BBRI Saham Tertekan 1,37% ke Rp2.870, Big Caps Perbankan Seret IHSG ke Level 5.384
Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu sorotan utama di pasar modal Tanah Air pada sesi pertama perdagangan Senin (26/10/2026). Pergerakan bbri saham melemah 1,37% ke level Rp2.870 per lembar, seiring dengan tekanan yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpuruk ke level 5.384,97 pada penutupan sesi I.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga bbri saham dibuka turun 10 poin menjadi Rp2.900 per saham. Sepanjang sesi pertama, saham bank pelat merah ini bergerak di rentang tertinggi Rp2.920 dan terendah Rp2.830 per saham. Total frekuensi perdagangan tercatat 30.629 kali dengan volume 1.285.893 saham dan nilai transaksi harian mencapai Rp369,4 miliar. Seiring koreksi tersebut, kapitalisasi pasar bbri saham menyusut menjadi Rp434,97 triliun.
IHSG Terjun Bebas, Sektor Perbankan Jadi Pemberat
IHSG sendiri dibuka menguat tipis 3,04 poin atau 0,06% ke posisi 5.442,30 pada pukul 09.00 WIB, melanjutkan penguatan Jumat lalu yang ditutup di level 5.439,26. Namun penguatan itu tidak bertahan lama. Memasuki pukul 09.58 WIB, indeks sudah berada di level 5.368,64 atau turun 70,62 poin (1,30%). Pada penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, IHSG ditutup melemah 64,28 poin atau 1,00% ke level 5.384,97, setelah sempat menyentuh level terendah intraday di 5.349,75.
Data perdagangan menunjukkan tekanan jual mendominasi pasar. Sebanyak 474 saham turun harga, 189 saham naik, dan 128 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 18,57 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp7,59 triliun dan frekuensi 1,14 juta kali. Saham-saham big caps sektor perbankan menjadi pemberat utama, dengan BBCA merosot 1,09% ke Rp4.970, BMRI turun 1,03% ke Rp3.860, dan BBNI terkoreksi 1,17% ke Rp3.380. Selain perbankan, TLKM turun 0,98% ke Rp2.220 dan ASII stagnan di Rp5.550.
Sentimen Eksternal dan Aksi Jual Asing
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai pelemahan IHSG masih dipicu sentimen eksternal, terutama ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan diumumkan pada pertemuan 29 Oktober 2026. “Pelaku pasar masih wait and see. Ditambah harga minyak WTI yang tembus US$103 per barel karena ketegangan di Timur Tengah, membuat investor asing cenderung melakukan aksi jual bersih,” ujarnya.
Pada Jumat lalu, investor asing tercatat membukukan net sell Rp1,3 triliun. Sejumlah saham yang paling banyak dijual investor asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, GOTO, dan BRIS. Kondisi ini turut menekan bbri saham yang menjadi salah satu target pelepasan asing. Di sisi lain, Wall Street juga melemah pada akhir pekan lalu, dengan Dow Jones turun 1,23%, S&P 500 turun 0,52%, dan Nasdaq Composite melemah 0,21%, seiring investor menantikan rangkaian laporan laba perusahaan serta pertemuan kebijakan suku bunga The Fed.
Buyback Rp1 Triliun Jadi Penopang
Di tengah tekanan pasar, BRI menyiapkan dana Rp1 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback pada tahap II 2026. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Januari 2027. Perseroan telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat Nomor S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026, dengan periode pelaksanaan mulai 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027.
Dana yang dialokasikan untuk aksi korporasi ini bersumber dari kas internal perseroan. Nilai tersebut belum termasuk biaya transaksi, seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya, yang diperkirakan maksimal 0,20% dari total nilai buyback. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pergerakan bbri saham ke depan.
Proyeksi dan Rekomendasi
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG akan menguji support di level 5.350. Jika bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hingga 5.500 dalam jangka pendek. Level support IHSG diproyeksi di rentang 5.350-5.400, sementara resistance di kisaran 5.500-5.550. Phintraco Sekuritas juga memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.300 dan resistance 5.500 pekan ini.
Adapun sejumlah rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin (26/10/2026) mencakup INET (spec buy area 184-189, target 194-199, cut loss di bawah 184), AMMN (spec buy area 4.000-4.030, target 4.100-4.200, cut loss di bawah 3.900), dan CUAN (spec buy area 500-510, target 520-550, cut loss di bawah 496). Selain itu, EMAS, DEWA, dan TOBA juga masuk dalam daftar trading idea.
Secara keseluruhan, koreksi bbri saham pada sesi pertama hari ini merupakan cerminan tekanan yang lebih luas di pasar modal Indonesia. Kombinasi sentimen eksternal dari kebijakan The Fed, lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik, serta aksi jual bersih investor asing menjadi faktor utama yang membebani kinerja saham-saham big caps perbankan. Meski demikian, rencana buyback senilai Rp1 triliun yang telah mendapat restu OJK menjadi katalis positif yang dapat menopang harga bbri saham dalam beberapa bulan ke depan. Investor disarankan tetap mencermati perkembangan global dan memantau level support-resistance IHSG sebelum mengambil keputusan investasi.
