Pau Cubarsí di Pusaran El Clásico: Dari Pujian Dunia hingga Tekanan Lini Belakang Barcelona

Foto: Istimewa

Pau Cubarsí di Pusaran El Clásico: Dari Pujian Dunia hingga Tekanan Lini Belakang Barcelona

Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Nama pau cubarsí kembali menjadi sorotan menjelang dan sesudah El Clásico antara Barcelona dan Real Madrid di Spotify Camp Nou. Bek muda berusia 19 tahun itu kini dijuluki sebagai salah satu bek tengah paling bernilai di dunia, dengan estimasi pasar mencapai 100 juta euro menurut Transfermarkt, setara dengan William Saliba. Namun di balik angka mentereng tersebut, laga bertajuk El Clásico selalu menghadirkan ujian tersendiri bagi pau cubarsí, yang harus memimpin lini pertahanan Barcelona di tengah badai cedera yang menerpa skuad.

Latar Belakang: Generasi 2007 Masia yang Bersinar

Lahir di provinsi Girona dan tumbuh besar di akademi La Masia sejak usia 11 tahun, pau cubarsí merupakan bagian dari generasi 2007 yang disebut-sebut sebagai salah satu angkatan paling bertalenta dalam sejarah Barcelona. Bersama Lamine Yamal, Marc Bernal, dan Xavi Espart, ia menempuh hampir seluruh kategori usia bersama-sama. Kedekatannya dengan Lamine Yamal bahkan menjadi cerita tersendiri, karena keduanya telah menjadi sahabat sejak kecil dan kini sama-sama menjadi pilar tim utama.

Penampilan impresifnya bersama timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, di mana ia dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen, semakin mengukuhkan posisinya. Dengan lebih dari 160 pertandingan profesional di usia 19 tahun, pau cubarsí mencatatkan rekor kepresosian yang jarang ditemui untuk posisi bek tengah, terlebih di level tertinggi.

Ujian di El Clásico: Antara Kepercayaan dan Keraguan

Menjelang laga kontra Real Madrid, situasi lini belakang Barcelona tidak ideal. Cedera yang menimpa Jules Koundé, Eric García, dan Andreas Christensen memaksa pelatih Hansi Flick hanya mengandalkan dua bek tengah sehat, yakni pau cubarsí dan Gerard Martín. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, terutama setelah performa kurang meyakinkan di laga melawan Paris Saint-Germain, ketika lini pertahanan Barcelona terlihat kewalahan menghadapi tekanan tinggi lawan.

Kritik pun mengarah pada kemampuan pau cubarsí ketika berhadapan dengan penyerang kelas dunia. Sejumlah pengamat menilai ia lebih nyaman bermain berdampingan dengan bek berpengalaman seperti Aymeric Laporte atau Íñigo Martínez, yang memberinya ruang untuk bermain lebih tenang. Bersama Gerard Martín, ia dituntut lebih sering memberikan cover dan membantu rekannya dalam menghadapi serangan balik cepat.

Meski demikian, Flick tetap memberikan kepercayaan penuh. Filosofi garis pertahanan tinggi yang diterapkan pelatih asal Jerman itu memang menuntut pemahaman taktis dan koordinasi yang tinggi antarpemain. Pau cubarsí sendiri mengakui bahwa pendekatan tersebut kadang menyulitkan, namun ia menegaskan bahwa kepercayaan penuh terhadap rekan setim menjadi kunci keberhasilan.

Pertarungan Melawan Mbappé dan Momen Krusial

Dalam wawancara eksklusif, pau cubarsí menyebut Kylian Mbappé sebagai salah satu pemain terbaik dunia yang harus diwaspadai sepanjang 90 menit. Ia menekankan pentingnya konsentrasi penuh dan kontrol posisi untuk membatasi pengaruh penyerang Prancis tersebut. Terbukti, dalam laga tersebut Mbappé mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-41 dan ke-88, yang membawa Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona.

Meski kalah, ada momen menarik ketika pau cubarsí hampir mencetak gol melalui sundulan setelah sepak pojok pada menit ke-65. Namun kiper pengganti Real Madrid, Andriy Lunin, yang tampil menggantikan Thibaut Courtois akibat flu, melakukan penyelamatan gemilang yang digambarkan sebagai penyelamatan legendaris. Aksi itu menjadi salah satu titik balik yang menentukan jalannya pertandingan.

Rencana Perbaikan dan Masa Depan

Kekhawatiran terhadap kedalaman lini belakang membuat manajemen Barcelona, termasuk Joan Laporta dan Deco, berencana mendatangkan bek tengah baru pada bursa transfer Januari. Sejumlah nama seperti Alessandro Bastoni, Ruud Nijstad, Nico Schlotterbeck, Arthur Días, dan Castello Lukeba masuk dalam daftar incaran. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan lebih bagi pau cubarsí agar dapat berkembang tanpa beban berlebih.

Di sisi lain, Barcelona tengah menyiapkan perpanjangan kontrak Gerard Martín yang berakhir pada Juni 2028. Kehadiran bek kidal itu dinilai penting untuk membagi beban distribusi bola dari lini belakang, sehingga pau cubarsí dapat lebih leluasa membangun serangan dari sisi kanan pertahanan. Sinergi ini juga membantu kiper Joan García dalam menginisiasi serangan dari bawah.

Kesimpulan

Perjalanan pau cubarsí di El Clásico menggambarkan dualisme yang melekat pada pesepakbola muda bertalenta besar: pujian atas kualitas dan potensi, sekaligus tekanan untuk tampil konsisten di level tertinggi. Di usianya yang masih 19 tahun, ia telah menjadi tulang punggung Barcelona dan timnas Spanyol, sebuah pencapaian yang tidak datang kebetulan. Tantangan ke depan, mulai dari memperbaiki koordinasi di lini belakang hingga menghadapi penyerang-penyerang kelas dunia, akan menjadi batu ujian bagi pau cubarsí untuk membuktikan bahwa dirinya layak menyandang status sebagai salah satu bek terbaik generasinya.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: RMC Sport, GOAL.com, ElNacional.cat, FútbolUy