Viral di Internet: Ana Brnabić Berdebat dengan Warga Beograd hingga Elon Musk Jadi Bulan-bulanan Netizen

Foto: Istimewa

Viral di Internet: Ana Brnabić Berdebat dengan Warga Beograd hingga Elon Musk Jadi Bulan-bulanan Netizen

Kalimantan Update – 26 Oktober 2026 | Dunia internet kembali dihebohkan oleh sederet peristiwa yang menyita perhatian publik global. Dari jalanan Beograd hingga layar media sosial, berbagai momen viral memperlihatkan bagaimana internet mampu mengubah satu insiden kecil menjadi perbincangan lintas benua dalam hitungan jam. Mulai dari adu mulut pejabat tinggi Serbia dengan warga, kritik tajam terhadap karya berbasis kecerdasan buatan milik Elon Musk, hingga rencana maskapai easyJet menghadirkan koneksi satelit di udara, semuanya bergulir deras di ruang digital.

Ana Brnabić Berdebat dengan Warga Beograd

Ana Brnabić, yang menjabat sebagai Ketua Majelis Serbia sekaligus pelaksana tugas presiden negara itu, terlibat adu mulut dengan sejumlah warga di salah satu jalan di Beograd. Insiden tersebut terjadi pada malam hari setelah kekalahan elektoral Aleksander Vučić dalam pemilihan parlemen. Rekaman konfrontasi itu kemudian menyebar luas di internet setelah dipublikasikan oleh majalah mingguan Vreme.

Dalam video yang beredar, Brnabić tampak mendekati seorang pria dan meminta penjelasan atas hinaan yang sebelumnya dilontarkan kepadanya. “Ayo, katakan. Apa yang terjadi sekarang?” ujarnya. Ia lalu menuding kerumunan hanya berani menghinanya ketika tidak berhadapan langsung. Pada satu momen, ia menepis tangan seorang perempuan dan berdiri di tengah jalan sambil berseru, “Ayo, tabrak saja saya!” sementara pengendara membunyikan klakson. Warga yang berkumpul disebut meneriakkan “selamat malam” dan menyanyikan lagu perpisahan.

Peristiwa ini berlatar hasil pemilihan parlemen dini Serbia, di mana Daftar Mahasiswa yang didukung gerakan mahasiswa meraih 52,54 persen suara, sedangkan Serbia Bersatu yang terkait Partai Progresif Serbia (SNS) dan Vučić memperoleh 39,29 persen. Pengamat politik Stefan Surlić menilai kaum mahasiswa kini memiliki mayoritas parlemen yang stabil untuk menjalankan reformasi tanpa koalisi. Rekaman konfrontasi itu menjadi salah satu konten paling banyak dibagikan di internet pada pekan tersebut.

Video AI Elon Musk Tuai Cemoohan

Di belahan dunia lain, Elon Musk kembali menjadi sasaran kritik di internet. Ia sebelumnya menjanjikan bahwa alat kecerdasan buatannya, Grok Imagine, akan menghasilkan versi film panjang dari kisah epik Homer, The Odyssey. Namun, cuplikan yang dihasilkan justru menuai hujatan. Banyak warganet menyebutnya “sampah” dan “pemborosan waktu serta uang, seperti sebagian besar produk Musk Inc.”

Kritik itu muncul setelah Musk berbulan-bulan menyerang versi The Odyssey garapan Christopher Nolan dengan komentar bernada rasial dan transfobik serta seruan “go woke, go broke.” Alih-alih mendapat pujian, karya berbasis AI tersebut malah memperkuat perdebatan tentang kualitas dan etika konten buatan mesin yang beredar bebas di internet.

EasyJet Hadirkan Internet Starlink di Udara

Dari sektor penerbangan, maskapai hemat asal Inggris easyJet mengumumkan akan menghadirkan layanan internet satelit Starlink di seluruh armada Airbus miliknya mulai 2027. Pemasangan akan dilakukan pada armada A320, A320neo, dan A321neo pada paruh pertama 2027 dan ditargetkan rampung awal 2028. EasyJet tidak mengungkap nilai kesepakatan dengan operator satelit terbesar itu.

Langkah ini menyusul maskapai lain seperti Wizz Air yang mengumumkan kerja sama serupa pada Juni, meski Ryanair mencatat potensi biaya hingga 250 juta dolar AS per tahun. Sejumlah maskapai besar seperti American, Southwest, United, Alaska, dan British Airways telah lebih dulu menyediakan Starlink di kabin. CEO easyJet, Kenton Jarvis, sebelumnya mengakui bahwa ekonomi penyediaan Wi-Fi di pesawat memang menantang.

Sorotan Netizen pada Dunia Hiburan

Ruang internet juga diramaikan perdebatan seputar dunia hiburan. Di India, penampilan Vijay Deverakonda dan Rashmika Mandanna di acara Koffee With Karan memicu diskusi tentang dinamika hubungan, dengan sebagian warganet melabeli aktor tersebut sebagai narsisis. Psikolog Ayushi Mehra menegaskan bahwa kepercayaan diri dan karisma bukanlah tanda bahaya, melainkan pola perilaku yang terus-menerus mementingkan diri sendiri.

Sementara itu, lagu Mangal Rang dari film Ramayana garapan Nitesh Tiwari menuai kritik karena gaya musiknya dinilai mirip qawwali. Lagu karya AR Rahman yang dinyanyikan Arijit Singh dan Shreya Ghoshal itu dirilis 25 Oktober dan langsung menjadi perbincangan di platform X, dengan sebagian pengguna mempertanyakan keaslian budaya dan penggambaran ritual pernikahan Hindu.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan betapa besar daya jangkau internet dalam membentuk opini publik. Satu rekaman dapat menjatuhkan citra, satu karya dapat memicu debat budaya, dan satu layanan baru dapat mengubah pengalaman bepergian. Di era keterbukaan informasi, setiap momen berpotensi menjadi sorotan global dalam sekejap.