Gil Vicente vs Porto: Drama Kartu Merah Elimbi dan Kontroversi Wasit yang Mengguncang Barcelos

Foto: Istimewa

Gil Vicente vs Porto: Drama Kartu Merah Elimbi dan Kontroversi Wasit yang Mengguncang Barcelos

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pertandingan bertajuk gil vicente vs porto di Estádio Cidade de Barcelos, Sabtu (24/10/2026), berakhir dengan kemenangan tipis FC Porto, namun menyisakan kontroversi besar soal kepemimpinan wasit Luís Godinho. Duel lanjutan Liga Portugal musim 2026/2027 ini seharusnya menjadi panggung bagi dominasi Porto yang datang dengan catatan sempurna delapan kemenangan beruntun, tetapi justru berubah menjadi sorotan atas keputusan pengadil yang dianggap merugikan tuan rumah.

FC Porto yang dilatih Francesco Farioli tiba di Barcelos dengan modal 24 poin dari delapan laga dan memimpin lima poin atas Benfica. Sementara itu, Gil Vicente duduk di posisi keenam dengan 14 poin dan sedang dalam tren positif usai kemenangan dramatis 2-1 atas SC Braga. Laga gil vicente vs porto pun diprediksi berjalan sengit, mengingat pertahanan Gil Vicente yang hanya kebobolan enam gol dalam delapan pertandingan.

Gol Borja Sainz dan Momen Krusial

Gol kemenangan Porto lahir dari aksi Borja Sainz. Namun, analisis wasit Pedro Henriques menyebut proses terjadinya gol itu sah. Pada momen umpan silang ke kotak penalti, Elimbi mendorong Samu hingga kehilangan keseimbangan, lalu menyentuh punggung Buatu dengan tangan secara tidak berbahaya. “Gol legal,” ujarnya dalam analisis yang dikutip media Portugal.

Sebelumnya, pada menit ke-47, Porto sempat mencetak gol melalui Borja Sainz setelah umpan Pepê, tetapi dianulir karena pemain Spanyol itu berada dalam posisi offside sekitar 74 sentimeter. Asisten wasit membiarkan permainan berlanjut dan baru mengangkat bendera setelah André Silva menyelesaikan peluang. Keputusan ini dinilai tepat.

Di menit ke-36, ada klaim penalti untuk Gil Vicente ketika Murilo berusaha melewati Alberto Costa dan Zaidu. Pedro Henriques menilai tidak ada pelanggaran karena hanya terjadi kontak tanpa dorongan atau tekel. Sementara itu, kartu kuning untuk Pablo Rosário pada menit ke-55 dinilai tepat karena tekelnya terhadap Santi García bersifat lalai dan keras.

Kontroversi Kartu Merah Elimbi

Puncak kontroversi dalam gil vicente vs porto terjadi pada menit ke-84 ketika Marvin Elimbi diganjar kartu merah. Analis arbitrase Tiago Antunes memberi nilai dua untuk penampilan Luís Godinho dan menilai pengusiran bek Gil Vicente itu sebagai kesalahan fatal. Menurutnya, tidak ada syarat yang memenuhi untuk kartu merah, dan seharusnya VAR melakukan intervensi.

Pedro Henriques juga menyoroti insiden pada menit ke-73. Santi García seharusnya menerima kartu kuning karena menginjak tumit kiri Jan Bednarek dengan sol dan pul sepatu, sebuah pelanggaran lalai yang layak dihukum. “Kartu kuning yang ditunjukkan sudah benar, tetapi masih ada satu lagi yang terlewat, dan kartu merah yang salah seharusnya mendapat intervensi VAR,” tegasnya.

Menariknya, pelatih Gil Vicente, Luís Pinto, memilih tidak berkomentar soal kartu merah tersebut. Ia justru memuji penampilan anak asuhnya yang dinilainya “hampir sempurna” secara defensif. “Kami gagal mengubah satu penandaian pada momen gol. Selain itu, saya tidak ingat banyak peluang lain dari Porto,” ujarnya.

Persatuan Porto dan Ambisi Gil Vicente

Di kubu Porto, Farioli menyerukan persatuan setelah timnya menelan dua kekalahan beruntun, termasuk dari PSV Eindhoven di Liga Champions. “Ada dunia luar yang ingin menciptakan masalah, mencoba menjatuhkan kami. Ini adalah momen persatuan,” kata pelatih asal Italia itu. Ia juga memuji Gil Vicente sebagai salah satu tim dengan performa terbaik di liga.

Meski kalah, Luís Pinto menegaskan hasil ini tidak mengikis kepercayaan diri timnya. “Kami mencoba segalanya, bahkan dengan 10 pemain kami berusaha menekan. Ini memberi saya kebanggaan besar,” tuturnya.

Dengan hasil ini, Porto menjaga laju sempurna mereka, sementara Gil Vicente tetap tertahan di papan tengah. Namun, sorotan atas keputusan wasit dalam laga gil vicente vs porto dipastikan masih akan menjadi perdebatan panjang di sepak bola Portugal.