Terungkap! Karim Adeyemi Nyaris Gabung Real Madrid, Kini Jadi Amunisi Barcelona di El Clasico
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Nama Karim Adeyemi kembali menjadi sorotan menjelang laga panas El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid. Winger asal Jerman itu ternyata nyaris saja berlabuh di Santiago Bernabeu pada bursa transfer musim panas lalu, sebelum akhirnya memilih bergabung dengan klub impiannya, Barcelona. Fakta mengejutkan ini diungkap oleh pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano, melalui jaringan DAZN, yang membuka tabir di balik layar salah satu saga transfer paling menarik musim ini.
Menurut pengungkapan tersebut, Borussia Dortmund selaku klub pemilik Karim Adeyemi saat itu aktif menawarkan sang pemain ke sejumlah klub besar. Langkah ini diambil karena kontrak pemain berusia 24 tahun itu akan berakhir pada 30 Juni 2027, dan ia dengan tegas menolak memperpanjang kerja samanya bersama tim berjuluk Die Schwarzgelben tersebut. Dortmund pun berupaya mencari solusi terbaik agar tidak kehilangan pemain secara gratis, termasuk menawarkan Karim Adeyemi ke klub-klub Premier League hingga ke Real Madrid.
Real Madrid Menolak, Barcelona Menyambar
Real Madrid sempat membuka komunikasi dengan pihak Dortmund terkait peluang merekrut Karim Adeyemi. Namun, manajemen Los Blancos akhirnya memutuskan mundur dari perburuan. Profil permainan sang winger dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi dan strategi yang tengah dibangun tim asuhan pelatih mereka. Alih-alih merekrut Adeyemi, Real Madrid memilih mengarahkan fokus ke opsi lain, yakni bintang muda Red Bull Leipzig, Yan Diomande, meski harga pemain tersebut jauh lebih mahal.
Di sisi lain, Karim Adeyemi sejak awal telah menunjukkan keinginan mutlak untuk membela Barcelona. Sang agen, Jorge Mendes, berperan besar dalam menawarkan pemain tersebut ke klub Catalan itu karena melihat adanya peluang di bursa transfer. Adeyemi bahkan bersedia menunggu dan memberi tahu Dortmund bahwa ia tidak berpikir untuk memperpanjang kontraknya. Sikap tegas sang pemain menjadi faktor penentu yang pada akhirnya membawanya ke Camp Nou.
Bertemu Klub yang Menolaknya
Pada akhirnya, Barcelona meresmikan kepindahan Karim Adeyemi dari Dortmund pada Juli 2026 dengan nilai transfer awal sebesar 22 juta euro. Kedatangan pemain timnas Jerman itu menjadi solusi hemat biaya bagi Blaugrana untuk menggantikan Marcus Rashford, yang kembali ke Manchester United setelah masa peminjaman berakhir. Barcelona sendiri sebelumnya juga sempat mengincar Yan Diomande, namun harga sang pemain dinilai terlalu mahal, sehingga mereka beralih ke Anthony Gordon dan Adeyemi.
Kini, momen menarik akan tersaji pada laga El Clasico yang digelar Minggu malam pukul 21.00 waktu setempat. Karim Adeyemi berpotensi besar tampil menghadapi Real Madrid, klub yang sempat menolak kesempatan merekrutnya. Situasi ini membuka peluang bagi sang pemain untuk membuktikan kualitasnya di hadapan tim yang mengabaikannya. Bersama Barcelona, ia tercatat telah tampil dalam 12 pertandingan resmi dengan torehan empat gol dan tiga assist, meski sebagian besar penampilannya di LaLiga masih datang dari bangku cadangan.
Performa dan Tantangan di Timnas
Penampilan impresif Karim Adeyemi bersama Barcelona membuatnya kembali dipanggil ke tim nasional Jerman oleh pelatih Jürgen Klopp. Namun, di level timnas, sang pemain masih menuai sorotan karena dianggap belum memaksimalkan sejumlah peluang emas yang ia dapatkan. Meski demikian, kualitas dan kecepatan lincahnya tetap menjadi senjata berbahaya yang bisa merepotkan lini pertahanan lawan, termasuk Real Madrid di laga nanti.
Bagi Barcelona, keputusan mendatangkan Karim Adeyemi dengan harga relatif murah terbukti menjadi langkah cerdas. Fleksibilitas dan kecepatan pemain sayap ini memberikan dimensi baru dalam skema serangan Hansi Flick, yang kerap merotasinya bersama Anthony Gordon. Kombinasi antara kecepatan dan kemampuan menyerang membuatnya menjadi aset penting sepanjang musim yang panjang.
Kesimpulan
Kisah Karim Adeyemi menjadi gambaran menarik tentang dinamika bursa transfer yang penuh kejutan. Dortmund menawarkannya ke Real Madrid, Madrid menolak karena alasan taktik, dan Barcelona justru mendapatkan pemain yang selama ini ia impikan. Kini, di panggung El Clasico, Adeyemi memiliki kesempatan emas untuk membalas keputusan Real Madrid sekaligus membuktikan bahwa Barcelona membuat langkah tepat dengan merekrutnya. Laga ini bukan sekadar duel klasik dua raksasa Spanyol, tetapi juga panggung pembuktian bagi seorang winger Jerman yang sempat diabaikan salah satu klub terbesar dunia.
