Marcus Tavernier Jadi Mimpi Buruk: Bournemouth Hancurkan AC Milan 3-0, Lalu Bungkam Old Trafford

Foto: Istimewa

Marcus Tavernier Jadi Mimpi Buruk: Bournemouth Hancurkan AC Milan 3-0, Lalu Bungkam Old Trafford

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Nama Marcus Tavernier tengah bersinar terang di jagat sepak bola Inggris. Gelandang Bournemouth itu menjadi salah satu aktor utama di balik dua kemenangan bersejarah The Cherries dalam kurun tiga hari, mulai dari panggung Liga Europa hingga Liga Primer. Pada matchday ketiga Liga Europa 2026/27, Marcus Tavernier mencetak salah satu gol saat Bournemouth melibas AC Milan tiga gol tanpa balas di Vitality Stadium, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Tiga hari berselang, Marcus Tavernier kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Bournemouth unggul 2-0 atas Manchester United di Old Trafford pada laga pekan ke-8 Liga Primer, Minggu (25/10/2026).

Malam Kelam Rossoneri di Vitality Stadium

AC Milan datang ke Inggris dengan ambisi meraih poin, tetapi pulang membawa luka. Laga baru berjalan delapan menit ketika publik tuan rumah bersorak. Bournemouth mendapat hadiah penalti setelah bek Milan, Koni De Winter, melakukan handball saat berduel menghalau sundulan Evanilson. Justin Kluivert yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan dingin, memperdaya kiper Mike Maignan dan membawa Bournemouth memimpin 1-0.

Petaka bagi Milan makin bertumpuk pada menit ke-27. Kiper utama mereka, Mike Maignan, diganjar kartu merah langsung oleh wasit akibat tindakan provokatif menampar wajah Tyler Adams di area terlarang. Insiden itu tidak hanya membuat Rossoneri bermain dengan sepuluh orang, tetapi juga berbuah penalti kedua bagi tuan rumah. Marcus Tavernier yang bertindak sebagai eksekutor tak membuang kesempatan. Ia menaklukkan kiper pengganti Milan dan mengubah skor menjadi 2-0, bertahan hingga turun minum.

Unggul jumlah pemain dan dua gol membuat Bournemouth tampil makin dominan di babak kedua. Pesta kemenangan tuan rumah akhirnya digenapi pada menit ke-83. Lewat skema tendangan bebas langsung, Amine Adli melepaskan sepakan terukur nan indah yang meluncur mulus ke dalam gawang AC Milan, sekaligus mengunci skor akhir 3-0.

Menariknya, seluruh gol kemenangan tuan rumah lahir dari skema bola mati, yaitu dua eksekusi penalti di babak pertama dan satu tendangan bebas spektakuler selepas jeda. Kemenangan telak ini membawa Bournemouth melesat ke posisi ketiga klasemen sementara fase liga dengan raihan sempurna sembilan poin. Sementara itu, kekalahan tragis ini membuat AC Milan kian terpuruk di peringkat ke-24 dengan baru mengemas tiga poin.

Bournemouth Bukan Tim Pertama

Bournemouth bukanlah tim pertama yang mampu membobol gawang AC Milan sebanyak tiga kali sejak era Liga Europa pada 2009/2010. Sebelumnya, Arsenal pernah menghajar Milan 3-1 di Emirates Stadium pada leg kedua 16 besar Liga Europa 2017/2018. Olympiacos juga membalas kekalahan dengan skor 3-1 di Athena pada fase grup 2018/2019. Terakhir, Yusuf Yazici memborong tiga gol saat LOSC Lille menang 3-0 di San Siro pada fase grup 2020/2021.

Lanjutan di Old Trafford

Performa tajam Marcus Tavernier berlanjut ke kompetisi domestik. Bertandang ke Old Trafford, Bournemouth tampil mengejutkan tuan rumah. Rayan membuka skor lewat tendangan kaki kiri pada menit ke-38 setelah Ayden Heaven dikartu kuning karena tekel dua kaki, dan dari tendangan bebas itu bola berujung gol. Marcus Tavernier menggandakan keunggulan pada menit ke-43 lewat tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti.

Tuan rumah tampil buruk di awal laga. Tembakan pertama United ke arah gawang baru muncul lewat Bryan Mbeumo, sementara suporter menyanyikan yel-yel yang menyasar pelatih Michael Carrick. Di susunan pemain Bournemouth, Marcus Tavernier bermain di lini tengah bersama Cook, Adams, dan Christie, dengan Evanilson dan Rayan sebagai ujung tombak.

Gol itu melanjutkan performa tajam Tavernier musim ini. Sebelum laga, BBC Sport mencatat ia telah mencetak empat gol dan menjadi pencetak gol terbanyak timnya, tiga di antaranya gol pembuka. Dengan gol hari ini, torehannya diperkirakan bertambah menjadi lima di liga. Pada 18 Oktober ia juga membuka skor lewat sundulan melawan Sunderland. Dalam laga Liga Europa tiga hari sebelumnya, ia bermain 62 menit saat Bournemouth menang 3-0 atas Milan.

Sebelumnya, nama Tavernier sempat dikaitkan dengan Everton pada bursa transfer musim panas. Namun Bournemouth disebut tidak berencana melepasnya karena ia dianggap bagian penting dari rencana tim. Kontraknya diperpanjang hingga Juni 2029 pada September 2025.

Kesimpulan

Dua kemenangan dalam tiga hari menempatkan Bournemouth sebagai salah satu tim paling mengejutkan musim ini, dengan Marcus Tavernier sebagai simbol kebangkitan mereka. Konsistensi sang gelandang dalam mencetak gol dari berbagai situasi, baik penalti, tembakan terbuka, maupun sundulan, menjadikannya aset berharga bagi The Cherries. Jika performa ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Bournemouth menjadi kuda hitam yang diperhitungkan di Liga Primer maupun Liga Europa musim ini.