tersebut juga diisi dengan peninjauan langsung ke lahan pertanian, dialog bersama kelompok tani, serta penyerahan bantuan pendukung pertanian kepada petani setempat. Dialog tersebut menjadi ruang bagi petani untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari ketersediaan bibit, teknis budidaya, hingga akses pasar.

Hadir pula dalam kegiatan itu Kepala Dinas PUPR Kabupaten HSU, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HSU, Kapolsek Amuntai Tengah, serta unsur terkait lainnya di lingkup Pemprov Kalsel dan Pemkab HSU, bersama para petani Desa Pinangkara. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan pertanian di daerah.

Pengembangan kacang tanah dinilai strategis karena komoditas ini memiliki permintaan pasar yang cukup stabil, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun bahan baku industri olahan. Selain itu, tanaman kacang tanah relatif cocok dikembangkan di lahan kering dan dapat menjadi tanaman sela yang menguntungkan bagi petani.

Berikut sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam pengembangan kacang tanah di HSU:

  • Optimalisasi pemanfaatan lahan yang belum produktif agar menjadi lahan pertanian bernilai ekonomi.
  • Penguatan kelompok tani melalui pendampingan teknis dan dialog bersama pemerintah.
  • Penyediaan bantuan sarana pendukung pertanian untuk meningkatkan hasil panen.
  • Diversifikasi komoditas pangan dan hortikultura guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
  • Pengembangan sentra hortikultura berbasis potensi lokal di Kalimantan Selatan.

Dengan berbagai dukungan tersebut, Kacang Tanah Komoditas Potensial Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU diharapkan tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi berlanjut menjadi program yang berkelanjutan. Pemerintah provinsi dan kabupaten perlu menjaga konsistensi pendampingan agar semangat para petani tetap terjaga dan hasil produksi terus meningkat dari musim ke musim.

Secara keseluruhan, panen kacang tanah di Desa Pinangkara menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan petani dapat menghasilkan capaian yang nyata. Ke depan, pengembangan komoditas ini berpotensi memperkuat perekonomian pedesaan, menambah ragam sumber pangan lokal, serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat Hulu Sungai Utara. Dukungan yang berkelanjutan, inovasi petani, dan pemanfaatan lahan secara bijak akan menjadi kunci keberhasilan Kacang Tanah Komoditas Potensial Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU dalam jangka panjang.