Mourinho Kembali ke El Clasico: Drama Kiper Madrid hingga Duel Dua Mantan Bintang Palmeiras

Foto: Istimewa

Mourinho Kembali ke El Clasico: Drama Kiper Madrid hingga Duel Dua Mantan Bintang Palmeiras

Kalimantan Update – 25 Oktober 2026 | Pertarungan paling bergengsi di sepak bola Spanyol, el classico, kembali menyita perhatian dunia. Pada Minggu malam (25/10/2026) waktu setempat, Barcelona menjamu Real Madrid di Camp Nou dalam laga pekan ke-10 LaLiga. Namun, edisi kali ini terasa istimewa karena menandai kembalinya José Mourinho ke panggung el classico setelah 13 tahun meninggalkan futebol Spanyol.

Mourinho, yang kini berusia 63 tahun, kembali menukangi Real Madrid sejak musim panas lalu. Pelatih asal Portugal itu tercatat telah menjalani 17 laga el classico sepanjang kariernya, dan kali ini ia datang dengan tekanan besar: Los Blancos wajib menang agar tidak semakin tertinggal dari rival abadinya di puncak klasemen.

Klasemen Timpang, Madrid Wajib Menang

Barcelona tampil nyaris sempurna musim ini. Dari sembilan laga yang telah dilakoni, tim asuhan Hansi Flick itu menyapu bersih seluruh kemenangan dengan koleksi 27 poin, satu-satunya tim yang masih tak terkalahkan di LaLiga. Catatan itu diperkuat dengan produktivitas luar biasa: 39 gol telah mereka sarangkan, menjadikan Barcelona sebagai lini serang paling tajam di lima liga top Eropa.

Real Madrid sendiri berada di posisi ketiga dengan 21 poin, hasil dari tujuh kemenangan dan dua kekalahan. Meski begitu, Madrid bukan tanpa amunisi. Dengan 23 gol, mereka menempati peringkat kedua sebagai tim paling produktif di Eropa, sehingga laga el classico ini mempertemukan dua serangan paling berbahaya di benua biru.

Kabar Buruk di Kubu Madrid: Courtois Absen

Beberapa jam sebelum kick-off, Real Madrid mengumumkan kabar mengejutkan. Kiper utama Thibaut Courtois batal tampil karena menderita flu. Manajemen klub menyebut sang penjaga gawang asal Belgia itu tidak berada dalam kondisi ideal untuk bertanding.

Sebagai pengganti, Mourinho memanggil Illia Voloshyn, kiper muda Ukraina bertinggi lebih dari dua meter dari tim Real Madrid C, yang langsung bergabung dengan rombongan ke Barcelona. Andriy Lunin diyakini bakal mengisi posisi di bawah mistar, sementara Sergio Mestre, 21 tahun, melengkapi rotasi kiper.

Meski begitu, menurut laporan media Spanyol, peluang Courtois tampil belum sepenuhnya tertutup. Sang pemain sangat ingin menghadapi Barcelona dan bersedia menempuh perjalanan dari Madrid ke Katalonia jika kondisinya membaik sebelum laga. Bagi Lunin, kesempatan ini menjadi momen comeback setelah lima bulan absen dari pertandingan resmi.

Kisah Voloshyn: Dari Perang Ukraina ke Panggung El Clasico

Pemanggilan Voloshyn menyimpan kisah mengharukan. Pada musim semi 2022, saat baru berusia 15 tahun, ia terpaksa meninggalkan Dnipro akibat pecahnya perang di Ukraina. Ia berpisah dengan ibunya yang tetap tinggal di tanah kelahiran, lalu memulai hidup baru di Alicante, Spanyol.

Perjalanannya berlanjut di Novelda, kemudian Rayo Majadahonda, sebelum akhirnya menarik perhatian Real Madrid. Musim lalu ia tampil lima kali dalam perjalanan Madrid meraih gelar UEFA Youth League. Kini, pemanggilan untuk laga el classico menjadi puncak dari perjuangan panjangnya.

Tanpa Vinicius, Duel Mantan Bintang Palmeiras

Real Madrid juga dipastikan kehilangan Vinícius Jr. Penyerang Brasil itu menjalani hukuman kartu merah yang diterimanya saat melawan Villarreal pada pekan kedelapan. Absennya Vinicius membuat lini depan Madrid harus mencari formula baru.

Di sisi lain, laga ini menghadirkan cerita menarik bagi penggemar sepak bola Brasil. Gabriel Jesus, kini berseragam Barcelona, dan Endrick yang membela Real Madrid, sama-sama merupakan produk akademi Palmeiras. Gabriel Jesus meninggalkan Palmeiras pada 2016 menuju Manchester City dengan nilai transfer 32,7 juta euro, lalu sempat membela Arsenal sebelum bergabung dengan Barcelona musim ini. Ia telah menyumbang empat gol dan satu assist dalam tujuh laga pertamanya bersama tim Catalan.

Sementara Endrick, yang menyusul ke Madrid pada 2024 dengan mahar 35 juta euro plus bonus hingga 25 juta euro, masih berjuang merebut tempat di skuad utama. Duel dua mantan pemain Palmeiras ini menambah bumbu menarik dalam el classico kali ini.

Polemik Mourinho dan Bayang-Bayang Kasus Negreira

Seperti biasa, Mourinho tak lepas dari kontroversi jelang laga besar. Ia mengeluhkan jadwal istirahat Madrid yang lebih pendek, mempertanyakan kualitas wasit yang ditugaskan, bahkan menuduh Barcelona terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai skandal korupsi wasit terbesar di dunia.

Tuduhan itu merujuk pada kasus pembayaran sekitar 8,5 juta euro dari Barcelona kepada perusahaan milik José María Enríquez Negreira, mantan wasit dan wakil presiden asosiasi wasit Spanyol, yang tengah diselidiki pengadilan sejak 2023. Mourinho juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden LaLiga, Javier Tebas, yang ia sebut sebagai kasus klinis. Situasi ini memanaskan atmosfer menjelang el classico, meski Mourinho sendiri menolak menyebut tim mana pun sebagai favorit dan menegaskan bahwa Madrid bersamanya akan meraih gelar.

Secara historis, dalam 124 tahun pertemuan resmi, kedua klub meraih jumlah kemenangan yang sama, sementara Lionel Messi masih menjadi top skor sepanjang masa duel ini. Dengan segala drama di dalam dan luar lapangan, el classico edisi kali ini kembali membuktikan bahwa sepak bola Spanyol selalu mampu menyajikan cerita yang tak pernah membosankan.