Viking FC Takluk 3-1 di Villa Park, Kapten Tripic Malah Curhat Jadi Korban Kampanye Hitam Media

Foto: Istimewa

Viking FC Takluk 3-1 di Villa Park, Kapten Tripic Malah Curhat Jadi Korban Kampanye Hitam Media

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Laga lanjutan Liga Champions di Villa Park, Birmingham, pada Rabu malam 21 Oktober 2026, berakhir dengan kekalahan viking fc 1-3 dari tuan rumah Aston Villa. Namun sorotan tak berhenti pada skor. Kapten viking fc, Zlatko Tripic, justru melontarkan tuduhan keras bahwa dirinya menjadi korban kampanye hitam media menyusul insiden kartu merah Michael Olise beberapa pekan sebelumnya. Kemenangan Villa sendiri diwarnai penampilan memukau winger muda Brasil, Alysson, yang disebut pelatih Unai Emery sebagai lompatan besar dalam perkembangan sang pemain.

Jalannya Pertandingan

Bertanding di depan 33.410 penonton, Aston Villa tampil mendominasi sejak menit awal. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah pada menit ke-23 lewat sundulan Ross Barkley yang memanfaatkan umpan silang Ibrahim Mbaye. Barkley, yang mencetak dua gol di laga sebelumnya, kembali menunjukkan instingnya di kotak penalti. Sebelumnya Nicolas Jackson menyia-nyiakan dua peluang sundulan bebas, sementara Emiliano Buendia beberapa kali gagal memaksimalkan peluang emas.

Keunggulan Villa berlipat pada menit ke-37 melalui titik putih. Penalti itu didapat setelah Alysson dilanggar di kotak terlarang, dan Buendia yang maju sebagai eksekutor tak membuang kesempatan. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, meski secara permainan Villa jauh lebih unggul ketimbang tamunya dari Norwegia itu.

Di babak kedua, viking fc keluar dari cangkangnya. Tobias Moi dan Tripic sempat mengancam gawang Zion Suzuki, tetapi penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang itu sirna. Justru Villa yang menambah keunggulan pada menit ke-62. Umpan silang Alysson mengenai Henrik Heggheim dan berbelok masuk ke gawang Arild Ostbo, tercatat sebagai gol bunuh diri. Gol hiburan viking fc baru lahir pada menit ke-84 lewat voli indah Peter Christiansen, yang sempat dianulir karena offside namun disahkan setelah tinjauan VAR.

Alysson, Bintang Muda yang Bersinar

Penampilan Alysson menjadi salah satu cerita paling menarik dari laga ini. Baru beberapa hari sebelumnya ia menjalani start pertamanya di Premier League melawan Newcastle, dan kini ia dipercaya tampil penuh sebagai starter di Liga Champions. Statistiknya berbicara: sepuluh sentuhan di kotak lawan, empat dribel sukses dari enam percobaan, serta 0,59 expected assists, semuanya tertinggi di antara pemain lain. Ia juga memenangi duel darat terbanyak dan menciptakan tiga peluang.

Sebanyak 42 persen serangan Villa mengalir dari sisi kanan, dan kemampuan Alysson memimpin serangan balik sendiri menjadi ancaman besar, terutama di paruh kedua. Unai Emery pun tak menyembunyikan kekagumannya. “Ketika ia menunjukkan kualitas ofensifnya, wow,” ujar Emery. Ia menegaskan bahwa konsistensi, baik dalam bertahan, menyerang, maupun pemahaman posisi, menjadi kunci agar sang pemain terus berkembang.

Kapten Viking FC Melawan Arus

Di sisi lain, Zlatko Tripic menghadapi tekanan di luar lapangan. Sang kapten mengaku sengaja memancing emosi Michael Olise hingga winger Bayern Munich itu menerima kartu merah dalam laga imbang 3-3 pada matchday kedua. Pengakuan itu memicu gelombang kritik, termasuk dari Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, yang menilai tindakannya tak sportif.

Kini Tripic mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya menerima pesan-pesan yang mengganggu. “Saya tidak ingin siapa pun mengalami apa yang saya alami. Seolah-olah saya mematahkan kaki Michael Olise,” katanya kepada VG. Ia menilai media Norwegia turut bertanggung jawab atas tekanan yang muncul. Meski begitu, dalam laga melawan Aston Villa, Tripic tetap tampil sebagai kapten sebelum ditarik keluar pada menit ke-74 dan digantikan Amin Cosic.

Posisi di Klasemen

Kemenangan ini membuat Aston Villa menyapu tiga laga awal Liga Champions dengan kemenangan, meski harus puas berada di posisi kedua di belakang Paris Saint-Germain karena selisih gol. Sementara itu, viking fc masih mencari bentuk terbaiknya di musim debut mereka di kompetisi elite Eropa, setelah sebelumnya menahan imbang Bayern Munich di kandang. Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi juara Norwegia tersebut.

Bagi Emery, laga ini bukan sekadar tiga poin. Ia menyebut timnya tampil serius melawan lawan yang masih beradaptasi di level tertinggi. “Setiap pertandingan punya tujuan untuk menjadi lebih baik, konsisten, dan menuntut,” tuturnya. Rotasi empat pemain yang ia lakukan tetap menjaga kualitas permainan Villa yang mengalir dari sisi ke sisi.

Secara keseluruhan, duel ini memperlihatkan dua wajah sepak bola Eropa: ambisi Aston Villa yang tengah menanjak dan perjuangan viking fc untuk membuktikan diri di panggung terbesar. Kemenangan 3-1 menjadi bukti kedalaman skuad Villa, sekaligus pengingat bahwa bagi Viking, tantangan sesungguhnya baru saja dimulai. Sorotan kini tertuju pada bagaimana Tripic dan rekan-rekannya merespons tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan, pada laga-laga berikutnya.