Warriors Dihantui Krisis Porzingis: Absen Misterius, Masa Depan di Ujung Tanda Tanya
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Golden State Warriors kembali menjadi sorotan menjelang laga melawan Los Angeles Lakers dalam pembukaan grup Emirates NBA Cup di Chase Center, San Francisco, Jumat malam waktu setempat. Namun sorotan itu bukan semata soal pertandingan, melainkan situasi pelik yang membelit tim tuan rumah terkait absennya bintang big man mereka, Kristaps Porzingis. Warriors harus menghadapi laga penting ini tanpa Porzingis yang hingga kini belum memiliki kepastian kapan akan kembali merumput.
Pelatih kepala Warriors, Steve Kerr, secara terbuka mengakui bahwa kepergian Porzingis dari sesi latihan pramusim sempat mengejutkan tim. Menurut Kerr, komunikasi dengan pemain asal Latvia itu berjalan baik sepanjang musim panas, hingga tiba-tiba situasi berubah menjelang training camp. Sejak saat itu, Kerr mengaku memilih fokus menyiapkan tim hari demi hari dan hanya sesekali menanyakan kabar Porzingis.
Masalahnya, kondisi Porzingis bukan sekadar cedera biasa. Pemain berusia 31 tahun itu diketahui mengidap postural orthostatic tachycardia syndrome (POTS), gangguan yang memengaruhi aliran darah dan detak jantung, sehingga membuatnya harus absen tanpa batas waktu. Laporan menyebut bahwa ia bahkan tengah serius mempertimbangkan masa depan karier basketnya karena dampak berkepanjangan dari kondisi tersebut.
Kontrak Mahal yang Jadi Beban
Golden State sendiri telah menyepakati perpanjangan kontrak dua tahun senilai 40 juta dolar AS untuk Porzingis pada musim panas lalu. Kini, kesepakatan itu dinilai sebagai salah satu keputusan paling berisiko bagi manajemen Warriors. Sejak didatangkan dari Atlanta Hawks pada 4 Februari, Porzingis hanya tampil dalam 15 pertandingan. Sepanjang kariernya sejak musim 2021-22, ia tercatat hanya bermain di 247 dari 415 laga yang seharusnya bisa dijalani.
Yang lebih mengkhawatirkan, laporan menyebut absennya Porzingis bersifat tidak diizinkan alias unexcused. Ia dikabarkan menghindari sesi latihan dan jarang berkomunikasi dengan organisasi Warriors. Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa hubungan antara pemain dan klub sedang tidak harmonis, sekaligus membuka peluang Golden State untuk menjajaki opsi pertukaran.
Kekuatan Baru di Tengah Badai
Di tengah badai itu, Kerr tetap berusaha melihat sisi positif. Ia menyatakan antusiasme terhadap para pemain muda di posisi big man, seperti Graham Ike dan Charles Bassey, yang akan mendapat menit bermain lebih besar. Menurutnya, tanggung jawab soal masa depan Porzingis sepenuhnya berada di tangan manajer umum Mike Dunleavy Jr. dan jajaran front office.
Dari kubu Lakers, laga ini juga diwarnai dinamika tersendiri. Luka Doncic dipastikan kembali setelah absen karena kekakuan punggung, dan ia saat ini memimpin perolehan poin NBA dengan satu pertandingan berisi 52 poin. Namun Lakers kehilangan starter Ziaire Williams untuk laga kedua beruntun akibat manajemen cedera kaki kiri, ditemani Cameron Carr dan Adou Thiero yang juga menepi.
Pertemuan ini menjadi ulangan Opening Night, ketika Lakers menang meyakinkan atas Warriors. Meski demikian, Warriors menunjukkan tren positif dengan dua kemenangan beruntun atas Denver dan Minnesota setelah kekalahan awal. Stephen Curry tetap menjadi andalan dengan rata-rata 28,8 poin per laga.
Laga Lakers kontra Warriors menjadi ujian seberapa tangguh mental skuad asuhan Kerr di tengah ketidakpastian Porzingis. Bagi Warriors, pertanyaan terbesar bukan hanya soal hasil di lapangan, melainkan bagaimana menyelesaikan teka-teki terbesar musim ini. Tanpa kejelasan kondisi Porzingis, langkah Warriors untuk bersaing di papan atas NBA Cup maupun musim reguler akan terus dihantui keraguan, dan manajemen dituntut segera mengambil keputusan tegas demi kestabilan tim.
