Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Penjaga gawang asal Slovakia, Dominik Holec, kembali menjadi sorotan dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Berdiri di bawah mistar gawang Garudayaksa FC, Dominik Holec harus merelakan gawangnya dibobol pada menit 90+1 oleh Adam Alis, memastikan Persib Bandung pulang dengan kemenangan dramatis 2-1 dari Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu malam (25/10/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan tambahan bagi kiper berusia 32 tahun tersebut, yang beberapa hari sebelumnya juga harus memungut bola lima kali dari gawangnya.
Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Persib yang datang dengan misi bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan, langsung mengambil inisiatif menyerang. Pelatih Igor Tolic melakukan rotasi dengan menempatkan Fitrah Maulana di bawah mistar, sementara lini belakang dipercayakan kepada Sandy Walsh, Danijel Loncar, Ikwan Ali Tanamal, dan Patricio Matricardi. Di lini tengah, Luciano Guaycochea berduet dengan kapten Dedi Kusnandar, sementara Luka Menalo, Mariano Peralta, dan Adam Alis menopang Uilliam Barros Pereira di sektor depan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15 atau ke-16, bergantung pada catatan waktu masing-masing pengamat. Berawal dari sontekan Uilliam Barros Pereira di depan gawang, Mariano Peralta memaksimalkan umpan tumit tersebut dan mengirim bola ke dalam gawang yang dikawal Dominik Holec. Gol itu menjadi gol pertama Peralta di Super League 2026/27 sekaligus membawa Persib memimpin 1-0. Keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum, meski Garudayaksa sempat memberi perlawanan melalui organisasi permainan yang rapat.
Memasuki babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas. Pelatih Garudayaksa melakukan penyegaran pada menit ke-61 dengan memasukkan Ryo Matsumura dan Carlos Iury, menggantikan Muhammad Sihran dan Arkhan Kaka. Pergantian itu berbuah manis. Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-65, umpan Carlos Iury dituntaskan dengan baik oleh Jairo Jean, membuat skor berubah menjadi 1-1. Sebelumnya, pada menit ke-60, Dominik Holec sempat menunjukkan kelasnya ketika kemelut terjadi di depan gawang; ia bersama rekan-rekannya mampu menutup ruang tembak para pemain Persib.
Namun drama sesungguhnya baru dimulai menjelang akhir laga. Lima menit sebelum waktu normal berakhir, Garudayaksa harus bermain dengan sepuluh orang setelah Aleksandar Busnic menerima kartu merah. Situasi itu dimanfaatkan betul oleh Persib yang terus menekan. Pada menit ke-90+1, Adam Alis menerima umpan Beckham Putra dan menuntaskan peluang menjadi gol kemenangan. Dominik Holec tak berkutik, dan Stadion Pakansari yang dipenuhi Bobotoh pun bersorak.
Hasil ini mengangkat Persib Bandung ke peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 13 poin dari tujuh pertandingan, hasil dari empat kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Bagi Garudayaksa, kekalahan ini memperpanjang catatan kurang menggembirakan. Sebelumnya, pada pekan kelima, tim berjuluk Spirit of Garuda itu ditekuk Bali United 0-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Usai laga tersebut, Dominik Holec mengaku tak bisa menjawab pertanyaan wartawan terkait kekalahan memalukan timnya.
“Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu harus menjawab pertanyaan ini seperti apa. Bagi saya, ini adalah pertandingan yang berat,” kata Dominik Holec saat itu. Menurutnya, Garudayaksa sebenarnya tidak tampil terlalu buruk, terlebih di babak pertama, ketika tuan rumah baru kebobolan beberapa saat sebelum turun minum dan empat gol lainnya tercipta di sepanjang babak kedua.
Susunan pemain Garudayaksa FC (3-4-3) malam itu: Dominik Holec; Hamra Hehanussa, Wahyu Prasetyo, Paulo Ricardo; Muhammad Sihran, Aleksandar Busnic, Theo Numberi, Azizu Milanesta; Jairo Jean, Christian Frydek, Arkhan Kaka.
Dengan hasil ini, Persib membuktikan mentalitas bangkitnya, sementara Garudayaksa harus segera berbenah. Bagi Dominik Holec, dua laga terakhir menjadi ujian berat: dari kebobolan lima gol di Gianyar hingga kebobolan di detik-detik akhir melawan Persib. Kualitas kiper Slovakia itu tetap diakui, tetapi sepak bola menuntut konsistensi, dan laga-laga berikutnya akan menjadi pembuktian apakah Garudayaksa mampu bangkit dari keterpurukan.

