TKA 2026 Resmi Bergulir Serentak, 54 Ribu Siswa Jambi hingga 109 Santri Banyumas Ikut Ujian
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 resmi dimulai secara serentak pada Senin, 26 Oktober 2026 di berbagai wilayah Indonesia. Agenda evaluasi akhir tahun pelajaran 2025/2026 ini menjadi momen penting bagi siswa kelas akhir untuk mengukur capaian akademik mereka sebelum memasuki masa kelulusan. Dari Kabupaten Lebak hingga Jambi, dari madrasah hingga pondok pesantren, gelaran TKA berlangsung dengan pengawasan ketat dan protokol keselamatan yang matang.
Di Kabupaten Lebak, Banten, SMK Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebak resmi menggelar TKA 2026 bagi seluruh siswa kelas 12. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Oktober 2026, bertempat di Laboratorium Komputer sekolah tersebut. Kepala SMK PU Kabupaten Lebak, Futeh Sirazudin, S.Pd, menyampaikan bahwa seluruh 26 siswa kelas 12 jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) wajib mengikuti TKA sebagai bagian dari pemetaan mutu dan kesiapan lulusan.
“TKA ini resmi kami gelar mulai hari ini. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kesiapan kompetensi akademik murid kelas 12, agar mereka siap melanjutkan pendidikan, bekerja maupun berwirausaha setelah lulus,” ujar Futeh di Lebak, Senin (26/10/2026). Pelaksanaan TKA berbasis komputer dengan dukungan laboratorium, jaringan internet, dan pasokan listrik yang stabil. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Pengawas TKA Hj. Suni Rahayu, M.Pd, dan dikoordinir oleh Proktor sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Mahmudin Hidayat, ST.
Adapun jadwal pelaksanaan TKA di SMK PU Lebak meliputi Bahasa Indonesia dan Survei Karakter pada Senin (26/10), Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar pada Selasa (27/10), Matematika pada Rabu (28/10), serta Bahasa Inggris Tingkat Lanjut dan Program Keahlian pada Kamis (29/10). Dukungan penuh juga diberikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten melalui Bidang Pembinaan SMK.
Sementara itu, di Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pendidikan M. Umar memonitor langsung pelaksanaan TKA 2026 di SMA Negeri 4 Kota Jambi. Sebanyak 54.001 siswa dari 885 lembaga pendidikan di Provinsi Jambi dijadwalkan mengikuti asesmen yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 29 November 2026. “Berdasarkan hasil pantauan dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan ujian terpantau berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujar Umar usai peninjauan.
Umar menegaskan bahwa TKA sifatnya tidak wajib dan tidak memengaruhi kelulusan siswa. Setiap siswa dan orang tua telah diberikan formulir kesediaan, dan yang menolak tidak dikenakan sanksi apa pun. “Ujian ini murni dirancang untuk mengukur kompetensi pribadi siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi kepala sekolah, satuan pendidikan, hingga Pemerintah Provinsi Jambi,” jelasnya. Ia juga berharap hasil TKA tahun ini meningkat, mengingat tahun sebelumnya hanya enam dari 22 mata pelajaran di Jambi yang berada di atas rata-rata nasional.
Di Jawa Tengah, sebanyak 67.451 siswa Madrasah Aliyah (MA) dari 818 madrasah dan 16 siswa dari 1 MAK siap mengikuti Asesmen Nasional (AN) dan TKA Tahun Pelajaran 2026/2027. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, Amin Handoyo, menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung, mulai dari perangkat komputer hingga stabilitas jaringan internet. “Kita ingin anak-anak mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan jujur,” ujarnya di Semarang, Minggu (25/10/2026).
Pelaksanaan ujian di Jateng dibagi ke dalam beberapa gelombang, yaitu Gelombang Reguler I pada 26–29 Oktober 2026, Gelombang Reguler II pada 2–5 November 2026, Gelombang Khusus Mapel Wajib pada 31 Oktober–1 November 2026, serta Gelombang Khusus Mapel Pilihan pada 7–8 November 2026. Materi yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, serta dua mata pelajaran pilihan, dilengkapi Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.
Di Banyumas, pelaksanaan TKA gelombang I pada Senin (26/10) baru diikuti murid madrasah aliyah (MA), sementara santri jenjang kesetaraan Ulya dijadwalkan mengikuti tes pada gelombang II, 2 November 2026. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Banyumas, H. Faisal Riza, menyebut peserta TKA Ulya berasal dari Ponpes Al-Faruk Karanglewas dan Ponpes Ibnu Taimiyah Sumpiuh dengan total 109 santri. “Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Ulya baru dimulai 2 November,” katanya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan peserta didik di daerah terdampak bencana dapat mengikuti TKA susulan. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas tertinggi. Kepala Pusmendik BKPDM Kemendikdasmen, Dr. Rahmawati, menjelaskan mekanisme fleksibel berupa pencatatan Berita Acara bagi siswa yang tidak hadir, rekonsiliasi otomatis ke daftar calon peserta TKA susulan, serta koordinasi berjenjang melalui Dinas Pendidikan Provinsi untuk SMA/SMK dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk pendidikan kesetaraan.
Dengan digelarnya TKA 2026 secara serentak ini, seluruh satuan pendidikan berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. Pelaksanaan TKA yang mengedepankan keselamatan, transparansi, dan fleksibilitas menjadi cermin komitmen bersama dalam memetakan mutu pendidikan nasional. Bagi para siswa, TKA bukanlah beban, melainkan cermin untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan akademik agar langkah menuju masa depan semakin terarah.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Targetberita.co.id, Koranindopos.com, Radarbanyumas.co.id, Humas Kemenag Jateng, Jambipdate.co
