Al Ittihad Jeddah di Tepi Jurang: Gebrakan Wissing Coret Dua Bintang demi Kejutan di Fergana
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Suasana di dalam kamp Al Ittihad Jeddah memanas beberapa jam menjelang laga krusial melawan Neftchi Fergana di Stadion Fergana, Uzbekistan, Senin (26/10/2026) sore waktu Makkah. Pelatih asal Jerman, Jens Wissing, mengambil langkah mengejutkan dengan menunda pengumuman susunan pemain inti hingga pertemuan teknis terakhir. Sumber internal klub yang dikutip surat kabar Al-Riyadiyah menyebut keputusan itu sengaja diambil untuk mengacaukan perhitungan lawan dan menjaga kartu tetap tertutup. Yang lebih mengejutkan, Wissing mencoret penyerang internasional Arab Saudi Saleh Al-Shehri dan gelandang Rakan Al-Kaabi sepenuhnya dari daftar pertandingan. Langkah ini diyakini sebagai sinyal ketidakpuasan sang pelatih terhadap performa teknis keduanya sekaligus upaya menciptakan kejutan taktis di dalam tim.
Laga pekan ketiga AFC Champions League Elite 2026/27 ini menjadi ujian tanpa ruang kompromi bagi Al Ittihad Jeddah. Tim asal Jeddah itu terpuruk di peringkat ke-11 dengan hanya satu poin dari dua laga. Mereka memulai kampanye dengan hasil imbang mengecewakan 1-1 melawan Al-Shamal dari Qatar, sebelum takluk 1-2 dari Shabab Al-Ahli Uni Emirat Arab di kandang sendiri. Posisi di dasar klasemen membuat pertandingan melawan Neftchi Fergana menjadi harga mati bagi ambisi Al Ittihad Jeddah untuk tetap menjaga asa lolos ke babak gugur.
Di sisi lain, Neftchi Fergana memasuki laga dengan moral lebih baik. Tim asal Uzbekistan itu menempati peringkat ketujuh dengan koleksi tiga poin. Mereka mengawali perjalanan dengan kemenangan berharga 1-0 atas Al-Quwa Al-Jawiya dari Irak, sebelum kalah 1-3 dari Al-Nassr. Meski demikian, bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Fergana menjadi modal berharga bagi tuan rumah untuk menambah penderitaan Al Ittihad Jeddah.
Tekanan nyata terlihat dalam keputusan Wissing. Pelatih yang musim lalu membawa Gamba Osaka menjuarai AFC Champions League Two setelah mengalahkan Al-Nassr itu sejatinya memulai kiprahnya di Al Ittihad dengan baik di kompetisi domestik. Namun, ia belum mampu mereplikasi performa tersebut di panggung kontinental. Kondisi di Fergana memang tidak pernah menjanjikan laga mudah bagi juara dua kali Asia itu, tetapi kemenangan menjadi harga mati untuk mengangkat posisi mereka ke delapan besar.
Pertandingan berjalan sesuai skenario drama. Al Ittihad tertinggal lebih dulu pada menit ke-17 setelah George Ilenikhena, yang selama ini tajam di Saudi Pro League dan King Cup, gagal mengantisipasi bola sepak pojok dan mengenai lengannya. Wasit menunjuk titik putih, dan Jamshid Iskandarov mengeksekusi penalti dengan tenang meski Predrag Rajkovic sempat menyentuh bola. Keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum.
Gol penyama kedudukan akhirnya datang pada menit ke-34 melalui skema serangan dari sayap kanan. Steven Bergwijn mengirim umpan silang ke tiang jauh, dan Houssem Aouar melompat melewati bek kanan Koffi Kouao untuk menyundul bola masuk. Skor 1-1 bertahan cukup lama, hingga Wissing memasukkan Youssef En-Nesyri menggantikan Ilenikhena pada menit ke-60. Perubahan itu sempat tidak membuahkan hasil selama setengah jam.
Namun, pada menit ke-90, Al Ittihad Jeddah mendapatkan tendangan bebas sekitar 25 yard dari gawang. En-Nesyri berdiri di belakang bola, dan momen itu menjadi miliknya. Tendangan melengkungnya melewati pagar betis dan bersarang di sudut atas gawang, membuat kiper Neftchi tak berkutik. Bangku cadangan Al Ittihad pun meledak. Gol itu tidak hanya memberikan kemenangan pertama bagi Al Ittihad Jeddah di kompetisi ini, tetapi juga membawa mereka untuk pertama kalinya memimpin pertandingan setelah 270 menit berlalu tanpa sekali pun unggul.
Kemenangan dramatis ini mengangkat posisi Al Ittihad ke delapan besar, sebuah target mutlak bagi Wissing dan anak-anak asuhnya. Meski penampilan Ilenikhena kurang dominan seperti biasa, kontribusi En-Nesyri sebagai pemain pengganti membuktikan kedalaman skuad yang dimiliki klub berjuluk Al-Ameed itu. Sementara itu, hasil ini menjadi pukulan bagi Neftchi Fergana yang gagal memanfaatkan status tuan rumah.
Dengan raihan tiga poin, Al Ittihad Jeddah kini memiliki modal berharga untuk melanjutkan perjuangan di Liga Champions Elite Asia. Keputusan kontroversial Wissing mencoret Al-Shehri dan Al-Kaabi terbukti membuahkan hasil, meski tantangan berikutnya masih menanti. Bagi klub sebesar Al Ittihad, kemenangan di menit akhir seperti ini bisa menjadi titik balik momentum yang mereka butuhkan untuk bangkit di kompetisi kontinental dan memenuhi ekspektasi tinggi para pendukungnya.
