Morant Cedera Hamstring, Blazers Takluk 103-124 dari Grizzlies dan Kehilangan Momentum
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Laga blazers vs grizzlies di Moda Center, Portland, Kamis malam waktu setempat, berakhir pahit bagi tuan rumah. Portland Trail Blazers menelan kekalahan pertama musim 2026-27 dengan skor 103-124, sekaligus kehilangan guard bintang mereka, Ja Morant, akibat cedera hamstring kiri pada kuarter keempat. Kekalahan ini menjadi pukulan ganda setelah sebelumnya Blazers tampil impresif di tiga pertandingan awal.
Morant, yang menghadapi mantan timnya untuk pertama kali setelah ditukar pada offseason, meninggalkan lapangan dengan sisa waktu 7 menit 46 detik. Ia merasakan ketidaknyamanan saat mundur dalam bertahan. Pelatih kepala Blazers, Micah Nori, mengungkapkan bahwa Morant merasakan ‘twinge’ atau tarikan halus sebelum keluar. “Dia merasakan tarikan. Saya belum tahu seberapa serius karena ini pertama kalinya saya bersamanya saat ia merasakan sesuatu. Tentu ada kekhawatiran, tapi saya berharap tidak ada yang serius,” ujar Nori usai pertandingan.
Kabar buruk datang keesokan harinya. Insider NBA dari ESPN, Shams Charania, melaporkan melalui media sosial X bahwa Morant mengalami Grade 2 left hamstring strain dan dipastikan absen minimal empat pekan. “Ja Morant dari Portland Trail Blazers mengalami Grade 2 left hamstring strain dan akan absen setidaknya empat minggu,” tulis Charania. Cedera ini jelas menjadi kemunduran besar bagi Portland yang tengah membangun chemistry baru.
Dalam laga blazers vs grizzlies tersebut, Morant tetap mencatatkan 14 poin, 2 rebound, dan 3 asisten dalam 23 menit dengan akurasi 6 dari 14 tembakan. Meski kehilangan Morant, Blazers sempat memberi perlawanan. Deni Avdija tampil paling menonjol dengan 24 poin, 9 rebound, dan 7 asisten. Namun, Damian Lillard yang baru saja mencetak tembakan tiga angka penentu kemenangan atas Lakers, kali ini hanya memasukkan 3 dari 13 tembakan.
Di kubu Memphis, Cameron Boozer mencuri perhatian dengan triple-double pertama dalam karier NBA-nya: 18 poin, 12 rebound, dan 12 asisten. Grizzlies juga menurunkan tujuh pemain lain dengan catatan dua digit, termasuk tiga dari bangku cadangan. Isaiah Stewart memimpin cadangan dengan 18 poin. Kemenangan ini membawa Memphis ke rekor sempurna 5-0. Debutan asal Meksiko, Karim López, juga mencatatkan penampilan perdananya di NBA dengan bermain 2 menit 33 detik dan meraih satu rebound.
Jalannya pertandingan berlangsung ketat hingga kuarter ketiga. Saat Memphis memimpin tipis dua poin, mereka melesat dengan run 10-0 untuk membuat skor 87-75 dengan sisa 2 menit 9 detik. Tembakan tiga angka Zach Edey di awal kuarter keempat memperlebar jarak menjadi 96-85 dan memaksa Blazers memanggil timeout. Morant sempat memangkas jarak menjadi 96-87, tetapi Memphis merespons melalui dua keranjang beruntun Ty Jerome untuk menjauh 101-89. Memphis akhirnya menutup pertandingan dengan keunggulan 33-20 di kuarter keempat.
Bagi Blazers, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya permainan tim. Tanpa Robert Williams dan dengan tembakan yang tidak jatuh, aliran ofensif yang sempat meledak di tiga laga awal tiba-tiba hilang. Nori menilai malam buruk seperti ini tidak akan sering terjadi, dan kini timnya memiliki rekaman untuk dievaluasi. “Kami tidak panik setelah kekalahan pertama. Ini hanya satu pertandingan, dan sekarang kami punya bahan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Dengan absennya Morant selama minimal empat pekan, Blazers harus mencari solusi di lini belakang. Rata-rata 15,8 poin dan 5,5 asisten dari Morant dalam empat penampilan pertamanya akan sangat dirindukan. Sementara itu, Grizzlies membuktikan kedalaman skuad mereka dan semakin percaya diri di awal musim. Laga blazers vs grizzlies kali ini tidak hanya soal skor, tetapi juga menjadi titik balik yang menguji ketahanan Portland di tengah ekspektasi tinggi.
