Alavés vs Málaga: Gol Menit 89 Aitor Mañas Hancurkan Mimpi Kemenangan Pertama Sang Juru Kunci
Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Duel alavés vs málaga di Estadio Mendizorroza, Jumat malam waktu setempat, berakhir dengan skor 1-1 pada jornada ke-10 LaLiga EA Sports 2026-27. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Málaga yang sudah berada di ambang kemenangan pertama mereka musim ini, namun harus rela berbagi angka setelah gol dramatis Aitor Mañas di menit ke-89. Laga alavés vs málaga sendiri berlangsung sengit dan penuh dinamika, dengan tuan rumah mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu.
Deportivo Alavés memulai pertandingan sebagai pihak yang paling agresif. Dukungan penuh suporter yang sudah sebulan setengah menanti kemenangan di kandang membuat para pemain Quique Sánchez Flores tampil menekan sejak menit awal. Peluang emas pertama hadir sebelum menit ke-10 melalui sepakan menyilang Tenaglia yang masih mampu diamankan kiper Málaga, Alfonso Herrero. Namun seiring berjalannya waktu, Málaga mulai menemukan ritme permainan dan berhasil menyamakan kedudukan dalam pertarungan penguasaan bola.
Kejutan datang tepat sebelum turun minum. Ramón Enríquez melepaskan umpan terobosan cermat kepada Adrián Niño, yang dengan kontrol bola sempurna berhasil melewati penjagaan dan menaklukkan kiper Antonio Sivera dalam situasi satu lawan satu. Gol tersebut menjadi keunggulan kedua Málaga sepanjang musim ini sebelum masuk ruang ganti, sekaligus mencatatkan nama Niño sebagai pencetak gol dalam tiga pertandingan liga berturut-turut dengan total empat gol di Primera División.
Memasuki babak kedua, Sánchez Flores melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Hugo Novoa, Yusi, dan Denis Suárez sebelum menit ke-60. Meski mendominasi dengan 63 persen penguasaan bola dan memenangi tujuh tendangan sudut berbanding dua milik Málaga, Alavés tetap kesulitan menciptakan peluang bersih. Justru tim tamu yang hampir menggandakan keunggulan melalui sepakan Jose Salinas dan Adrián Niño, namun keduanya masih bisa digagalkan Sivera. Dalam laga alavés vs málaga ini, kiper Málaga Alfonso Herrero juga tampil gemilang dengan penyelamatan penting menjelang akhir laga.
Ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Toni Martínez, yang masuk menggantikan Mariano Díaz pada menit ke-66, nyaris mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Ángel Pérez dari sisi kanan. Herrero kembali menyelamatkan gawangnya dengan penyelamatan luar biasa. Namun bola muntahan tak mampu dibuang sempurna, dan Aitor Mañas yang baru bermain 15 menit langsung menyambar bola liar di dalam kotak penalti untuk menyamakan kedudukan. Gol tersebut menjadi gol perdana Mañas untuk tim utama Alavés dan memberinya rating tertinggi di lapangan dengan nilai 8,15.
Di masa injury time, Alavés hampir membalikkan keadaan melalui sepakan kaki kanan menyilang Lucas Boyé yang sedikit membentur pemain bertahan Málaga. Beruntung bagi tim tamu, bola tidak masuk dan skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Hasil imbang ini membuat Alavés mengakhiri dua kekalahan beruntun melawan Atlético Madrid dan Celta Vigo, sekaligus menempatkan mereka di posisi ketujuh dengan koleksi 12 poin. Sementara itu, Málaga masih tertahan di dasar klasemen tanpa satu pun kemenangan.
Pelatih Málaga, Juanfran Funes, tetap mengambil sisi positif dari penampilan anak asuhnya. Ia menyebut babak pertama sebagai performa terbaik timnya sepanjang musim dan laga alavés vs málaga ini sebagai penampilan tandang terbaik mereka. Funes menegaskan bahwa kemenangan pertama kini terasa semakin dekat. Namun, keputusan wasit yang kontroversial turut mewarnai jalannya pertandingan, terutama terkait insiden pijakan terhadap Ángel Recio yang oleh beberapa pihak dinilai layak mendapat penanganan berbeda dari VAR. Kekecewaan pun tak terbendung di kubu Málaga yang merasa kehilangan peluang emas memecah kebuntuan.
Bagi Málaga, musim 2026-27 merupakan musim pertama mereka di kasta tertinggi setelah delapan tahun absen. Perjalanan mereka memang berat, namun performa melawan Alavés menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sementara Alavés, yang masih berjuang menemukan konsistensi, harus segera memperbaiki penyelesaian akhir jika ingin bersaing di papan tengah.
Secara keseluruhan, laga alavés vs málaga menjadi gambaran jelas tentang betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan kekecewaan dalam sepak bola. Satu menit sebelum peluit akhir, Málaga sudah merasakan tiga poin di tangan. Namun sepak bola selalu punya cara sendiri untuk menulis cerita, dan malam itu, Aitor Mañas menjadi penulis akhir yang merampas mimpi sang juru kunci. Alavés pulang dengan satu poin yang menahan laju mereka, sementara Málaga harus kembali menunda perayaan kemenangan pertama yang sudah di depan mata.
