Knicks vs Magic: Juara Bertahan 0-3, Suggs Alami Cedera Lutut Mengerikan di Madison Square Garden
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Laga knicks vs magic di Madison Square Garden, New York, Senin (26/10/2026) dini hari WIB, berakhir dengan cerita pahit bagi tuan rumah. New York Knicks menelan kekalahan 102-111 dari Orlando Magic yang tampil tanpa bintang utamanya, Paolo Banchero. Kekalahan ini membuat Knicks, yang baru saja mengakhiri puasa gelar 53 tahun musim panas lalu, memulai musim dengan rekor 0-3. Dalam pertemuan knicks vs magic tersebut, drama terjadi di kuarter keempat ketika Magic bangkit dari ketertinggalan 10 poin dan mencetak 40 poin di periode terakhir.
Knicks Samai Rekor Kelam Mavericks 2011
Hasil buruk ini menempatkan Knicks dalam catatan yang tidak membanggakan. Mereka menjadi juara bertahan NBA pertama yang memulai musim dengan 0-3 sejak Dallas Mavericks pada 2011. Kala itu, Mavericks yang mengejutkan Miami Heat di final justru tampil buruk di musim reguler dan tersapu 0-4 oleh Oklahoma City Thunder di putaran pertama playoff. Kekalahan dari Magic menjadi kekalahan ketiga beruntun Knicks setelah sebelumnya takluk dari Philadelphia 76ers pada malam pembukaan dan laga berikutnya, sehingga catatan knicks vs magic ini menjadi alarm serius bagi pelatih kepala Mike Brown.
Brunson Gagal di Momen Krusial
Kapten tim Jalen Brunson kembali tampil di bawah standar pada momen-momen penentuan. Ia mencetak angka dengan agresif, tetapi hanya memasukkan 12 dari 28 tembakan, 1 dari 7 dari luar garis tiga angka, dan 3 dari 6 dari garis lempar bebas. Brunson juga melakukan turnover mahal sekitar dua menit sebelum laga usai. “Tidak senang. Sesederhana itu,” ujar Brunson kepada wartawan usai pertandingan. Di sisi pertahanan, Knicks kewalahan menghadapi Franz Wagner yang mencetak 21 dari total 23 poinnya di kuarter keempat. Pemain asal Jerman itu nyaris mencatat triple-double dengan kurang satu assist.
Momen Mengerikan Jalen Suggs
Kemenangan Magic ternoda insiden cedera yang mengerikan. Dengan sisa 2:09 di kuarter keempat, Jalen Suggs memacu diri dalam fast break menuju layup tanpa penjagaan. Namun, lutut kanannya tiba-tiba tertekuk tanpa kontak dengan pemain lawan. Ia langsung roboh di dekat garis baseline sambil memegangi lututnya yang kesakitan. Suggs terbaring beberapa menit sebelum dibantu berdiri dan berjalan tertatih menuju ruang ganti. Suasana Madison Square Garden sempat hening menyaksikan insiden tersebut.
Pelatih Magic, Sean Sweeney, belum bisa memberikan pembaruan detail mengenai kondisi Suggs. Ia hanya menyebut bahwa guard berharga 150,5 juta dolar AS itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan sempat berbicara singkat dengannya usai laga dalam kondisi psikologis yang baik. Suggs, pilihan kelima draft 2021, rata-rata mencetak 12,6 poin, 3,8 assist, dan 3,4 rebound sepanjang kariernya, tetapi sempat dibatasi cedera dalam dua tahun terakhir dengan hanya tampil 92 pertandingan.
Magic Kehilangan Dua Pilar
Bagi Orlando, laga knicks vs magic ini memunculkan kekhawatiran besar. Mereka sudah kehilangan Banchero karena cedera pergelangan kaki tingkat rendah yang diperkirakan menepikan sang bintang selama beberapa pekan. Kini Suggs berpotensi menyusul ke ruang perawatan. Meski demikian, kemenangan di kandang lawan menjadi modal moral penting setelah Magic memulai musim dengan 0-2.
Tekanan di New York
Di kubu Knicks, tekanan kian menumpuk. Tim yang diharapkan menjadi salah satu kekuatan teratas Wilayah Timur justru tampil jauh dari standar. Pertahanan yang rapuh, eksekusi akhir laga yang buruk, serta ketergantungan berlebihan pada Brunson menjadi sorotan. Jika kondisi tak segera membaik, Knicks berisiko mengikuti jejak Mavericks 2011 yang gagal mempertahankan momentum kejayaan. Laga knicks vs magic menjadi pengingat keras bahwa gelar juara tidak menjamin apa pun di musim berikutnya.
Dengan jadwal padat di depan mata, Mike Brown dituntut segera menemukan solusi sebelum musim Knicks benar-benar terpuruk. Sementara itu, Magic berharap kabar baik dari hasil pemeriksaan lutut Suggs, karena kehilangan dua pemain inti sekaligus akan menjadi pukulan berat bagi ambisi mereka musim ini.
