Rosario Central Kudeta Puncak Klasemen, Di María Angkat Bicara soal Cedera dan Mimpi Dua Gelar
Kalimantan Update – 01 November 2026 | Kemenangan dramatis Rosario Central atas Sarmiento dengan skor 2-1 pada laga pekan ke-15 Torneo Clausura menjadi sorotan utama sepak bola Argentina. Bermain sebagai tamu di Estadio Eva Perón, Rosario Central bangkit dari ketertinggalan berkat dwigol Gaston Avila yang masing-masing tercipta di babak pertama dan kedua, sekaligus memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Zona A dengan koleksi 31 poin, unggul tiga angka atas Argentinos Juniors di peringkat kedua.
Jalannya Pertandingan
Sarmiento sempat unggul lebih dulu melalui gol Manuel Garcia. Namun situasi berbalik ketika Renzo Orihuela diganjar kartu merah pada menit ke-67, disusul Santiago Salle yang juga diusir wasit pada menit pertama injury time akibat tekel ceroboh. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Rosario Central memaksimalkan peluang lewat penyelesaian menyudut Avila setelah berkolaborasi dengan Ignacio Ovando.
“Klub ini sudah lama melakukan hal-hal yang benar. Sekarang kami menuai hasil dari kerja keras itu, dan kami menunjukkan bahwa kemenangan diraih dari apa yang dilakukan di lapangan,” ujar Avila usai pertandingan.
Di María Cedera, tetapi Tetap Optimistis
Kemenangan tersebut tidak datang tanpa harga. Bintang sekaligus ikon Rosario Central, Angel Di María, harus ditarik keluar pada menit ke-13 babak kedua karena masalah fisik dan digantikan Julian Fernandez. kepada Radio Boing, pemain yang membawa Argentina juara dunia itu mengungkapkan bahwa rasa sakit muncul di area pubis sisi kiri.
“Pubis saya mulai mengganggu di sisi kiri. Saya akan melihat kondisi saya untuk membaik dan bisa tampil,” kata Di María. Meski demikian, ia menegaskan kebanggaannya terhadap performa kolektif tim. “Saya senang. Saat kembali, saya memimpikan hal-hal seperti ini. Saya bangga dengan apa yang sedang kami lakukan,” tambahnya.
Di María juga menyoroti lemahnya start tim yang sempat tertinggal lebih dulu. “Kami memenangkan pertandingan yang sangat sulit. Dengan gol itu kami jadi rumit, kami mulai agak tertidur. Itu yang harus kami perbaiki. Setelahnya saya rasa kami memainkan pertandingan yang luar biasa,” jelasnya.
Dampak bagi Peta Persaingan
Hasil ini memiliki efek berantai yang besar. Rosario Central kini mengoleksi 59 poin di tabel tahunan, tak terkejar oleh River Plate yang mengumpulkan 52 poin dengan sisa enam poin maksimal. Kemenangan Rosario Central praktis memupus peluang River memenangi klasemen tahunan dan mempersulit misi klub ibu kota itu menembus Copa Libertadores 2027. River kini menempati posisi kedelapan dan hanya bisa berharap finis di posisi kedua atau ketiga, atau menunggu terbukanya kuota tambahan.
Sementara itu, pada laga lain, Racing menang 2-1 atas Aldosivi yang membuat tim berjuluk Tiburon itu terdegradasi ke Primera Nacional bersama Estudiantes de Río Cuarto. Gimnasia La Plata menang 2-1 atas Estudiantes RC dan memastikan tiket ke Copa Sudamericana 2027, sedangkan Huracan kalah 0-2 dari Tigre sehingga posisinya di zona playoff semakin terancam.
Langkah Selanjutnya
Rosario Central akan menjamu Estudiantes de Río Cuarto pada Minggu, 8 November, dalam laga terakhir fase awal Torneo Clausura. Dengan posisi di puncak zona sekaligus memimpin tabel tahunan, skuad asuhan pelatih ini masih berpeluang meraih dua gelar sekaligus di penghujung tahun, sebuah ambisi yang diakui langsung oleh Di María.
Bagi Rosario Central, konsistensi menjadi kunci. Start lambat yang kerap terjadi harus segera dibenahi jika ingin menjaga asa juara, terlebih dengan kondisi fisik Di María yang masih tanda tanya. Namun semangat juang yang ditunjukkan di Estadio Eva Perón menjadi sinyal bahwa tim ini siap bersaing hingga akhir musim. Kemenangan atas Sarmiento bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa Rosario Central serius mengejar kejayaan di dua kompetisi sekaligus.
