Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Laga derby Istanbul antara galatasaray dan Fenerbahce di RAMS Park pada Senin (26/10/2026) berakhir ricuh. Galatasaray menang 2-1 berkat dua gol Victor Osimhen, namun pertandingan dilanjutkan dengan baku hantam massal antar pemain di lapangan. Insiden tersebut mencoreng kemenangan penting yang membawa galatasaray kembali ke puncak klasemen Süper Lig dengan keunggulan enam poin atas rival abadinya.
Osimhen menjadi bintang dengan dua gol pada menit ke-29 dan 44. Fenerbahce sempat memperkecil kedudukan melalui Irfan Can Kahveci pada menit ke-62, tetapi galatasaray mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir. Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi galatasaray di puncak, tetapi juga menorehkan sejarah baru bagi striker asal Nigeria tersebut.
Dengan dua golnya, Osimhen kini mengoleksi 49 gol di Süper Lig untuk galatasaray dalam 59 penampilan, melewati rekor Milan Baros (48 gol). Ia menempati urutan ketiga pencetak gol asing terbanyak sepanjang sejarah klub, di bawah Gheorghe Hagi (59) dan Mauro Icardi (65). Yang lebih impresif, galatasaray belum pernah kalah dalam laga liga di mana Osimhen mencetak gol: dari 36 pertandingan, 32 kemenangan dan 4 imbang.
Usai laga, akun resmi galatasaray ramai-ramai melontarkan sindiran di media sosial. Dalam unggahan berbahasa Inggris, mereka menulis “Roland Sallai’yi lafla bile yildiramiyor” yang merujuk pada Kerem Akturkoglu, mantan pemain yang kini membela Fenerbahce. Sementara unggahan berbahasa Turki menampilkan lilin menyala, topi, kacamata, dan tongkat sihir ala Harry Potter dengan lagu “Boynu bukukler”, sindiran karena Fenerbahce tidak merayakan ulang tahun Kerem. Galatasaray juga menyindir pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, dengan caption “Maçin golcüsü binim” pada foto Osimhen.
Kericuhan setelah pertandingan menjadi sorotan dunia. Baku hantam massal antara pemain kedua tim terjadi begitu wasit meniup peluit panjang. Meski belum ada laporan resmi mengenai sanksi, insiden ini diprediksi akan menjadi bahan investigasi federasi sepak bola Turki (TFF). Laga derby ini sendiri selalu menyedot perhatian karena atmosfernya yang membara, terlebih kedua klub memiliki sejarah panjang persaingan.
Duel berikutnya antara Fenerbahce dan galatasaray dijadwalkan pada Maret 2027 di Stadion Şükrü Saracoğlu. Tiket pertandingan bertajuk “Derbi Antarbenua” itu akan dijual melalui platform resmi Passo. Dengan performa apik Osimhen serta sederet bintang seperti Rafael Leao, Baris Yilmaz, Mason Greenwood, dan Romelu Lukaku, laga nanti diprediksi tak kalah sengit.
Kemenangan ini membuktikan dominasi galatasaray di kancah domestik, tetapi kerusuhan pasca laga menjadi catatan hitam. Sepak bola Turki kembali diuji untuk menjaga sportivitas dan keamanan, terutama dalam laga-laga besar yang melibatkan dua klub raksasa Istanbul.

