Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Pekan ketiga ISL 2026-27 di Stadion Vivekananda Yuba Bharati Krirangan, Salt Lake, Kolkata, menjadi panggung drama bagi Mohun Bagan Super Giant. Menjamu Chennaiyin FC pada Senin malam (26/10/2026), tuan rumah harus menunggu hingga menit ke-85 sebelum Manvir Singh memecah kebuntuan lewat gol jarak dekat, memastikan kemenangan 1-0 atas tamunya. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Mariners dalam mengarungi kompetisi ISL yang kini berjalan di bawah model baru yang dikelola klub.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak peluit pertama. Chennaiyin FC yang datang dengan misi meraih kemenangan perdana langsung tampil agresif. Nikola Stojanovic melepaskan tembakan yang masih melambung, sementara Irfan Yadwad dan Madih Talal memaksa kiper Mohun Bagan, Vishal Kaith, melakukan penyelamatan penting. Mohun Bagan perlahan menemukan ritme permainan melalui serangan dari sisi sayap, dengan Dejan Drazic menguji kiper Chennaiyin, Mohammad Nawaz. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas tidak menurun. Kedua tim saling bergantian menciptakan peluang. Alberto Rodriguez dan Samir Zeljkovic tercatat melepaskan tembakan untuk Mariners, sementara Brison Fernandes dan Irfan Yadwad kembali mengancam gawang Kaith. Lee Erwin dan Dejan Drazic juga menambah tekanan, namun Nawaz tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Di sisi lain, Madih Talal dan Ramon Tanque gagal menaklukkan Kaith yang tampil solid di bawah mistar.
Titik balik terjadi pada menit ke-85. Umpan silang presisi dari Liston Colaço disambut Manvir Singh dengan sentuhan ringan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang, membawa Mohun Bagan unggul 1-0. Sebelumnya, pada menit ke-72, Manvir sempat melepaskan tembakan tepat sasaran yang belum membuahkan hasil. Pertahanan solid di menit-menit akhir, termasuk mengantisipasi peluang terakhir Ramon Tanque, serta penyelamatan penting Kaith, memastikan tiga poin penuh bagi tuan rumah.
Bagi Chennaiyin FC, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka. Klub berjuluk Marina Machans itu belum meraih kemenangan dalam tiga laga awal ISL musim ini. Sebelumnya mereka bermain imbang 1-1 dengan FC Goa, lalu kalah 0-2 dari Bengaluru FC. Laga melawan Mohun Bagan juga menjadi pertandingan tandang ketiga berturut-turut bagi pasukan Clifford Miranda, sebuah situasi yang menambah beban mental dan fisik para pemain.
Di kubu Mohun Bagan, kemenangan ini mengangkat posisi mereka ke peringkat kelima klasemen sementara ISL dengan koleksi enam poin, meski masih tertinggal dari NorthEast United FC dan Punjab FC yang masing-masing mengoleksi tujuh poin. Pelatih Panagiotis Dimperis disebut telah menurunkan skuad dalam kondisi fit penuh, dan hasil ini menjadi kemenangan kandang pertama mereka musim ini setelah sebelumnya mencatat kekalahan 0-1 dari NorthEast United dan kemenangan 2-1 atas SC Delhi.
Salah satu sorotan menarik datang dari bek tengah anyar Chennaiyin FC, Emmanuel Imanishimwe. Pemain asal Rwanda itu menjadi pesepakbola Rwanda pertama yang tampil di ISL. Meski baru dua laga merasakan kompetisi ini, ia menilai tidak ada perbedaan signifikan antara level sepak bola India dengan liga-liga tempatnya pernah bermain, seperti Maroko dan Siprus. Menurutnya, kualitas dan intensitas di ISL tetap menuntut kerja keras serta kesiapan fisik maksimal.
Di luar lapangan, dinamika finansial juga mewarnai perjalanan ISL musim ini. Model baru yang dikelola klub menggantikan kemitraan komersial sebelumnya setelah berakhirnya Master Rights Agreement AIFF dengan Football Sports Development Limited pada Desember 2025. Sejumlah klub menghadapi tekanan keuangan, seperti pengambilalihan Kerala Blasters oleh konsorsium Al Fursan asal Uni Emirat Arab serta polemik tunggakan gaji yang mencuat di Inter Kashi. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan ISL tidak hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga stabilitas pengelolaan klub.
Dengan hasil ini, Mohun Bagan berpeluang menjaga momentum positif mereka pada pekan-pekan berikutnya, sementara Chennaiyin FC dituntut segera bangkit jika ingin tetap bersaing memperebutkan tiket playoff. Perjalanan panjang ISL 2026-27 masih menyisakan banyak cerita, baik di atas maupun di luar lapangan.

