Sergio Castel Cetak Gol, Persik Tetap Takluk di JIS: Bomber Spanyol Itu Kian Nyaman di Kediri

Foto: Istimewa

Sergio Castel Cetak Gol, Persik Tetap Takluk di JIS: Bomber Spanyol Itu Kian Nyaman di Kediri

Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Stadion Jakarta International Stadium (JIS) menjadi saksi bagaimana Sergio Castel kembali menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Pada laga pekan ketujuh Super League 2026/2027, Senin (26/10/2026) malam, bomber asal Spanyol itu membuka keunggulan Persik Kediri atas Persija Jakarta lewat sundulan terarah pada menit ke-10. Meski akhirnya Macan Putih harus menelan kekalahan 1-2, performa Sergio Castel menjadi sinyal bahwa ia telah pulih sepenuhnya dari cedera yang sempat menepukannya.

Gol tersebut berawal dari sepak pojok Ernesto Gomez. Umpan silang terukur itu disambut sundulan Sergio Castel yang mengarah ke tiang jauh, tak mampu dijangkau kiper Persija, Nadeo Argawinata. Publik tuan rumah sempat terdiam. Persik, yang tampil agresif dengan pressing tinggi sejak menit awal, benar-benar merepotkan Macan Kemayoran di hadapan pendukungnya sendiri.

Comeback Dramatis Macan Kemayoran

Tertinggal satu gol, Persija meningkatkan intensitas serangan. Rayhan Hannan sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-30, tetapi bola masih terlalu mudah diamankan kiper Persik, Husna Al Malik. Lima menit berselang, Arlyansyah Abdulmanan mencoba menembus pertahanan lawan, namun upayanya dipatahkan barisan belakang Persik.

Peluang emas tuan rumah hadir menjelang turun minum melalui Alexander Jeremejeff. Sayang, sontekan penyerang asal Swedia itu hanya membentur mistar gawang. Persik juga hampir menggandakan keunggulan lewat Sergio Castel, tetapi Nadeo Argawinata melakukan penyelamatan ganda yang gemilang. Hingga babak pertama berakhir, Persija masih tertinggal 0-1.

Di babak kedua, mentalitas pantang menyerah Macan Kemayoran akhirnya membuahkan hasil. Persija berhasil membalikkan keadaan dan menutup laga dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tuan rumah, sekaligus pil pahit bagi Persik yang telah tampil disiplin selama 45 menit pertama.

Duet Maut yang Dinanti Publik Kediri

Di balik hasil tersebut, sorotan publik Kediri justru tertuju pada potensi duet Sergio Castel dengan Jose Enrique. Dua penyerang asal Spanyol itu belum pernah diturunkan bersamaan sebagai tandem maut sejak awal musim. Jose Enrique selalu menjadi pilihan pertama mengisi starting XI, sementara Castel dalam tiga laga terakhir selalu masuk dari bangku cadangan.

“Saya siap main dengan siapa saja. Ya, saya pribadi senang jika di pertandingan berikutnya bisa tandem dengan Sergio Castel. Nanti pelatih Marcos Reina yang memutuskannya,” kata Jose Enrique, Minggu (25/10/2026).

Catatan menunjukkan Sergio Castel telah mengumpulkan total 58 menit bermain dalam tiga pertandingan terakhir. Rinciannya, 12 menit melawan Madura United, 22 menit kontra Persib Bandung, dan 24 menit ketika berjumpa PSS Sleman. Penampilan pertama Castel setelah pulih dari cedera terjadi saat Persik menjamu Madura United.

Pelatih Marcos Reina meminta publik bersabar. “Sabar. Tunggu saja. Waktunya pasti akan tiba. Mereka akan diturunkan pada momen yang tepat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Peran Imanol Garcia di Lini Tengah

Di sisi lain, gelandang Persik Kediri, Imanol Garcia, mengaku siap menghadang gempuran skuad Persija. Menurutnya, kemenangan atas PSS Sleman membuat dirinya dan rekan-rekan berada dalam situasi yang baik. Ia menyebut timnya akan menaruh perhatian khusus pada striker Macan Kemayoran, Alexander Jeremejeff, yang telah mencetak enam gol.

“Kami tahu potensi mereka, ada striker yang bagus, sayap yang bagus, dan pemain lain yang bagus. Tetapi kami akan bermain seperti biasa kami bermain,” kata Imanol. Ia juga berharap Sergio Castel dan rekan-rekan di lini depan dapat memaksimalkan peluang yang ada.

Kekalahan di JIS memang menyakitkan. Namun, bagi Persik Kediri, kembalinya Sergio Castel ke performa terbaik adalah aset berharga. Jika duet dengan Jose Enrique segera terwujud, bukan tidak mungkin lini depan Macan Putih akan menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan di sisa kompetisi Super League 2026/2027.

Dengan demikian, pertanyaan besar kini menunggu jawaban: akankah Marcos Reina segera menurunkan dua bomber Spanyol itu secara bersamaan? Publik Kediri, terutama Persikmania, hanya bisa berharap momen yang tepat itu segera tiba.