PSS vs Borneo FC: Kartu Merah Ashkovski Jadi Petaka, Super Elja Tumbang 1-2 di Maguwoharjo
Kalimantan Update – 28 Oktober 2026 | Laga pss vs borneo fc dalam pekan ketujuh Super League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tamu Borneo FC Samarinda di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Kekalahan ini membuat PSS Sleman tertahan di zona bawah klasemen, sementara Pesut Etam merangkak naik ke peringkat 11 dengan koleksi sembilan poin dari enam pertandingan.
Pertandingan pss vs borneo fc sejatinya berjalan menarik sejak awal. Kedua tim tampil agresif dan saling melancarkan serangan. Pada menit ke-13, tendangan keras Juan Villa masih melebar tipis dari gawang PSS yang dijaga Pedro Caracoci. PSS membalas melalui sepak pojok Riko Simanjuntak pada menit ke-29, tetapi sundulan rekannya belum menemui sasaran.
Borneo FC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-38. Rahmad Dandy Sonriza, yang menerima umpan Juan Villa, melepaskan tendangan first time memanfaatkan situasi bola mati dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Namun, momen paling menentukan dalam laga pss vs borneo fc terjadi lima menit berselang. Stefan Ashkovski diusir wasit pada menit ke-43 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC di area pertahanan. Kartu merah itu memaksa tuan rumah bermain dengan 10 pemain hingga akhir laga.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyesalkan keputusan tersebut. “Kartu merah itu adalah hal yang berpengaruh besar dalam pertandingan. Kami harus bertahan lebih baik, dan setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam game berubah,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga. Meski demikian, Huistra menilai anak asuhnya tetap berjuang dan tidak menyerah. “Bahkan saat tertinggal 1-0 dan bermain dengan 10 orang, kami mencoba melawan, mencoba mengambil risiko, menciptakan beberapa peluang, dan pada akhirnya kalah 1-2. Sedikit kurang beruntung,” tambahnya.
Memasuki babak kedua, Borneo FC memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pada menit ke-75 atau ke-76 (tergantung sumber), Hugo Samir menggandakan keunggulan melalui serangan balik cepat dan tendangan keras ke sudut gawang PSS. Gol tersebut nyaris menutup pintu perlawanan tuan rumah. Namun, PSS memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 atau ke-86 melalui sundulan Matheus Fornazari yang menyambut umpan lambung Tocantins. Skor 2-1 untuk kemenangan Borneo FC bertahan hingga peluit akhir.
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengaku pertandingan berlangsung menarik. “Kita banyak peluang yang tidak kita selesaikan,” katanya singkat. Kemenangan ini membawa Borneo FC ke posisi 11 dengan sembilan poin dari enam laga (tiga menang, tiga kalah), masih menyimpan satu pertandingan dibanding tim lain yang sudah memainkan tujuh laga. Sementara itu, PSS Sleman tertahan di peringkat 15 dengan empat poin dari tujuh pertandingan (satu menang, satu imbang, lima kalah). Kekalahan ini merupakan yang kelima bagi Super Elja musim ini setelah sebelumnya juga takluk dari Persik Kediri.
Dari kacamata klasemen, laga pss vs borneo fc memberikan dampak signifikan. Borneo FC kian meramaikan persaingan papan atas, sementara PSS semakin dekat dengan zona degradasi. Hingga pekan ketujuh, ada dua tim yang belum pernah menang dan terjebak di zona merah, dan PSS hanya unggul tipis dari mereka. Berikut perbandingan singkat kedua tim usai laga:
| Tim | Posisi | Poin | Main | Menang | Imbang | Kalah |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Borneo FC | 11 | 9 | 6 | 3 | 0 | 3 |
| PSS Sleman | 15 | 4 | 7 | 1 | 1 | 5 |
Menariknya, peringkat Borneo FC sempat berbeda antarmedia. Sebagian menulis peringkat ke-11, sebagian lain ke-12, kemungkinan karena pembaruan klasemen setelah laga lain. Terlepas dari itu, tambahan tiga poin di Maguwoharjo menjadi modal berharga bagi Pesut Etam.
Pada pekan kedelapan yang dijadwalkan 1 November 2026, PSS Sleman akan bertandang ke Garudayaksa FC, sedangkan Borneo FC bertamu ke PSIM Yogyakarta pada hari yang sama. Duel pss vs borneo fc telah usai, tetapi implikasinya terhadap peta persaingan Super League masih akan terasa. Bagi PSS, laga melawan Garudayaksa menjadi kesempatan bangkit dari keterpurukan. Bagi Borneo FC, kunjungan ke markas PSIM menjadi peluang merangsek lebih tinggi.
Dengan modal kemenangan ini, Borneo FC membuktikan kemampuan memanfaatkan momentum, terutama saat lawan kehilangan pemain. Efektivitas Sonriza dan Hugo Samir di lini depan menjadi kunci. Di sisi lain, PSS harus segera berbenah. Kartu merah Ashkovski menjadi pelajaran mahal tentang disiplin, sementara lini belakang perlu lebih solid menghadapi tekanan. Kekalahan pada laga pss vs borneo fc ini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Huistra dan skuadnya untuk keluar dari zona bawah.
Secara keseluruhan, pertandingan berjalan sesuai prediksi banyak pihak: ketat di awal, lalu berubah setelah kartu merah. Borneo FC pulang dengan tiga poin, PSS harus menelan pil pahit di hadapan pendukung sendiri. Kini keduanya memiliki misi berbeda di pekan kedelapan: Borneo FC ingin terus menanjak, sementara PSS berjuang menghindari jurang degradasi.
